alexametrics
22.8 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Puskesmas Kalianget Terus Edukasi Masyarakat agar Tak Panik

SUMENEP – Kesiapan tenaga kesehatan Puskesmas Kalianget dalam menghadapi Covid-19 tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal pendemi, semua berperan aktif. Mulai upaya pencegahan hingga penanganan.

Kepala Puskesmas Kalianget drg. Nurul Hayati mengatakan, internal puskesmas membentuk tim penanganan Covid-19. Seluruh staf dilibatkan untuk waspada dan memantau di sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Minimal memberikan informasi apabila ada masyarakat yang mengalami gejala. Termasuk membagi tugas para dokter untuk memantau desa binaan. Setiap dokter juga mempunyai tanggung jawab di desa.

Pembagian tugas itu bertujuan mengerucutkan kinerja dokter agar tidak tumpang-tindih pada satu tempat. Walaupun, kurang ideal untuk menangani tujuh desa di Kecamatan Kalianget dengan jumlah penduduk sekitar 44 ribu warga.

Baca Juga :  Sisi Lain Pandemi Covid-19 di Kalangan Wakil Rakyat

Ada tim promosi kesehatan yang biasanya bertugas menyampaikan sosialisasi kesehatan. Namun, sejak terjadi pandemi, sosialisasi atau penjaringan informasi tidak hanya dilakukan tim promosi kesehatan. Dengan demikian, segala informasi kondisi kesehatan masyarakat benar-benar terpantau.

”Saya juga sampaikan bahwa selauruh tenaga kesehatan itu adalah petugas promosi kesehatan,” jelasnya kemarin (26/4).

Untuk mendeteksi, pihaknya juga bersinergi dengan jajaran Forkopimka Kalianget. Misalnya, saat melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat dan fasilitas umum. Termasuk, mengurangi kepanikan warga dengan banyak melakukan sosialisasi.

”Saat sosialisasi, kami sampaikan kepada perwakilan desa untuk disampaikan kepada masyarakat agar tidak panik,” tandasnya. (jun/onk)

SUMENEP – Kesiapan tenaga kesehatan Puskesmas Kalianget dalam menghadapi Covid-19 tidak perlu diragukan lagi. Sejak awal pendemi, semua berperan aktif. Mulai upaya pencegahan hingga penanganan.

Kepala Puskesmas Kalianget drg. Nurul Hayati mengatakan, internal puskesmas membentuk tim penanganan Covid-19. Seluruh staf dilibatkan untuk waspada dan memantau di sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Minimal memberikan informasi apabila ada masyarakat yang mengalami gejala. Termasuk membagi tugas para dokter untuk memantau desa binaan. Setiap dokter juga mempunyai tanggung jawab di desa.


Pembagian tugas itu bertujuan mengerucutkan kinerja dokter agar tidak tumpang-tindih pada satu tempat. Walaupun, kurang ideal untuk menangani tujuh desa di Kecamatan Kalianget dengan jumlah penduduk sekitar 44 ribu warga.

Baca Juga :  Batan Nilai Perda PLP2B Masih Ada Kekurangan

Ada tim promosi kesehatan yang biasanya bertugas menyampaikan sosialisasi kesehatan. Namun, sejak terjadi pandemi, sosialisasi atau penjaringan informasi tidak hanya dilakukan tim promosi kesehatan. Dengan demikian, segala informasi kondisi kesehatan masyarakat benar-benar terpantau.

”Saya juga sampaikan bahwa selauruh tenaga kesehatan itu adalah petugas promosi kesehatan,” jelasnya kemarin (26/4).

Untuk mendeteksi, pihaknya juga bersinergi dengan jajaran Forkopimka Kalianget. Misalnya, saat melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat dan fasilitas umum. Termasuk, mengurangi kepanikan warga dengan banyak melakukan sosialisasi.

”Saat sosialisasi, kami sampaikan kepada perwakilan desa untuk disampaikan kepada masyarakat agar tidak panik,” tandasnya. (jun/onk)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/