alexametrics
20.5 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Ratusan Pedagang Pasar Anom Tutup Toko

IMBAUAN kerumunan lebih 20 orang untuk mencegah penularan virus korona berlaku di Pasar Anom Baru Sumenep kemarin (26/3). Ratusan pedagang di pasar terbesar di Bumi Sumekar itu memilih menutup toko, mulai dari lantai 1 hingga lantai 2.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Blok A Pasar Anom Baru Sumenep terdiri atas dua lantai. Lantai dasar tersedia 212 toko. Namun, yang ditempati pedagang hanya 150 unit. Dari 150 unit itu, 40 persen atau 60 unit di antaranya tutup.

Untuk lantai dua terdiri atas 218 toko. Yang ditempati pedagang hanya 95 unit. Sementara yang buka hanya 30 persen atau sekitar 28 unit.

Baca Juga :  Tak Dirawat di RSUD dr Moh. Anwar

Dengan demikian, dari 245 toko yang ditempati pedagang hanya 118 yang buka. Untuk sementara, 127 toko tutup sebagai bentuk pencegahan penularan virus korona.

Pedagang di Pasar Anom Blok A mayoritas menjual perlengkapan rumah tangga mulai dari ember, sapu, wajan, dan lainnya. Juga ada pedagang baju, aksesori, vas bunga, dan masih banyak lagi.

Makanan khas Madura seperti keripik singkong juga tersedia di Blok A. Namun, akibat adanya wabah virus korona, banyak pedagang yang menutup tempat usahanya itu.

Administrator pengelolaan pasar Moh. Hamim Shiddiqi mengatakan, menindaklanjuti pandemi Covid-9, pedagang diimbau tidak membuka toko. Terutama jika tidak benar-benar urgen.

Hal ini untuk membantu pencegahan persebaran Covid-19. Pasar yang tutup bukan dari sektor sembako. Jadi kebutuhan sehari-hari masyarakat masih bisa terpenuhi.

Baca Juga :  Hindari Diet Berat saat Pandemi

Pengelola pasar sudah menyediakan tempat cuci tangan untuk pedagang dan pembeli di Pasar Anom Blok A. ”Sosialisasi pada semua pedagang agar menjaga kesehatan juga sudah dilakukan,” tukasnya.

Setiap pagi dan sore Pasar Anom Blok A disemprot dengan cairan pembunuh bakteri. Karena itu, dia berharap pengunjung pasar jaga diri. ”Apabila pedagang hendak buka toko, disarankan memakai masker dan menjaga kesehatan. Selain itu juga rajin cuci tangan,” tambahnya. (mi)

IMBAUAN kerumunan lebih 20 orang untuk mencegah penularan virus korona berlaku di Pasar Anom Baru Sumenep kemarin (26/3). Ratusan pedagang di pasar terbesar di Bumi Sumekar itu memilih menutup toko, mulai dari lantai 1 hingga lantai 2.

Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Blok A Pasar Anom Baru Sumenep terdiri atas dua lantai. Lantai dasar tersedia 212 toko. Namun, yang ditempati pedagang hanya 150 unit. Dari 150 unit itu, 40 persen atau 60 unit di antaranya tutup.

Untuk lantai dua terdiri atas 218 toko. Yang ditempati pedagang hanya 95 unit. Sementara yang buka hanya 30 persen atau sekitar 28 unit.

Baca Juga :  Tim Polres Sigap Tangani Covid-19

Dengan demikian, dari 245 toko yang ditempati pedagang hanya 118 yang buka. Untuk sementara, 127 toko tutup sebagai bentuk pencegahan penularan virus korona.

Pedagang di Pasar Anom Blok A mayoritas menjual perlengkapan rumah tangga mulai dari ember, sapu, wajan, dan lainnya. Juga ada pedagang baju, aksesori, vas bunga, dan masih banyak lagi.

Makanan khas Madura seperti keripik singkong juga tersedia di Blok A. Namun, akibat adanya wabah virus korona, banyak pedagang yang menutup tempat usahanya itu.

Administrator pengelolaan pasar Moh. Hamim Shiddiqi mengatakan, menindaklanjuti pandemi Covid-9, pedagang diimbau tidak membuka toko. Terutama jika tidak benar-benar urgen.

Hal ini untuk membantu pencegahan persebaran Covid-19. Pasar yang tutup bukan dari sektor sembako. Jadi kebutuhan sehari-hari masyarakat masih bisa terpenuhi.

Baca Juga :  Surplus Neraca Perdagangan Tunjukkan Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi

Pengelola pasar sudah menyediakan tempat cuci tangan untuk pedagang dan pembeli di Pasar Anom Blok A. ”Sosialisasi pada semua pedagang agar menjaga kesehatan juga sudah dilakukan,” tukasnya.

Setiap pagi dan sore Pasar Anom Blok A disemprot dengan cairan pembunuh bakteri. Karena itu, dia berharap pengunjung pasar jaga diri. ”Apabila pedagang hendak buka toko, disarankan memakai masker dan menjaga kesehatan. Selain itu juga rajin cuci tangan,” tambahnya. (mi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/