alexametrics
21.2 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Prediksi Musim Kemarau 2018 Normal

SUMENEP Musim kemarau tahun ini diprediksi normal. Kemarau basah sebagaimana terjadi pada dua tahun terakhir diperkirakan tidak terjadi lagi tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget Usman Khalid mengatakan, curah hujan akan berlangsung Januari sampai Maret. Bahkan, menurut dia, pada akhir Maret curah hujan mulai berkurang. Karena itu, April akan menjadi masa peralihan antara musim kemarau dan penghujan.

”Tentang kemarau, untuk Sumenep khususnya, awal musim kemarau terjadi pada dasarian satu, dasarian dua, dasarian tiga bulan Mei. Jadi, untuk April sudah memasuki masa peralihan,” kata Usman Selasa (27/3).

Ditanya kapan waktu yang pas untuk pembibitan tembakau, Usman mengaku tidak bisa menjawab pasti. Sebab, para petani yang lebih paham kapan memulai pembibitan. Akan tetapi berkaca pada prediksi BMKG, awal Mei sudah mulai kemarau.

Baca Juga :  Nelayan Sulit Pasarkan Hasil Laut

Kasi Tanaman Semusim Dispertapahorbun Sumenep Beju Budiono mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait prakiraan cuaca. Tetapi jika BMKG menyebut Mei sudah masuk kemarau, petani bisa melakukan pembibitan sejak April.

Itu juga lazim dilakukan oleh para petani pada tahun-tahun sebelumnya. ”Kalau Mei sudah masuk kemarau, bulan April sudah bisa pembibitan. Awal tanamnya Mei, nanti panennya Agustus,” kata Bejo.

Pihaknya mengaku masih menunggu rapat di tingkat provinsi. Sebab, sebelum masuk musim kemarau, biasanya ada rapat yang melibatkan instansi terkait dan BMKG. Hal itu sebagai dasar untuk disampaikan kepada petani.

”Biasanya rapat di Malang. Biasanya rapat tim provinsi mengundang BMKG. Sekarang masih belum ada rapatnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Jangan Mainkan Data Jumlah Siswa

 

 

 

SUMENEP Musim kemarau tahun ini diprediksi normal. Kemarau basah sebagaimana terjadi pada dua tahun terakhir diperkirakan tidak terjadi lagi tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget Usman Khalid mengatakan, curah hujan akan berlangsung Januari sampai Maret. Bahkan, menurut dia, pada akhir Maret curah hujan mulai berkurang. Karena itu, April akan menjadi masa peralihan antara musim kemarau dan penghujan.

”Tentang kemarau, untuk Sumenep khususnya, awal musim kemarau terjadi pada dasarian satu, dasarian dua, dasarian tiga bulan Mei. Jadi, untuk April sudah memasuki masa peralihan,” kata Usman Selasa (27/3).


Ditanya kapan waktu yang pas untuk pembibitan tembakau, Usman mengaku tidak bisa menjawab pasti. Sebab, para petani yang lebih paham kapan memulai pembibitan. Akan tetapi berkaca pada prediksi BMKG, awal Mei sudah mulai kemarau.

Baca Juga :  Standar Garam Pemerintah Terlalu Tinggi

Kasi Tanaman Semusim Dispertapahorbun Sumenep Beju Budiono mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi terkait prakiraan cuaca. Tetapi jika BMKG menyebut Mei sudah masuk kemarau, petani bisa melakukan pembibitan sejak April.

Itu juga lazim dilakukan oleh para petani pada tahun-tahun sebelumnya. ”Kalau Mei sudah masuk kemarau, bulan April sudah bisa pembibitan. Awal tanamnya Mei, nanti panennya Agustus,” kata Bejo.

Pihaknya mengaku masih menunggu rapat di tingkat provinsi. Sebab, sebelum masuk musim kemarau, biasanya ada rapat yang melibatkan instansi terkait dan BMKG. Hal itu sebagai dasar untuk disampaikan kepada petani.

”Biasanya rapat di Malang. Biasanya rapat tim provinsi mengundang BMKG. Sekarang masih belum ada rapatnya,” tukasnya.

Baca Juga :  Legislatif Inisiasi Raperda BUMD Garam

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/