Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Riset Belum Dilaksanakan

A
Penulis: Amin Basiri❯

 


Advertisement

TERGENANG: Masyarakat mendorong kendaraannya di Jalan Nasional Sumenep–Pamekasan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.
TERGENANG: Masyarakat mendorong kendaraannya di Jalan Nasional Sumenep–Pamekasan di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi.
 

KOTA, Jawa Pos Radar Madura – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumenep bekerja sama dengan ITS Surabaya dalam melakukan riset terkait penanganan banjir di Kota Keris.

Meski begitu, hingga sekarang hasil riset tersebut belum diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Akibatnya, hasil riset belum ditindaklanjuti.

Advertisement

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas PUTR Sumenep Dedi Falahudin mengaku, instansinya belum menerima hasil riset brida bersama ITS tersebut. Pihaknya masih menunggu penyerahan hasil riset yang dilengkapi dengna rekomendasi.

Jika sudah diterima, pihaknya akan merancang rumusan kebijakan untuk menindaklanjuti. Jika riset diserahkan awal tahun, makan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026.

”Jika waktunya tidak nutut, kemungkinan akan dimasukkan dalam APBD 2027,” katanya.

Advertisement

Dedi mengutarakan, rekomendasi kebijakan dari hasil riset akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Artinya, tidak semua bisa dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.

Dia menyatakan, konsep penanganan banjir sudah dibahas. Namun, hal itu disesuaikan dengan kemampuan anggaran. ”Master plan drainase yang digunakan saat ini masih mengacu ke tahun 2012,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi menekankan agar hasil penelitian diimplementasikan secara serius oleh OPD terkait. Sebab, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bencana banjir di wilayah perkotaan akan berkepanjangan.

”Sejauh ini berbagai program pemkab untuk menangani banjir belum berdampak secara signifikan,” ungkapnya.

Dia meminta agar setiap program yang dirancang ekskutif harus ada kajian secara komprehensif. Sehingga, programnya tepat dan berdampak maksimal, tidak hanya asal ada program.

”Pastinya, dinas PUTR harus fokus memperbaiki irigasi dan saluran air khusunya di kawasan yang rentan terjadi genangan hingga banjir,” pesannya. (tif/bil)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer