Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga RDF Nunggu Hasil Laboratorium

A
Penulis: Amin Basiri❯
PROGRES: Petugas melakukan proses daur ulang sampah di TPA Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, Senin(12/1).
PROGRES: Petugas melakukan proses daur ulang sampah di TPA Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, Senin(12/1).


SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep sudah mengirim hasil olahan sampah berupa refuse derived fuel (RDF) pada November 2025. Namun, hingga saat ini harga jualnya belum ditentukan.


Advertisement

Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Sumenep Achmad Junaidi menyampaikan, hingga saat ini proses uji laboratorium oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) belum tuntas. Sehingga, harga masih belum bisa ditentukan.

”Dalam perjanjian kerja sama (PKS) memang masa waktu uji laboratoriumnya selama tiga bulan. Kemungkinan di akhir bulan ini sudah diketahui,” terangnya.

Dijelaskan, Pemkab telah menandatangani PKS dengan PT SBI. Pada pengiriman perdana, Pemkab Sumenep mengirim hasil olahan sampah tersebut sebanyak 24,1 ton.

Advertisement

”Pengiriman ini capaian yang luar biasa, karena sampah yang selama ini menjadi persoalan, kini bisa diolah dan menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Junaidi memastikan, setelah proses pengecekan terhadap kualitas RDf yang dikirim dari Sumenep baru bisa diketahui harga serta biaya transportasinya.

Menurutnya, hasil olahan sampah yang diproduksi instansinya dibagi menjadi dua jenis. Yakni, organik dan nonorganik.

Advertisement

”Untuk pengiriman, pihak ketiga yang langsung menangani. Kami hanya menyiapkan bahan olahannya. Jadi selain penentuan harga, juga biaya pengangkutannya akan diketahui,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri meminta agar DLH berkomitmen dalam mengolah sampah tersebut.

Mesin yang dibelanjakan dengan anggaran Rp 2,8 miliar itu dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

”Mesin itu jangan hanya sekadar jadi alat daur ulang, tetapi harus memberikan pendapatan yang besar ke daerah,” pintanya. (tif/bil)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Sumenep Borong Penghargaan Sepanjang 2026, Bupati Fauzi Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pihak-pihak yang telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Keris.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer