alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Usai Imunisasi Difteri, Bibir Bengkak dan Keluar Bintik Merah

SUMENEP – Kejadian mencengangkan kembali terjadi di dunia kesehatan. Bibir Ifania, 7, pelajar Sekolah Dasar Islam (SDI) Mambaul Ulum, Kecamatan Guluk-Guluk, bengkak dan keluar bintik merah. Kerabat mencurigai, penyakit tersebut disebabkan imunisasi difteri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Puskesmas Guluk-Guluk datang ke sekolah Ifania untuk melakukan imunisasi vaksin difteri Selasa (20/3). Seluruh siswa, termasuk siswi yang akrab disapa Nia itu, disuntik oleh petugas.

Tidak hanya bengkak, tubuh Ifania juga panas dan lemas. ”Iya benar. Keluar bintik-bintik merah di bibirnya. Bintik-bintik merah itu semakin membengkak,” ucap Moh. Masrul, warga setempat, Selasa (27/3).

Menurut Marsul, orang tua Ifania panik. Sebab, bibir putrinya sampai pecah. Karena itu, dia langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Ketika tidak ada perkembangan, akhirnya dia dirujuk ke rumah sakit di Pamekasan.

Baca Juga :  Kuncinya Bersyukur dan Evaluasi

Menurut dia, ada empat siswa yang diduga juga mengalami hal serupa. Namun, dia tidak bisa membeberkan identitas mereka. ”Memang ada empat. Tapi, Nia yang paling parah. Setelah divaksin, tiga orang itu dikasih air kelapa untuk dinetralisir,” ujarnya.

Pihak rumah sakit, jelas Marsul, menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit di Surabaya karena kondisi korban semakin parah. Namun, kondisinya berangsur pulih. ”Alhamdulillah kondisinya sudah membaik sekarang. Karena sudah dipindah ke ruang lain,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Guluk-Guluk As’ad Zainudin membenarkan peristiwa yang menimpa empat siswa SDI Mambaul Ulum. Namun, dia memilih irit bicara saat ditanya gejala penyakit yang dideritanya. Termasuk, kemungkinan disebabkan imunisasi difteri.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Santuni Kakek Penjual Cobek

”Saat ini Ifania masih dalam pengawasan dokter anak di rumah sakit Pamekasan. Jenis penyakitnya belum diketahui. Sekarang tim dari Jawa Timur dan rumah sakit masih mendalami penyakit yang diderita korban,” jelasnya.

SUMENEP – Kejadian mencengangkan kembali terjadi di dunia kesehatan. Bibir Ifania, 7, pelajar Sekolah Dasar Islam (SDI) Mambaul Ulum, Kecamatan Guluk-Guluk, bengkak dan keluar bintik merah. Kerabat mencurigai, penyakit tersebut disebabkan imunisasi difteri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Puskesmas Guluk-Guluk datang ke sekolah Ifania untuk melakukan imunisasi vaksin difteri Selasa (20/3). Seluruh siswa, termasuk siswi yang akrab disapa Nia itu, disuntik oleh petugas.

Tidak hanya bengkak, tubuh Ifania juga panas dan lemas. ”Iya benar. Keluar bintik-bintik merah di bibirnya. Bintik-bintik merah itu semakin membengkak,” ucap Moh. Masrul, warga setempat, Selasa (27/3).


Menurut Marsul, orang tua Ifania panik. Sebab, bibir putrinya sampai pecah. Karena itu, dia langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis. Ketika tidak ada perkembangan, akhirnya dia dirujuk ke rumah sakit di Pamekasan.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu, Unija Sumenep Resmikan Komisariat Intakindo 

Menurut dia, ada empat siswa yang diduga juga mengalami hal serupa. Namun, dia tidak bisa membeberkan identitas mereka. ”Memang ada empat. Tapi, Nia yang paling parah. Setelah divaksin, tiga orang itu dikasih air kelapa untuk dinetralisir,” ujarnya.

Pihak rumah sakit, jelas Marsul, menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit di Surabaya karena kondisi korban semakin parah. Namun, kondisinya berangsur pulih. ”Alhamdulillah kondisinya sudah membaik sekarang. Karena sudah dipindah ke ruang lain,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Guluk-Guluk As’ad Zainudin membenarkan peristiwa yang menimpa empat siswa SDI Mambaul Ulum. Namun, dia memilih irit bicara saat ditanya gejala penyakit yang dideritanya. Termasuk, kemungkinan disebabkan imunisasi difteri.

Baca Juga :  Satresnarkoba Sergap Warga Kapedi saat Nyabu

”Saat ini Ifania masih dalam pengawasan dokter anak di rumah sakit Pamekasan. Jenis penyakitnya belum diketahui. Sekarang tim dari Jawa Timur dan rumah sakit masih mendalami penyakit yang diderita korban,” jelasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/