Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DKUPP Sumenep Bina Pelaku UMKM

A
Penulis: Amin Basiri❯
FOKUS: Kepala DKPP Sumenep Moh. Ramli (tengah) saat menyampaikan sambutan dalam acara pembinaan UMKM di Graha Niaga Bung Hatta DKUPP, kemarin (6/1).
FOKUS: Kepala DKPP Sumenep Moh. Ramli (tengah) saat menyampaikan sambutan dalam acara pembinaan UMKM di Graha Niaga Bung Hatta DKUPP, kemarin (6/1).

SUMENEP, RadarMadura.id - Pemkab Sumenep menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2025 tentang Busana Budaya Keraton dan Busana Khas Sumenep.


Advertisement

Kebijakan tersebut dinilai membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal.

Menindaklanjuti regulasi itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep menggelar pembinaan bagi pelaku UMKM agar mampu menangkap peluang usaha.

Kegiatan tersebut diikuti pelaku usaha konfeksi, perajin batik, keris, serta aksesori penunjang busana budaya.

Advertisement

Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli mengatakan, perbup tersebut bertujuan melestarikan budaya sekaligus memberdayakan UMKM.

Pembinaan dilakukan agar pelaku usaha siap memanfaatkan peluang dari kebijakan tersebut.

”Peluang usahanya sudah terbuka lebar. Perbup ini sudah memberikan rambu-rambu, katanya kemarin (6/1).

Advertisement

Ramli menjelaskan, kebutuhan busana budaya cukup besar seiring jumlah ASN dan PPPK di Sumenep yang mencapai lebih dari 15 ribu orang.

Karena itu, pelaku UMKM diminta segera menyiapkan produksi dan memperkuat branding.

”Yang terpenting, produk dibuat dan dikembangkan di Sumenep agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat lokal, tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Disbudporapar Sumenep Moh. Iksan dan Kabag Hukum Setkab Sumenep Hizbul Wathan. Juga, budayawan Tadjul Arifin. (tif/han)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

RSUD Sumenep Jaga Mutu Pelayanan,  Sejumlah Indikator Meningkat Pada Triwulan Dua

RSUD Sumenep Jaga Mutu Pelayanan, Sejumlah Indikator Meningkat Pada Triwulan Dua

pengukuran indikator mutu pelayanan menjadi instrumen penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Perssu MC Tumbang di Laga Uji Coba

Perssu MC Tumbang di Laga Uji Coba

Perssu MU akan terus melanjutkan pemusatan latihan. Juga akan menjadwalkan kembali agenda uji coba.

WFH dan Transportasi Non-BBM Diklaim Tekan Konsumsi BBM ASN,  Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlalu Signifikan

WFH dan Transportasi Non-BBM Diklaim Tekan Konsumsi BBM ASN, Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlalu Signifikan

manfaat kebijakan itu lebih terasa pada lingkungan internal pemerintah. Terutama, dalam menekan konsumsi BBM aparatur sipil negara (ASN).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer