Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Ada Pita Cukai, Industri Rokok Tersendat

H
PROGRES: Sejumlah karyawan salah satu perusahaan tengah fokus bekerja di APHT Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (DKUPP UNTUK JPRM)
PROGRES: Sejumlah karyawan salah satu perusahaan tengah fokus bekerja di APHT Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. (DKUPP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Industri rokok di kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, tengah menghadapi masalah serius.


Advertisement

Perusahaan rokok (PR) yang tergabung di kawasan tersebut mengeluhkan keterbatasan ketersediaan pita cukai.

Meski aktivitas produksi masih berjalan, kondisi itu membuat hasil produksi tidak dapat didistribusikan. Rokok yang telah diproduksi terpaksa menumpuk di gudang karena belum ditempeli pita cukai, yang menjadi syarat utama sebelum dipasarkan secara legal.

Salah satu direktur PR di kawasan APHT Guluk-Guluk yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proses produksi masih berjalan normal. Namun, distribusi hasil produksi terhenti karena tidak ada pita cukainya. Padahal, pihaknya sudah memesan.

Advertisement

”Produksi masih berjalan seperti biasa. Tetapi, stok rokok saat ini menumpuk karena belum bisa didistribusikan ke distributor maupun penjual eceran,” ungkapnya.

Selain kendala pita cukai, perusahaan juga menghadapi persoalan bahan baku, terutama tembakau siap giling (TSG). Menurutnya, proses peracikan bahan baku masih terkendala, salah satunya akibat faktor cuaca.

”Ada juga kendala bahan baku, terutama TSG yang masih dalam proses peracikan. Kemarin sempat ada beberapa kendala, termasuk faktor cuaca,” ujarnya.

Advertisement

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap operasional perusahaan. Sejumlah pabrik terpaksa merumahkan sementara sebagian karyawan pelinting sambil menunggu ketersediaan pita cukai. Kebijakan itu diambil untuk menjaga keberlangsungan usaha.

”Ini bukan penghentian kerja permanen. Hanya dirumahkan sementara sambil menunggu persoalan pita cukai ini bisa segera teratasi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang karyawan APHT, Alfatun, berharap pemerintah segera memberikan kepastian, khususnya dari pihak Bea Cukai.

”Kami berharap ada kejelasan secepatnya dari pemerintah, terutama Bea Cukai. Kalau pita cukai terus tidak tersedia, otomatis produksi dan distribusi akan terus terhambat, dan itu sangat berpengaruh terhadap nasib para pekerja,” ujarnya.

Terpisah, Direktur PD Sumekar Hendri Kurniawan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bea Cukai Madura melalui unit APHT.

Menurutnya, keterlambatan ketersediaan pita cukai tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

”Bea Cukai menjelaskan bahwa keterlambatan itu berasal dari pusat, bukan dari pengendalian Bea Cukai Madura,” tandasnya. (tif/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Razia Rokok Bodong Juga Menyasar Angkutan Umum, Ratusan Ribu Batang Diserahkan ke Bea Cukai

Razia Rokok Bodong Juga Menyasar Angkutan Umum, Ratusan Ribu Batang Diserahkan ke Bea Cukai

Plt Kepala Satpol PP Sampang Suaidi Asyikin menyampaikan, berbeda dengan tahun sebelumnya, penertiban tahun ini tim gabungan lebih fokus melakukan pencegatan kendaraan di sejumlah titik jalan raya yang dianggap krusial.

Pengurusan Izin Tak Kunjung Rampung,  Satu Perusahaan Rokok di APHT Sumenep Tak Kunjung Beroperasi

Pengurusan Izin Tak Kunjung Rampung, Satu Perusahaan Rokok di APHT Sumenep Tak Kunjung Beroperasi

Dari 12 perusahaan rokok yang menempati fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut, baru 11 perusahaan yang telah beroperasi.

Kerja Sama Pengelolaan TPST Terhenti, PT Reciki Solusi Indonesia Sebut Rugi Hingga Rp 40 Juta Tiap Bulan

Kerja Sama Pengelolaan TPST Terhenti, PT Reciki Solusi Indonesia Sebut Rugi Hingga Rp 40 Juta Tiap Bulan

Menurut Agus Liandi, nilai pembayaran jasa pengolahan sampah di Bangkalan dinilai terlalu rendah dibanding daerah lain yang telah memiliki sistem pengelolaan sampah lebih maju.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer