alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Bupati Fauzi: Masyarakat Harus Bersatu Kembali

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2021 di Sumenep digelar kemarin (25/11). Sebanyak 38 calon kepala desa (cakades) berjenis kelamin perempuan. Mereka bertarung dengan 213 cakades laki-laki.

Awalnya jumlah desa yang akan menggelar pilkades tahun ini 86 desa. Akan tetapi, terdapat dua desa yang ditunda. Yaitu Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk.

Pendaftar bakal calon kepala desa (bacakades) pada mulanya berjumlah 301 orang. Pendaftar laki-laki 257 orang dan 44 orang perempuan. Setelah verifikasi, ditetapkan 251 cakades. Perinciannya, 213 laki-laki dan 38 perempuan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi. Hal tersebut untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa berjalan lancar.

Kali pertama rombongan menuju Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Setelahnya berlanjut ke Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto. Lalu bergeser ke Desa Juluk, Kecamatan Saronggi. Terakhir, Bupati Achmad Fauzi memantau pelaksanaan pemungutan suara di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota.

Fauzi menyaksikan pilkades di lima kecamatan tersebut berjalan dengan lancar dan damai. Menurut informasi yang diterima olehnya, pilkades di seluruh desa masih berjalan dengan aman dan terkendali. Kondisi demikian diharapkan dapat tetap terjaga. Maka dari itu, dirinya selalu mengimbau agar masyarakat dapat saling menjaga keamanan.

”Tentu itu menjadi harapan semua masyarakat Sumenep. Sementara kami, pemerintah kabupaten, sebagai penanggung jawab atas suksesnya pilkades hari ini akan melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masyarakat Abaikan Larangan Mudik

Fauzi juga mengatakan, cakades berikut dengan pendukungnya harus siap untuk menang dan kalah. Setelah pilkades ini selesai digelar dan pemenangnya ditentukan, maka masyarakat harus bisa menjadi satu kembali. Dendam politik tidak boleh hadir sebagai pemecah belah.

”Tidak boleh ada provokasi. Karena sesungguhnya setiap TPS sudah ada dua orang saksi. Jadi, untuk mencoba melakukan kecurangan itu sulit. Satu calon dua saksi per TPS. Dalam penghitungan juga dijaga saksi pada setiap TPS,” tambahnya.

Pengamanan pilkades tahun ini lebih ketat dibandingkan yang lalu. Oleh sebab itu, dirinya optimistis bahwa dari awal hingga akhir akan berlangsung aman, damai, jujur, dan adil.

Di samping itu, pilkades saat ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Maka, selain memperhatikan keamanan, pemerintah kabupaten (pemkab) juga menekankan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes). Agar pasca pelaksanaan pilkades ini tidak muncul peta sebaran Covid-19 yang baru.

”Kalau prokes itu sudah lengkap semua peralatannya, tinggal masyarakat mematuhi aturan yang ada,” imbau pria asal Desa Torbang, Kecamatan Batuan, itu.

Pilkades di kepulauan juga berlangsung lancar. Pengamanannya dilakukan sejak H-5 pemungutan suara. ”Seluruh personel Polri yang terlibat kegiatan pengamanan sebanyak 2.361 orang. Kemudian dari Kodim 380 orang, dan didukung linmas 1.322 orang. Jadi total pengamanan lebih dari 4 ribu personel yang melaksanakan kegiatan pengamanan,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya.

Baca Juga :  134 ASN di Sumenep Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi

Sementara itu, sehari sebelum pencoblosan, beredar sebuah video yang diduga terkait politik uang. Orang dalam video itu diduga salah satu tim sukses (timses) cakades membagikan sejumlah uang kepada warga.

Video tersebut tersebar di sejumlah platform media sosial. Video berdurasi 43 detik itu diketahui terjadi di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek. Terduga pelaku praktik money politics tersebut berinisial RK.

Salah seorang warga Desa Jadung berinisial SI membenarkan video itu. Ceritanya, pada Selasa malam (23/11) sekitar pukul 20.00, RK datang ke salah satu rumah warga di Dusun Gua. Pelaku mendatangi rumah-rumah warga dan menyerahkan uang supaya mendukung salah satu calon.

”Jumlah uangnya sebesar Rp 200 ribu. Lengkap dengan stiker colon Kadesnya,” kata pemuda 29 tahun itu Rabu malam (24/11).

SI mengungkapkan, RK ditemukan keesokan harinya Rabu (23/11) sekitar pukul 06.00 oleh tim pemenangan lawan. Kemudian, digerebek saat berada di rumahnya. ”Sebelumnya dia memang dicari, tapi tidak ditemukan,” katanya.

Sebelum diamankan anggota Polsek Dungkek, RK diinterogasi oleh tim pemenangan calon lain di polindes. Baru sekitar pukul 11.30, anggota Polsek Dungkek membawa RK. Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berusaha mendapat penjelasan Kapolsek Dungkek Iptu Salamet. Namun, dia belum menanggapi upaya konfirmasi. Sementara Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengaku tidak tahu. (c4/c3)

- Advertisement -

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2021 di Sumenep digelar kemarin (25/11). Sebanyak 38 calon kepala desa (cakades) berjenis kelamin perempuan. Mereka bertarung dengan 213 cakades laki-laki.

Awalnya jumlah desa yang akan menggelar pilkades tahun ini 86 desa. Akan tetapi, terdapat dua desa yang ditunda. Yaitu Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk.

Pendaftar bakal calon kepala desa (bacakades) pada mulanya berjumlah 301 orang. Pendaftar laki-laki 257 orang dan 44 orang perempuan. Setelah verifikasi, ditetapkan 251 cakades. Perinciannya, 213 laki-laki dan 38 perempuan.


Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama anggota forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi. Hal tersebut untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa berjalan lancar.

Kali pertama rombongan menuju Desa Jambu, Kecamatan Lenteng. Setelahnya berlanjut ke Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto. Lalu bergeser ke Desa Juluk, Kecamatan Saronggi. Terakhir, Bupati Achmad Fauzi memantau pelaksanaan pemungutan suara di Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota.

Fauzi menyaksikan pilkades di lima kecamatan tersebut berjalan dengan lancar dan damai. Menurut informasi yang diterima olehnya, pilkades di seluruh desa masih berjalan dengan aman dan terkendali. Kondisi demikian diharapkan dapat tetap terjaga. Maka dari itu, dirinya selalu mengimbau agar masyarakat dapat saling menjaga keamanan.

”Tentu itu menjadi harapan semua masyarakat Sumenep. Sementara kami, pemerintah kabupaten, sebagai penanggung jawab atas suksesnya pilkades hari ini akan melakukan yang terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disparbudpora Promosikan Gili Iyang dan Kasur Pasir

Fauzi juga mengatakan, cakades berikut dengan pendukungnya harus siap untuk menang dan kalah. Setelah pilkades ini selesai digelar dan pemenangnya ditentukan, maka masyarakat harus bisa menjadi satu kembali. Dendam politik tidak boleh hadir sebagai pemecah belah.

”Tidak boleh ada provokasi. Karena sesungguhnya setiap TPS sudah ada dua orang saksi. Jadi, untuk mencoba melakukan kecurangan itu sulit. Satu calon dua saksi per TPS. Dalam penghitungan juga dijaga saksi pada setiap TPS,” tambahnya.

Pengamanan pilkades tahun ini lebih ketat dibandingkan yang lalu. Oleh sebab itu, dirinya optimistis bahwa dari awal hingga akhir akan berlangsung aman, damai, jujur, dan adil.

Di samping itu, pilkades saat ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Maka, selain memperhatikan keamanan, pemerintah kabupaten (pemkab) juga menekankan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes). Agar pasca pelaksanaan pilkades ini tidak muncul peta sebaran Covid-19 yang baru.

”Kalau prokes itu sudah lengkap semua peralatannya, tinggal masyarakat mematuhi aturan yang ada,” imbau pria asal Desa Torbang, Kecamatan Batuan, itu.

Pilkades di kepulauan juga berlangsung lancar. Pengamanannya dilakukan sejak H-5 pemungutan suara. ”Seluruh personel Polri yang terlibat kegiatan pengamanan sebanyak 2.361 orang. Kemudian dari Kodim 380 orang, dan didukung linmas 1.322 orang. Jadi total pengamanan lebih dari 4 ribu personel yang melaksanakan kegiatan pengamanan,” ungkap Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya.

Baca Juga :  DBS III┬áKelebihan 290 Penumpang

Sementara itu, sehari sebelum pencoblosan, beredar sebuah video yang diduga terkait politik uang. Orang dalam video itu diduga salah satu tim sukses (timses) cakades membagikan sejumlah uang kepada warga.

Video tersebut tersebar di sejumlah platform media sosial. Video berdurasi 43 detik itu diketahui terjadi di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek. Terduga pelaku praktik money politics tersebut berinisial RK.

Salah seorang warga Desa Jadung berinisial SI membenarkan video itu. Ceritanya, pada Selasa malam (23/11) sekitar pukul 20.00, RK datang ke salah satu rumah warga di Dusun Gua. Pelaku mendatangi rumah-rumah warga dan menyerahkan uang supaya mendukung salah satu calon.

”Jumlah uangnya sebesar Rp 200 ribu. Lengkap dengan stiker colon Kadesnya,” kata pemuda 29 tahun itu Rabu malam (24/11).

SI mengungkapkan, RK ditemukan keesokan harinya Rabu (23/11) sekitar pukul 06.00 oleh tim pemenangan lawan. Kemudian, digerebek saat berada di rumahnya. ”Sebelumnya dia memang dicari, tapi tidak ditemukan,” katanya.

Sebelum diamankan anggota Polsek Dungkek, RK diinterogasi oleh tim pemenangan calon lain di polindes. Baru sekitar pukul 11.30, anggota Polsek Dungkek membawa RK. Jawa Pos Radar Madura (JPRM) berusaha mendapat penjelasan Kapolsek Dungkek Iptu Salamet. Namun, dia belum menanggapi upaya konfirmasi. Sementara Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengaku tidak tahu. (c4/c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Bupati: Toreh Dukung Jakfar

Nyabu, Dua Warga Surabaya Dibekuk

Artikel Terbaru

/