alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Kelanjutan Seleksi Komisioner KIP Tak Jelas

SUMENEP – Kelanjutan seleksi calon komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sumenep belum ada kepastian. Sejak ditunda, fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bagi 12 peserta tidak ada kelanjutan.

            Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, dari 12 calon dua di antaranya merupakan perwakilan pemerintah. Tapi, peserta dari umum mempersoalkan tanda tangan bupati dalam surat rekomendasi. Karena masih terjadi selisih pendapat, tes kelayakan ditunda.

Untuk mencari titik temu, akan dilakukan jadwal ulang. Selanjutnya, dari 12 calon itu akan dipilih lima orang. Pihaknya menargetkan, Desember seleksi sudah selesai. Sebelum 2018, bisa ditetapkan komisioner difinitif.

Politikus PKB itu menyayangkan permasalahan sampai ke komisi I. Mestinya secara administrasi dituntaskan di tingkat panitia seleksi (pansel). Komisinya hanya bertugas melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Baca Juga :  Larangan KSOP Membuat Warga Bingung

            Aktivis Sumenep Corruption Watch (SCW) Sumenep Junaidi Pelor mengatakan, wakil rakyat harus mampu memilih figur berkualitas. Sebab, komisioner KI berfungsi untuk menampung dan menyelesaikan masalah pelayanan publik.

            ”Terutama dalam mengawal keterbukaan informasi publik,” ujarnya. Jun Pelor berpesan agar komisi I memilih berdasar kemampuan para calon. Bukan berdasar pada unsur kedekatan atau pesanan pihak-pihak tertentu.

SUMENEP – Kelanjutan seleksi calon komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sumenep belum ada kepastian. Sejak ditunda, fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bagi 12 peserta tidak ada kelanjutan.

            Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, dari 12 calon dua di antaranya merupakan perwakilan pemerintah. Tapi, peserta dari umum mempersoalkan tanda tangan bupati dalam surat rekomendasi. Karena masih terjadi selisih pendapat, tes kelayakan ditunda.

Untuk mencari titik temu, akan dilakukan jadwal ulang. Selanjutnya, dari 12 calon itu akan dipilih lima orang. Pihaknya menargetkan, Desember seleksi sudah selesai. Sebelum 2018, bisa ditetapkan komisioner difinitif.


Politikus PKB itu menyayangkan permasalahan sampai ke komisi I. Mestinya secara administrasi dituntaskan di tingkat panitia seleksi (pansel). Komisinya hanya bertugas melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Baca Juga :  Wabup Achmad Fauzi Imbau Jaga Kebersihan Kantor

            Aktivis Sumenep Corruption Watch (SCW) Sumenep Junaidi Pelor mengatakan, wakil rakyat harus mampu memilih figur berkualitas. Sebab, komisioner KI berfungsi untuk menampung dan menyelesaikan masalah pelayanan publik.

            ”Terutama dalam mengawal keterbukaan informasi publik,” ujarnya. Jun Pelor berpesan agar komisi I memilih berdasar kemampuan para calon. Bukan berdasar pada unsur kedekatan atau pesanan pihak-pihak tertentu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/