alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Jalan Penghubung Desa di Kepulauan Rusak dan tanpa PJU

SUMENEP – Kondisi akses penghubung antar desa di Kecamatan Arjasa memprihatinkan. Sebab, banyak ruas jalan rusak dan tanpa lampu penerangan jalan umum (PJU). Salah satunya jalan penghubung Desa Pajenangger–Gelaman. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut berlubang, berdebu, dan berlumpur. Genangan air ada yang menutupi permukaan jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, pengendara roda dua dan empat kerap harus ekstra hati-hati ketika melintasi akses tersebut. Jika tidak konsentrasi, bisa terpeleset dan jatuh. Karena itu, alat keselamatan berkendara seperti helm sangat penting dikenakan. Juga masker. Sebab, tidak beraspal dan berdebu. Bisa mengganggu pernapasan.

Saat melewati jalan yang berlubang, pengendara harus waspada. Sebab, permukaannya terlihat rata karena ada genangan air. Jika keliru jalan, bisa terperosok dan terjatuh. Apalagi, ada jalan yang berlumpur. Saat melakukan penyusuran, motor yang dikendarai koran ini juga terperosok. Beberapa saat, roda sepeda motor berputar-putar.

Tidak hanya itu, jalan penghubung desa tersebut tidak dilengkapi lampu PJU. Hal itu membahayakan pengendara pada malam hari. Tapi karena tidak ada pilihan, warga kepulauan Kangean tetap melintasi jalan penghubung tersebut. Bagi pendatang, jangan nekat coba-coba jika tidak didampingi warga setempat.

Baca Juga :  Kucurkan Rp 150 M untuk Pengembangan Bandara Trunojoyo

Kerusakan akses tersebut dikeluhkan Muhni, warga Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa. Kepada koran ini, Muhni menuturkan bahwa jalan tersebut sudah lama dibiarkan rusak. ”Sebenarnya ada juga jalan yang mulus. Tapi, lebih banyak ruas jalan yang rusak,” ungkap pria berusia 44 tahun itu.

Dijelaskan, pihaknya kerap melalui jalan penghubung Desa Pajenangger–Gelaman tersebut. Sebab, salah satu keluarga besarnya tinggal di Desa Pajenangger. Pada momen Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Muhni beserta anggota keluarga lainnya biasa silaturahmi ke desa bagian selatan Pulau Kangean itu.

”Bagi kami sudah biasa. Bahkan, dulu jalannya lebih parah ketimbang sekarang. Bisa dua jam perjalanan. Kalau sekarang satu jam lebih sedikit sudah sampai tujuan,” ucap Muhni sembari melanjutkan perjalanan ke pusat Kecamatan Arjasa.

Baca Juga :  Dua Proyek Jalan Ditender Ulang

Sekretaris Camat Arjasa Aminullah tak menampik masih banyak jalan di Pulau Kangean yang butuh perbaikan. Tahun 2019 lalu, dia mengakui Kecamatan Arjasa mendapat kucuran dana miliaran untuk pembangunan infrastruktur jalan. ”Tahun ini kami belum mendapat informasi dari pemkab. Tapi, kami selalu ajukan bantuan yang berskala prioritas,” ucapnya.

Saat koran ini hendak konfirmasi ke dinas terkait tidak membuahkan hasil. Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto dan Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Sumenep Hariyanto Efendi tidak merespons saat dihubungi. Sebelumnya, sejumlah akses jalan di Pulau Kangean mendapat program pembangunan yang bersumber dari APBD 2019.

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi saat dihubungi juga tidak banyak memberikan penjelasan. Sebab secara teknis, pembangunan infrastruktur jalan merupakan tugas dari Dinas PU Bina Marga Sumenep. ”Langsung ke dinas terkait. Kalau saya jelaskan khawatir keliru,” sarannya singkat.

 

SUMENEP – Kondisi akses penghubung antar desa di Kecamatan Arjasa memprihatinkan. Sebab, banyak ruas jalan rusak dan tanpa lampu penerangan jalan umum (PJU). Salah satunya jalan penghubung Desa Pajenangger–Gelaman. Sejumlah titik di ruas jalan tersebut berlubang, berdebu, dan berlumpur. Genangan air ada yang menutupi permukaan jalan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, pengendara roda dua dan empat kerap harus ekstra hati-hati ketika melintasi akses tersebut. Jika tidak konsentrasi, bisa terpeleset dan jatuh. Karena itu, alat keselamatan berkendara seperti helm sangat penting dikenakan. Juga masker. Sebab, tidak beraspal dan berdebu. Bisa mengganggu pernapasan.

Saat melewati jalan yang berlubang, pengendara harus waspada. Sebab, permukaannya terlihat rata karena ada genangan air. Jika keliru jalan, bisa terperosok dan terjatuh. Apalagi, ada jalan yang berlumpur. Saat melakukan penyusuran, motor yang dikendarai koran ini juga terperosok. Beberapa saat, roda sepeda motor berputar-putar.

Tidak hanya itu, jalan penghubung desa tersebut tidak dilengkapi lampu PJU. Hal itu membahayakan pengendara pada malam hari. Tapi karena tidak ada pilihan, warga kepulauan Kangean tetap melintasi jalan penghubung tersebut. Bagi pendatang, jangan nekat coba-coba jika tidak didampingi warga setempat.

Baca Juga :  Penyusunan RPJMDes Harus Rampung Akhir Maret

Kerusakan akses tersebut dikeluhkan Muhni, warga Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa. Kepada koran ini, Muhni menuturkan bahwa jalan tersebut sudah lama dibiarkan rusak. ”Sebenarnya ada juga jalan yang mulus. Tapi, lebih banyak ruas jalan yang rusak,” ungkap pria berusia 44 tahun itu.

Dijelaskan, pihaknya kerap melalui jalan penghubung Desa Pajenangger–Gelaman tersebut. Sebab, salah satu keluarga besarnya tinggal di Desa Pajenangger. Pada momen Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Muhni beserta anggota keluarga lainnya biasa silaturahmi ke desa bagian selatan Pulau Kangean itu.

”Bagi kami sudah biasa. Bahkan, dulu jalannya lebih parah ketimbang sekarang. Bisa dua jam perjalanan. Kalau sekarang satu jam lebih sedikit sudah sampai tujuan,” ucap Muhni sembari melanjutkan perjalanan ke pusat Kecamatan Arjasa.

Baca Juga :  Arjasa Selesai, Kangayan Lebih Menantang

Sekretaris Camat Arjasa Aminullah tak menampik masih banyak jalan di Pulau Kangean yang butuh perbaikan. Tahun 2019 lalu, dia mengakui Kecamatan Arjasa mendapat kucuran dana miliaran untuk pembangunan infrastruktur jalan. ”Tahun ini kami belum mendapat informasi dari pemkab. Tapi, kami selalu ajukan bantuan yang berskala prioritas,” ucapnya.

Saat koran ini hendak konfirmasi ke dinas terkait tidak membuahkan hasil. Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto dan Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Sumenep Hariyanto Efendi tidak merespons saat dihubungi. Sebelumnya, sejumlah akses jalan di Pulau Kangean mendapat program pembangunan yang bersumber dari APBD 2019.

Sementara itu, Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi saat dihubungi juga tidak banyak memberikan penjelasan. Sebab secara teknis, pembangunan infrastruktur jalan merupakan tugas dari Dinas PU Bina Marga Sumenep. ”Langsung ke dinas terkait. Kalau saya jelaskan khawatir keliru,” sarannya singkat.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/