Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ASN Tak Boleh Sekadar Rajin Ceklok

A
Penulis: Amin Bashiri❯
RAMAH: Sekkab Agus Dwi Saputra saat berkunjung ke kantor Diskominfo Sumenep.
RAMAH: Sekkab Agus Dwi Saputra saat berkunjung ke kantor Diskominfo Sumenep.

Advertisement

 

SUMENEP, RadarMadura.id – Disiplin aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya diukur dari kehadiran. Pemkab Sumenep mendorong aparatur membuktikan kedisiplinan melalui tanggung jawab, pencapaian target, serta kemampuan melahirkan inovasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, kualitas pemerintahan sangat bergantung pada sikap dan kinerja aparatur. Karena itu, kedisiplinan ASN harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Advertisement

”Lebih dari itu, kedisiplinan harus tercermin melalui kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan, pencapaian target, serta tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan,” katanya saat berkunjung ke Diskominfo Sumenep.

Menurut Agus, setiap pimpinan perangkat daerah harus aktif melakukan pembinaan terhadap bawahannya. Pembinaan tidak hanya menyangkut kedisiplinan, tetapi juga kualitas pekerjaan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

”Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga bagaimana ASN melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Advertisement

Selain disiplin, Agus meminta ASN tidak terjebak pada pola kerja rutin. Perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah menuntut aparatur mampu beradaptasi dan melahirkan gagasan baru untuk menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.

Dia menilai, inovasi tidak selalu harus berupa program besar atau teknologi yang kompleks. Penyederhanaan pelayanan, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan koordinasi antar perangkat daerah juga dapat menjadi bentuk inovasi.

”Kami harap budaya inovasi tumbuh di setiap perangkat daerah sehingga pekerjaan pemerintahan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin cepat serta responsif,” ucapnya.

Meski demikian, setiap inovasi harus tetap memperhatikan aturan, efektivitas anggaran, dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti sebatas gagasan. ”Tetapi, menghasilkan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik," tandasnya. (tif/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BKPSDM Sumenep Tingkatkan Literasi Keuangan ASN Lewat Sosialisasi Program Taspen 

BKPSDM Sumenep Tingkatkan Literasi Keuangan ASN Lewat Sosialisasi Program Taspen 

Kepala BKPSDM Sumenep Benny Irawan mengatakan, literasi keuangan penting dimiliki ASN agar mampu merencanakan kondisi finansial secara matang. 

Rayakan Hari Jadi Ke-757 Kabupaten Sumenep, Tiga Hari ASN Wajib Berbusana Keraton

Rayakan Hari Jadi Ke-757 Kabupaten Sumenep, Tiga Hari ASN Wajib Berbusana Keraton

Bupati Fauzi mengatakan, baju adat keraton memiliki makna lebih dari sekadar pakaian tradisional. Busana tersebut merepresentasikan sejarah dan kebesaran Keraton Sumenep yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat.

Gaji Dua ASN Terseret Tipikor Dipotong Separo

Gaji Dua ASN Terseret Tipikor Dipotong Separo

Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim mengatakan, pemberhentian sementara dan pemotongan gaji 50 persen bagi ASN yang berhadapan dengan hukum harus dijadikan perhatian serius oleh para abdi negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer