alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Haji Moh. Hosni Berdakwah melalui Jalur Politik

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Haji Moh. Hosni gemar berorganisasi sejak masih duduk di bangku madrasah. Dia aktif di organisasi intra sekolah (OSIS). Kegemaran itu terus dipertahankan hingga lulus kuliah. Kemudian, hatinya berlabuh di Partai NasDem.

Dia mengawali karir politiknya sebagai Ketua Garda NasDem Sumenep. Kala itu, Hosni tidak pernah menyangka akan menduduki pucuk pimpinan di partai besutan Surya Paloh tersebut.

Namun, karena keberhasilannya mengelola organisasi, akhirnya dia dipilih menjadi ketua DPD partai restorasi tersebut. Sejumlah anggota DPRD Sumenep yang berangkat dari partai itu berada di bawah kendalinya. 

Hosni mengatakan, semua orang bisa menebar manfaat. Tetapi, akan lebih bermanfaat jika memiliki kebijakan. ”Saya terjun di dunia politik ini semata agar bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pelaksana Proyek Gardu Induk Dikeluhkan

Alumni STIKES Surya Mitra Husada, Kediri itu menceritakan perjalanan politiknya. Dia mengaku sempat ingin keluar dari dunia politik. Namun, tidak direstui oleh guru spiritualnya. 

Alasannya, karena di jalur politiklah seseorang bisa memiliki kebijakan. Kemudian, dengan kewenangan dan kebijakann itulah bisa berdakwah dan memperjuangkan hak masyarakat. ”Berdakwah itu tidak harus jadi ustaz, tapi bisa melalui jalur politik,” katanya.

Sejak saat itulah, Hosni memantapkan diri untuk konsisten berada di jalur politik. Partai NasDem diyakini sebagai kendaraan besar yang posisinya selalu berpihak pada masyarakat kecil. 

Jika diberi amanah sebagai pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, Hosni berjanji akan menggunakan amanah itu dengan baik. Bagi Hosni, jabatan bukan tujuan, tapi alat untuk memperjuangkan hak rakyat. (pen/par)

Baca Juga :  Pasrah jika Hujan, Berharap Bisa Panen

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Haji Moh. Hosni gemar berorganisasi sejak masih duduk di bangku madrasah. Dia aktif di organisasi intra sekolah (OSIS). Kegemaran itu terus dipertahankan hingga lulus kuliah. Kemudian, hatinya berlabuh di Partai NasDem.

Dia mengawali karir politiknya sebagai Ketua Garda NasDem Sumenep. Kala itu, Hosni tidak pernah menyangka akan menduduki pucuk pimpinan di partai besutan Surya Paloh tersebut.

Namun, karena keberhasilannya mengelola organisasi, akhirnya dia dipilih menjadi ketua DPD partai restorasi tersebut. Sejumlah anggota DPRD Sumenep yang berangkat dari partai itu berada di bawah kendalinya. 


Hosni mengatakan, semua orang bisa menebar manfaat. Tetapi, akan lebih bermanfaat jika memiliki kebijakan. ”Saya terjun di dunia politik ini semata agar bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  BANG HiPo Selamatkan Kotaku dari Kesan Kumuh

Alumni STIKES Surya Mitra Husada, Kediri itu menceritakan perjalanan politiknya. Dia mengaku sempat ingin keluar dari dunia politik. Namun, tidak direstui oleh guru spiritualnya. 

Alasannya, karena di jalur politiklah seseorang bisa memiliki kebijakan. Kemudian, dengan kewenangan dan kebijakann itulah bisa berdakwah dan memperjuangkan hak masyarakat. ”Berdakwah itu tidak harus jadi ustaz, tapi bisa melalui jalur politik,” katanya.

Sejak saat itulah, Hosni memantapkan diri untuk konsisten berada di jalur politik. Partai NasDem diyakini sebagai kendaraan besar yang posisinya selalu berpihak pada masyarakat kecil. 

Jika diberi amanah sebagai pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, Hosni berjanji akan menggunakan amanah itu dengan baik. Bagi Hosni, jabatan bukan tujuan, tapi alat untuk memperjuangkan hak rakyat. (pen/par)

Baca Juga :  Pohon Cemara Roboh Akibat Abrasi

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/