alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Delapan Hari Calon Penumpang Telantar

SUMENEP – Cuaca ekstrem di perairan Sumenep mengakibatkan pelayaran dari Pelabuhan Kalianget lumpuh. Akibatnya, puluhan penumpang yang hendak menuju kepulauan harus menunggu berhari-hari di pelabuhan.

Ada 23 penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Masalembu. Mereka tertahan di ruang tunggu Pelabuhan Kalianget karena kapal yang mereka tumpangi tidak bisa berlayar. Beberapa di antara mereka ada yang menginap lebih dari seminggu.

Salah satunya ialah Rojai, 52, warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu. Sudah delapan hari dia bersama istrinya menginap di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Kalianget. Sebab, kapal yang akan dia tumpangi tidak bisa melaut.

”Saya sama istri sudah delapan hari. Di antara yang lain mungkin saya yang paling lama. Ada yang tiga hari, ada yang sudah lima hari. Biasanya, kapal itu berangkat setiap tiga hari sekali,” ungkapnya Jumat (26/1).

Baca Juga :  Draf KUA-PPAS Belum Dibahas, Bupati¬†Sindir Kinerja DPRD

Kepala Bagian Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Syahbandar Kalianget Edi Sucipto menjelaskan, pihaknya belum menarik larangan berlayar bagi armada laut yang melintasi perairan Sumenep. Bahkan, larangan itu kemungkinan bisa diperpanjang.

”Sampai hari ini, dari pemantauan kami gelombang memang tinggi. Jadi, kami belum menarik larangan berlayar. Bahkan kalau gelombang tidak kunjung tenang, kemungkinan larangan itu bisa diperpanjang,” jelasnya.

Untuk mengingatkan, ada tiga trayek jalur pelayaran yang dilarang. Yaitu, jalur Masalembu, Kangean, dan Sapeken. Edi menerangkan, ada delapan kapal penumpang yang biasa beroperasi di tiga jalur ini. Yaitu, KM Sumekar, Ekspres Bahari, KMP Darma Kartika, KMP Satya Kencana, KM Katerine, KM Maumere, Sabuk Nusantara 56, dan Sabuk Nusantara 27.

Baca Juga :  Pingsan, Hingga Anak Nyaris Tertinggal, Keberangkatan Kapal Dramatis

”Semuanya lumpuh akibat cuaca buruk ini. Jadi, pasti banyak penumpang yang telantar. Bukan telantar lah, tapi ditunda keberangkatannya,” ujar Edi.

Kepala UPP Syahbandar Masalembu Loveryanto menginformasikan adanya kapal kandas di sisi selatan Pulau Masalembu. Kapal tersebut berada sekitar 0,5 mil dari Pulau tersebut.

Loveryanto menjelaskan, kapal itu bernama LCT Harapan 7. Saat kandas, kapal tersebut tidak bermuatan, hanya ada sepuluh awak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda.

Kapal itu diketahui berlayar dari Pulau Obi, Maluku, menuju Jakarta. ”Sampai sekarang (kemarin), kapalnya masih di lokasi karena kandas. Sementara ABK masih berada di kapal,” pungkasnya. 

- Advertisement -

SUMENEP – Cuaca ekstrem di perairan Sumenep mengakibatkan pelayaran dari Pelabuhan Kalianget lumpuh. Akibatnya, puluhan penumpang yang hendak menuju kepulauan harus menunggu berhari-hari di pelabuhan.

Ada 23 penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Masalembu. Mereka tertahan di ruang tunggu Pelabuhan Kalianget karena kapal yang mereka tumpangi tidak bisa berlayar. Beberapa di antara mereka ada yang menginap lebih dari seminggu.

Salah satunya ialah Rojai, 52, warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu. Sudah delapan hari dia bersama istrinya menginap di ruang tunggu penumpang Pelabuhan Kalianget. Sebab, kapal yang akan dia tumpangi tidak bisa melaut.


”Saya sama istri sudah delapan hari. Di antara yang lain mungkin saya yang paling lama. Ada yang tiga hari, ada yang sudah lima hari. Biasanya, kapal itu berangkat setiap tiga hari sekali,” ungkapnya Jumat (26/1).

Baca Juga :  Aktivitas Penyeberangan Mulai Normal

Kepala Bagian Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Syahbandar Kalianget Edi Sucipto menjelaskan, pihaknya belum menarik larangan berlayar bagi armada laut yang melintasi perairan Sumenep. Bahkan, larangan itu kemungkinan bisa diperpanjang.

”Sampai hari ini, dari pemantauan kami gelombang memang tinggi. Jadi, kami belum menarik larangan berlayar. Bahkan kalau gelombang tidak kunjung tenang, kemungkinan larangan itu bisa diperpanjang,” jelasnya.

Untuk mengingatkan, ada tiga trayek jalur pelayaran yang dilarang. Yaitu, jalur Masalembu, Kangean, dan Sapeken. Edi menerangkan, ada delapan kapal penumpang yang biasa beroperasi di tiga jalur ini. Yaitu, KM Sumekar, Ekspres Bahari, KMP Darma Kartika, KMP Satya Kencana, KM Katerine, KM Maumere, Sabuk Nusantara 56, dan Sabuk Nusantara 27.

Baca Juga :  Siswa TK hingga SMA Galang Dana untuk Palestina

”Semuanya lumpuh akibat cuaca buruk ini. Jadi, pasti banyak penumpang yang telantar. Bukan telantar lah, tapi ditunda keberangkatannya,” ujar Edi.

Kepala UPP Syahbandar Masalembu Loveryanto menginformasikan adanya kapal kandas di sisi selatan Pulau Masalembu. Kapal tersebut berada sekitar 0,5 mil dari Pulau tersebut.

Loveryanto menjelaskan, kapal itu bernama LCT Harapan 7. Saat kandas, kapal tersebut tidak bermuatan, hanya ada sepuluh awak buah kapal (ABK), termasuk nakhoda.

Kapal itu diketahui berlayar dari Pulau Obi, Maluku, menuju Jakarta. ”Sampai sekarang (kemarin), kapalnya masih di lokasi karena kandas. Sementara ABK masih berada di kapal,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/