alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kantor Pos Tahan 800 Tabloid Indonesia Barokah

SUMENEP –  Tabloid Indonesia Barokah beredar di Sumenep. Yang menjadi sasaran adalah pondok pesantren (ponpes), sekolah, masjid, dan tokoh masyarakat. Sekitar 800 eksemplar kini masih ditahan di kantor PT Pos Indonesia.

Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Noris mengutarakan, dua hari yang lalu Panwascam Gayam menemukan Tabloid Indonesia Barokah di salah satu masjid. Pihaknya kemudian melakukan penelusuran di kecamatan lain. Ternyata juga ditemukan.

Menurut Noris, untuk menghindari kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat, Bawaslu Sumenep mengambil langkah dengan mengimbau kantor Pos Sumenep agar tidak mendistribusikan tabloid tersebut. ”Kami kroscek ke Kantor Pos Sumenep. Apakah betul ada pengiriman tabloid,” ujarnya.

Noris menjelaskan, tabloid tersebut ditahan demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Sebab, Sumenep bukan yang pertama mendapatkan tabloid itu. ”Sehingga, itu menjadi atensi kami untuk tidak mendistribusikan tabloid itu,” terangnya.

Baca Juga :  Pasca Penyerangan Mapolsek Wonokromo, Wabup Sumenep Bilang Begini

Terkait konten, Noris belum bisa menyimpulkan. Sebab, saat ini Bawaslu RI juga belum menyimpulkan. Apakah tabloid itu mengandung black campaign atau tidak. ”Kami masih menunggu arahan Bawaslu RI juga. Pokoknya yang sudah kadung didistribusikan, kami perintahkan untuk ditahan dulu,” ucapnya.

Mandor Kantor Pos Sumenep Yuvianto Prasetyo mengatakan, pengiriman untuk Tabloid Indonesia Barokah melalui kantor Pos Sumenep tidak ada resinya seperti kiriman biasa. ”Semacam kerja sama dengan kita seperti porto dibayar itu,” katanya.

Karena itu, pihaknya tidak mengakses banyaknya berapa. Hanya dia memperkirakan sekitar 1.000 eksemplar. ”Yang sudah tersebar 200-an eksemplar. Targetnya, masjid, musala, dan lain-lain,” ungkapnya.

Yuvi menyatakan, setelah ramai di luar dan menjadi atensi Bawaslu, Kantor Pos Sumenep akhirnya tidak mendistribusikan tabloid tersebut. Selain itu, mendapat arahan dari Kantor Pos regional untuk tidak disebar. ”Alamat yang dituju dan pengirimnya ada,” pungkasnya.

Baca Juga :  Harga Mahal, Polisi Awasi Penjualan BBM di Arjasa

Tujuan tabliod tersebut antara lain Masjid Nabawi Desa Banjar Timur, Kecamatan Gapura. Selain itu, enam pondok pesantren di Kecamatan Manding. Yakni, Ponpes Haramain, Desa Kasengan; Ponpes As Salafiyah Kebun Baru, Desa Manding Daya;  dan Ponpes Al Bajigur, Desa Tenonan.

Kemudian, Ponpes Nurul Falah, Ponpes Nurul Mutaqqin, dan Ponpes Mambaul Ulum yang sama-sama beralamat di Desa Lanjuk. ”Ada 14 eksemplar tabloid yang kami amankan,” terang Kapolsek Manding AKP Suharto kepada RadarMadura.id.

SUMENEP –  Tabloid Indonesia Barokah beredar di Sumenep. Yang menjadi sasaran adalah pondok pesantren (ponpes), sekolah, masjid, dan tokoh masyarakat. Sekitar 800 eksemplar kini masih ditahan di kantor PT Pos Indonesia.

Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Noris mengutarakan, dua hari yang lalu Panwascam Gayam menemukan Tabloid Indonesia Barokah di salah satu masjid. Pihaknya kemudian melakukan penelusuran di kecamatan lain. Ternyata juga ditemukan.

Menurut Noris, untuk menghindari kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat, Bawaslu Sumenep mengambil langkah dengan mengimbau kantor Pos Sumenep agar tidak mendistribusikan tabloid tersebut. ”Kami kroscek ke Kantor Pos Sumenep. Apakah betul ada pengiriman tabloid,” ujarnya.


Noris menjelaskan, tabloid tersebut ditahan demi menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Sebab, Sumenep bukan yang pertama mendapatkan tabloid itu. ”Sehingga, itu menjadi atensi kami untuk tidak mendistribusikan tabloid itu,” terangnya.

Baca Juga :  Enam Pesantren Ternyata Dapat Kiriman Tabloid Indonesia Barokah

Terkait konten, Noris belum bisa menyimpulkan. Sebab, saat ini Bawaslu RI juga belum menyimpulkan. Apakah tabloid itu mengandung black campaign atau tidak. ”Kami masih menunggu arahan Bawaslu RI juga. Pokoknya yang sudah kadung didistribusikan, kami perintahkan untuk ditahan dulu,” ucapnya.

Mandor Kantor Pos Sumenep Yuvianto Prasetyo mengatakan, pengiriman untuk Tabloid Indonesia Barokah melalui kantor Pos Sumenep tidak ada resinya seperti kiriman biasa. ”Semacam kerja sama dengan kita seperti porto dibayar itu,” katanya.

Karena itu, pihaknya tidak mengakses banyaknya berapa. Hanya dia memperkirakan sekitar 1.000 eksemplar. ”Yang sudah tersebar 200-an eksemplar. Targetnya, masjid, musala, dan lain-lain,” ungkapnya.

Yuvi menyatakan, setelah ramai di luar dan menjadi atensi Bawaslu, Kantor Pos Sumenep akhirnya tidak mendistribusikan tabloid tersebut. Selain itu, mendapat arahan dari Kantor Pos regional untuk tidak disebar. ”Alamat yang dituju dan pengirimnya ada,” pungkasnya.

Baca Juga :  Listrik Hanya Menyala Malam Hari, Pemilik Warnet Andalkan Aki

Tujuan tabliod tersebut antara lain Masjid Nabawi Desa Banjar Timur, Kecamatan Gapura. Selain itu, enam pondok pesantren di Kecamatan Manding. Yakni, Ponpes Haramain, Desa Kasengan; Ponpes As Salafiyah Kebun Baru, Desa Manding Daya;  dan Ponpes Al Bajigur, Desa Tenonan.

Kemudian, Ponpes Nurul Falah, Ponpes Nurul Mutaqqin, dan Ponpes Mambaul Ulum yang sama-sama beralamat di Desa Lanjuk. ”Ada 14 eksemplar tabloid yang kami amankan,” terang Kapolsek Manding AKP Suharto kepada RadarMadura.id.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/