alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Ombak Besar Masalembu Karamkan Kapal

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Cuaca ekstrem di perairan Masalembu mengakibatkan kecelakaan laut. Kapal Motor (KM) DJO 3 karam di perairan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep.

Kapal GT 684 berkapasitas muatan 650 ton itu kandas setelah dihantam ombak besar dan menabrak karang di perairan Masalembu, Jumat (24/7) sekitar pukul 22.15. Lambung bocor, air laut masuk hingga menenggelamkan separo badan kapal.

KM DJO 3 bermuatan barang kelontong dan bahan bangunan itu membawa 16 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut dinakhodai Kapten Anut Anggawian berikut Guna Apriana dan Diki Fajar yang menjabat sebagai mualim I dan II. Selain itu, terdapat 13 ABK lainnya yang masuk dalam kru pelayaran kapal itu.

Kejadian bermula saat KM DJO 3 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sekitar pukul 07.00 dengan tujuan Pelabuhan Malinau, Kalimantan Timur. Sesampainya di perairan laut Masalembu bagian selatan, kapal dihantam angin dan ombak besar. Kondisi tersebut membuat kapal terhempas dan hanyut menabrak batu karang hingga menyebabkan kebocoran di bagian haluan depan lambung kapal.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, saat ini posisi kapal kandas di atas batu karang. Beruntung, ABK bisa langsung dievakuasi ke daratan terdekat, Sabtu (25/7) sekitar pukul 06.00 oleh petugas syahbandar dibantu masyarakat setempat menggunakan perahu nelayan.

Baca Juga :  Isak Tangis Keluarga Iringi Evakuasi 89 Korban KM Santika Nusantara

Saat dievakuasi, sembilan ABK dibawa ke Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Masalembu. Sementara tujuh ABK lainnya bertahan di kapal untuk menjaga muatan hingga selesai dievakuasi.

”Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil hingga saat ini belum bisa ditentukan,” terangnya kemarin (26/7).

Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menambahkan, barang muatan kapal dievakuasi ke pinggir pantai menggunakan tiga perahu nelayan. Hingga saat ini anggota dari syahbandar, Polsek dan Koramil Masalembu masih melakukan penjagaan KM DJO 3 yang berjarak sekitar 2 mil dari bibir pantai Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu.

Sementara itu, Kepala UPP Kelas III Masalembu Taufiqurrahman mengatakan, saat ini ABK ditampung di salah satu rumah warga. Semua ABK dalam kondisi sehat dan selamat. Sementara posisi kapal masih berada di titik semula. Gelombang laut di perairan Masalembu diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Langkah selanjutnya, para ABK direncanakan dievakuasi kembali ke Surabaya menggunakan kapal perintis. ”Tapi belum tahu juga nanti akan diikutkan kapal perintis tujuan Surabaya atau Kalianget. Menunggu jadwal kapal,” paparnya.

Baca Juga :  Perpustakaan Keliling Tingkatkan Minat Baca Anak

Di tempat terpisah, warga Dusun Kayuaru, Desa/Kecamatan Kangayan dikabarkan hilang. Kabar itu tersebar di grup-grup WhatsApp. Jamal atau dikenal dengan nama Sitok, 48, yang bekerja sebagai nelayan berangkat melaut Jumat (24/7) sekitar pukul 03.00.

Namun hingga sekitar pukul 15.00, pria tersebut tak kunjung kembali ke rumah. Khawatir, pihak keluarga dibantu warga setempat kemudian melakukan upaya pencarian. Namun hingga Sabtu (25/7), Sitok belum ditemukan.

Informasinya, Sitok memiliki ciri-ciri berkulit agak gelap dan tinggi badan sekitar 165 cm. Terdapat nomor telepon pihak keluarga Sitok atas nama Ach. Rasyid dalam pesan tersebut. Namun saat dihubungi, tidak ada respons.

AKP Widiarti menegaskan, pihaknya tidak menerima informasi mengenai orang hilang. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Kangayan, Pulau Kangean, juga tidak ada laporan masuk mengenai warga yang hilang.

”Dari pihak desa juga belum menerima informasi itu. Tapi, polsek masih mencari informasi lebih lanjut,” terangnya.

Dia mengimbau jika terdapat warga yang hilang, diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwajib. Sehingga, bisa dibantu untuk melakukan proses pencarian. ”Kami juga masih akan mencari tahu informasi itu benar atau tidak,” kata mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Cuaca ekstrem di perairan Masalembu mengakibatkan kecelakaan laut. Kapal Motor (KM) DJO 3 karam di perairan Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Sumenep.

Kapal GT 684 berkapasitas muatan 650 ton itu kandas setelah dihantam ombak besar dan menabrak karang di perairan Masalembu, Jumat (24/7) sekitar pukul 22.15. Lambung bocor, air laut masuk hingga menenggelamkan separo badan kapal.

KM DJO 3 bermuatan barang kelontong dan bahan bangunan itu membawa 16 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut dinakhodai Kapten Anut Anggawian berikut Guna Apriana dan Diki Fajar yang menjabat sebagai mualim I dan II. Selain itu, terdapat 13 ABK lainnya yang masuk dalam kru pelayaran kapal itu.


Kejadian bermula saat KM DJO 3 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sekitar pukul 07.00 dengan tujuan Pelabuhan Malinau, Kalimantan Timur. Sesampainya di perairan laut Masalembu bagian selatan, kapal dihantam angin dan ombak besar. Kondisi tersebut membuat kapal terhempas dan hanyut menabrak batu karang hingga menyebabkan kebocoran di bagian haluan depan lambung kapal.

Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, saat ini posisi kapal kandas di atas batu karang. Beruntung, ABK bisa langsung dievakuasi ke daratan terdekat, Sabtu (25/7) sekitar pukul 06.00 oleh petugas syahbandar dibantu masyarakat setempat menggunakan perahu nelayan.

Baca Juga :  Nelayan Masalembu Tetap Tolak Cantrang

Saat dievakuasi, sembilan ABK dibawa ke Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Masalembu. Sementara tujuh ABK lainnya bertahan di kapal untuk menjaga muatan hingga selesai dievakuasi.

”Tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil hingga saat ini belum bisa ditentukan,” terangnya kemarin (26/7).

Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu menambahkan, barang muatan kapal dievakuasi ke pinggir pantai menggunakan tiga perahu nelayan. Hingga saat ini anggota dari syahbandar, Polsek dan Koramil Masalembu masih melakukan penjagaan KM DJO 3 yang berjarak sekitar 2 mil dari bibir pantai Dusun Baru, Desa Masalima, Kecamatan Masalembu.

Sementara itu, Kepala UPP Kelas III Masalembu Taufiqurrahman mengatakan, saat ini ABK ditampung di salah satu rumah warga. Semua ABK dalam kondisi sehat dan selamat. Sementara posisi kapal masih berada di titik semula. Gelombang laut di perairan Masalembu diperkirakan mencapai 2,5 meter.

Langkah selanjutnya, para ABK direncanakan dievakuasi kembali ke Surabaya menggunakan kapal perintis. ”Tapi belum tahu juga nanti akan diikutkan kapal perintis tujuan Surabaya atau Kalianget. Menunggu jadwal kapal,” paparnya.

Baca Juga :  Distribusi Logistik ke Masalembu Lewat Tanjung Perak

Di tempat terpisah, warga Dusun Kayuaru, Desa/Kecamatan Kangayan dikabarkan hilang. Kabar itu tersebar di grup-grup WhatsApp. Jamal atau dikenal dengan nama Sitok, 48, yang bekerja sebagai nelayan berangkat melaut Jumat (24/7) sekitar pukul 03.00.

Namun hingga sekitar pukul 15.00, pria tersebut tak kunjung kembali ke rumah. Khawatir, pihak keluarga dibantu warga setempat kemudian melakukan upaya pencarian. Namun hingga Sabtu (25/7), Sitok belum ditemukan.

Informasinya, Sitok memiliki ciri-ciri berkulit agak gelap dan tinggi badan sekitar 165 cm. Terdapat nomor telepon pihak keluarga Sitok atas nama Ach. Rasyid dalam pesan tersebut. Namun saat dihubungi, tidak ada respons.

AKP Widiarti menegaskan, pihaknya tidak menerima informasi mengenai orang hilang. Setelah berkoordinasi dengan Polsek Kangayan, Pulau Kangean, juga tidak ada laporan masuk mengenai warga yang hilang.

”Dari pihak desa juga belum menerima informasi itu. Tapi, polsek masih mencari informasi lebih lanjut,” terangnya.

Dia mengimbau jika terdapat warga yang hilang, diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwajib. Sehingga, bisa dibantu untuk melakukan proses pencarian. ”Kami juga masih akan mencari tahu informasi itu benar atau tidak,” kata mantan Kapolsek Kota Sumenep itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Pungutan PPDB hingga Rp 2 Juta

SMPN 2 Pasean Tak Diminati

Artikel Terbaru

/