alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

RTH Keraton Sumenep Digerojok Rp 1,3 Miliar

SUMENEP – Pemkab berencana membangun ruang terbuka hijau (RTH) di area Keraton Sumenep. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan Rp 1,3 miliar. Selain RTH, dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan guest house atau sejenis penginapan.

Proyek tersebut berada di bawah kendali Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan Cipta Karya) Sumenep. Saat ini, proyek RTH dan guest house itu dalam masa lelang. Sebagaimana tertera di laman Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), proses lelang dimulai sejak 18 Mei.

Hingga Sabtu (26/5), 43 rekanan mendaftar lelang paket proyek tersebut. Rekanan yang mendaftar tidak otomatis akan lolos kualifikasi. Sebab sesuai tahapan, saat ini baru masuk pada evaluasi dokumen kualifikasi.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sumenep saat Sidak Proyek RSUD Arjasa

Jika tidak ada perubahan, Selasa (29/5) panitia lelang akan melakukan pembuktian kualifikasi, evaluasi penawaran, hingga penetapan pemenang. Sayang, di laman LPSE tidak dicantumkan berapa nilai penawaran dari masing-masing rekanan yang mendaftar lelang.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto membenarkan tentang proyek RTH dan guest house di area keraton tersebut. Namun dia belum bisa memberikan keterangan detail.

Kemarin Bambang mengaku sedang menghadiri acara. ”Senin saja ya ke kantor. Kalau lewat telepon saya tidak bisa menjelaskan secara detail,” kata Bambang Irianto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura.

SUMENEP – Pemkab berencana membangun ruang terbuka hijau (RTH) di area Keraton Sumenep. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan Rp 1,3 miliar. Selain RTH, dana tersebut akan digunakan untuk pembuatan guest house atau sejenis penginapan.

Proyek tersebut berada di bawah kendali Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan Cipta Karya) Sumenep. Saat ini, proyek RTH dan guest house itu dalam masa lelang. Sebagaimana tertera di laman Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), proses lelang dimulai sejak 18 Mei.

Hingga Sabtu (26/5), 43 rekanan mendaftar lelang paket proyek tersebut. Rekanan yang mendaftar tidak otomatis akan lolos kualifikasi. Sebab sesuai tahapan, saat ini baru masuk pada evaluasi dokumen kualifikasi.

Baca Juga :  Sepuluh Eks Kendaraan Dinas Belum Laku

Jika tidak ada perubahan, Selasa (29/5) panitia lelang akan melakukan pembuktian kualifikasi, evaluasi penawaran, hingga penetapan pemenang. Sayang, di laman LPSE tidak dicantumkan berapa nilai penawaran dari masing-masing rekanan yang mendaftar lelang.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto membenarkan tentang proyek RTH dan guest house di area keraton tersebut. Namun dia belum bisa memberikan keterangan detail.

Kemarin Bambang mengaku sedang menghadiri acara. ”Senin saja ya ke kantor. Kalau lewat telepon saya tidak bisa menjelaskan secara detail,” kata Bambang Irianto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madura.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/