26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Pencairan Bergantung Penyelesaian SPj

Rekening Penerima Kapitasi Sempat Tertahan

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Penyaluran dana jasa pelayanan (jaspel) di Sumenep bagai mendaki jalan terjal. Pencairan uang yang bersumber dari dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu tidak berjalan mulus karena beberapa hal. Salah satunya, buku tabungan penerima ditahan.

Penahanan buku tabungan itu diungkapkan salah seorang staf Puskesmas Dasuk. Dia menuturkan, selama ini buku tabungan sejumlah tenaga medis dan staf tidak diberikan. Akibatnya, mereka tidak mengetahui aliran dana.

Setiap bulan mereka hanya menerima honor berdasar uang yang masuk rekening. ”Memang sempat tidak diberikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Narasumber yang enggan disebutkan identitasnya itu juga menyampaikan, dirinya tidak mengetahui pasti alasan pihak puskesmas tidak memberikan buku tabungan tersebut. Padahal, itu menjadi hak nasabah.

Baca Juga :  Persalinan Caesar Gratis, Yanti: Terima Kasih BPJS Kesehatan

Hal itu membuat sejumlah staf di tempatnya bekerja curiga. Mereka khawatir dana yang masuk tersebut tidak sesuai dengan perolehan jaspel. ”Alasannya juga tidak tahu kenapa,” ujarnya.

Setelah para staf memprotes, pihak puskesmas mengusulkan pembuatan rekening baru untuk memasukkan dana kapitasi. Alasannya, rekening yang lama dibutuhkan untuk program lain. Hal tersebut jelas tidak wajar dan membuat para staf bersikukuh meminta yang sudah ada. ”Sabtu kemarin buku tabungannya sudah diberikan,” ungkap narasumber itu.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Dasuk Novi berkelit atas tudingan tidak diberikannya buku tabungan tersebut. Dia menegaskan, buku itu sudah diberikan kepada setiap staf. ”Itu sudah dipegang mereka masing-masing. Iya tidak benar, itu sudah dipegang teman-teman semua,” katanya.

Novi menyampaikan, pemberian jaspel kepada setiap staf menggunakan bank penyalur BPRS Bhakti Sumekar. Pencairannya tidak harus setiap bulan. Bergantung pada penyelesaian surat pertanggungjawaban (SPj). ”Kalau selesai, diberikan setiap bulan, bisa juga setiap dua bulan atau tiga bulan,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab-USAID ERAT Bersinergi Tekan Stunting 2023

Novi menambahkan, nominal yang diberikan kepada para tenaga medis dan staf itu tidak sama. Bergantung pada poin yang mereka dapatkan. Bisa dilihat dari masa kerja, tingkat pendidikan, jabatan, dan kehadiran. ”Yang pasti, itu sudah diatur di Permenkes,” imbuhnya.

Polemik pendistribusian dana kapitasi ke setiap puskesmas kompleks. Selain terjadi penahanan buku tabungan, muncul dugaan pemotongan. Selain itu, penentuan nominal jaspel yang dibayarkan kepada tenaga medis atau staf dinilai tidak adil. Penentuan diduga menggunakan pola kedekatan personal dan kekeluargaan. (iqb/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Penyaluran dana jasa pelayanan (jaspel) di Sumenep bagai mendaki jalan terjal. Pencairan uang yang bersumber dari dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu tidak berjalan mulus karena beberapa hal. Salah satunya, buku tabungan penerima ditahan.

Penahanan buku tabungan itu diungkapkan salah seorang staf Puskesmas Dasuk. Dia menuturkan, selama ini buku tabungan sejumlah tenaga medis dan staf tidak diberikan. Akibatnya, mereka tidak mengetahui aliran dana.

Setiap bulan mereka hanya menerima honor berdasar uang yang masuk rekening. ”Memang sempat tidak diberikan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).


Narasumber yang enggan disebutkan identitasnya itu juga menyampaikan, dirinya tidak mengetahui pasti alasan pihak puskesmas tidak memberikan buku tabungan tersebut. Padahal, itu menjadi hak nasabah.

Baca Juga :  Yulia: Digitalisasi Layanan, Tak Perlu Antre Untuk Berobat

Hal itu membuat sejumlah staf di tempatnya bekerja curiga. Mereka khawatir dana yang masuk tersebut tidak sesuai dengan perolehan jaspel. ”Alasannya juga tidak tahu kenapa,” ujarnya.

Setelah para staf memprotes, pihak puskesmas mengusulkan pembuatan rekening baru untuk memasukkan dana kapitasi. Alasannya, rekening yang lama dibutuhkan untuk program lain. Hal tersebut jelas tidak wajar dan membuat para staf bersikukuh meminta yang sudah ada. ”Sabtu kemarin buku tabungannya sudah diberikan,” ungkap narasumber itu.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Dasuk Novi berkelit atas tudingan tidak diberikannya buku tabungan tersebut. Dia menegaskan, buku itu sudah diberikan kepada setiap staf. ”Itu sudah dipegang mereka masing-masing. Iya tidak benar, itu sudah dipegang teman-teman semua,” katanya.

- Advertisement -

Novi menyampaikan, pemberian jaspel kepada setiap staf menggunakan bank penyalur BPRS Bhakti Sumekar. Pencairannya tidak harus setiap bulan. Bergantung pada penyelesaian surat pertanggungjawaban (SPj). ”Kalau selesai, diberikan setiap bulan, bisa juga setiap dua bulan atau tiga bulan,” terangnya.

Baca Juga :  Komitmen Tingkatkan Pelayanan, Pembangunan Infrastruktur dan SDM

Novi menambahkan, nominal yang diberikan kepada para tenaga medis dan staf itu tidak sama. Bergantung pada poin yang mereka dapatkan. Bisa dilihat dari masa kerja, tingkat pendidikan, jabatan, dan kehadiran. ”Yang pasti, itu sudah diatur di Permenkes,” imbuhnya.

Polemik pendistribusian dana kapitasi ke setiap puskesmas kompleks. Selain terjadi penahanan buku tabungan, muncul dugaan pemotongan. Selain itu, penentuan nominal jaspel yang dibayarkan kepada tenaga medis atau staf dinilai tidak adil. Penentuan diduga menggunakan pola kedekatan personal dan kekeluargaan. (iqb/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/