Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembahasan Raperda Perlindungan Keris Kabupaten Sumenep Mandek

A
Penulis: Amin Basiri❯

TUGU

LENGANG: Masyarakat berada di sekitar tugu keris di Taman Bunga Pottre Koneng, Sumenep, Kamis (9/01).
LENGANG: Masyarakat berada di sekitar tugu keris di Taman Bunga Pottre Koneng, Sumenep, Kamis (9/01).

SUMENEP, RadarMadura.id - Pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang perlindungan keris mandek.


Advertisement

Pembahasan regulasi yang masuk dalam Propemperda 2025 itu belum tuntas.

Ketua Pansus Raperda Perlindungan Keris Mulyadi menyampaikan, pihaknya sudah meminta dinas kebudayaan, kepemudaan, olahraga dan pariwisata (disbudporapar) untuk memfasilitasi pertemuan dengan para perajin keris. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi mereka. 

Termasuk akan dibahas apa imbasnya kepada para perajin bila raperda ini diundangkan. Karena itu kami perlu berdiskusi dengan mereka, katanya Kamis (8/1).

Advertisement

Politikus Partai Demokrat itu menilai, disbudporapar kurang serius untuk menuntaskan regulasi tersebut.

Padahal, raperda tersebut merupakan usulan dari legislatif. ”Disbudporapar terkesan kurang serius, karena hingga saat ini belum ada tindak lanjut apa-apa ke kami, ucapnya. 

Mulyadi menjelaskan, pihaknya telah menyusun naskah akademik (NA) bersama Universitas Brawijaya.

Advertisement

Menurutnya, naskah itu telah menjawab berbagai persoalan terkait keris di Sumenep.

”Pertemuan dengan pembuat NA memang sudah dilakukan, naskahnya cukup bagus. Tapi, kami kan perlu untuk bertemu langsung dengan para perajin, kami ingin berdiskusi dengan mereka. Paling tidak, dengan perwakilan para perajin, terangnya.

Terpisah, Kepala Disbudporapar Sumenep Moh. Iksan memaparkan, dalam proses pembuatan NA, Universitas Brawijaya sudah melakukan focus group discussion (FGD) dengan para perajin keris. Menurutnya, hasil FGD telah dituangkan dalam NA.

Iksan menyatakan, FGD dilakukan sebanyak dua kali. Menurutnya, hasil FGD tersebut sudah mencerminkan serap aspirasi dengan para perajin keris. ”Tapi, kalau pansus mau ketemu dengan para perajin, ya dipersilakan, tukasnya. (tif/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Perkuat Identitas Budaya

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Perkuat Identitas Budaya

Benda-benda bersejarah itu merepresentasikan perjalanan panjang, perjuangan, dan kebesaran Keraton Sumenep yang menjadi bagian dari

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer