alexametrics
19.5 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Mahasiswa Minta Benahi Transportasi Laut

SUMENEP – Puluhan mahasiswa asal kepulauan Sumenep berunjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep dan kantor DPRD. Mereka terdiri atas Himpunan Mahasiswa Sapeken Sumenep, Forum Mahasiswa Kangayan, dan Forum Pemuda Raas.

Kedatangan mereka bermaksud menyampaikan keluh kesah masyarakat kepulauan. Terutama berkaitan dengan transportasi laut. Koordinator aksi Abdul menyampaikan, pemerintah harus bersikap adil terhadap seluruh rakyat. Baik warga di wilayah daratan maupun di kepulauan.

Menurut Abdul, ketimpangan yang paling nyata dirasakan masyarakat kepulauan ialah masalah transportasi laut. Dengan konsidi geografis Sumenep yang memiliki banyak pulau, transportasi laut menjadi penopang utama. Misalnya, bidang perekonomian, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.

Kapal yang digunakan saat ini sudah beroperasi puluhan tahun lalu. Abdul mengatakan, armada tersebut kurang layak dioperasikan. Penumpang juga masih disatukan dengan barang dan selalu berlayar dengan kapasitas yang berlebihan. Dengan demikian, keselamatan penumpang menjadi terancam.

Baca Juga :  Ancam Laporkan Kejari ke KPK

”Pemerintah Kabupaten Sumenep harus berani menganggarkan untuk pengadaan transportasi baru tahun 2020,” tegasnya.

Namun, massa tidak bisa menemui bupati Sumenep. Sesuai informasi yang diterima, bupati tidak berada di kantornya. Dengan perasaan kecewa, peserta melanjutkan aksinya di kantor DPRD Sumenep. Tuntutan yang disampaikan sama.

Seluruh massa aksi menuntut wakil rakyat itu mengawal persoalan tersebut. Khususnya para anggota dewan dari dapil VI kepulauan. Dengan demikian, masyarakat kepulauan tidak selalu merasa mendapat perlakuan tidak adil.

Anggota DPRD dari dapil VI Abu Hasan mengapresiasi tindakan kritis peserta aksi tersebut. Dirinya menerima dan berjanji akan terus mengawal setiap kebutuhan masyarakat pulau. Dia mengakui masalah transportasi bukan lagi rahasia bagi masyarakat pulau.

Baca Juga :  Selesaikan Pembahasan APBD Tepat Waktu

”Semestinya, pemerintah memberikan perhatian khusus untuk masyarakat kepulauan,” jelasnya. (c3)

SUMENEP – Puluhan mahasiswa asal kepulauan Sumenep berunjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep dan kantor DPRD. Mereka terdiri atas Himpunan Mahasiswa Sapeken Sumenep, Forum Mahasiswa Kangayan, dan Forum Pemuda Raas.

Kedatangan mereka bermaksud menyampaikan keluh kesah masyarakat kepulauan. Terutama berkaitan dengan transportasi laut. Koordinator aksi Abdul menyampaikan, pemerintah harus bersikap adil terhadap seluruh rakyat. Baik warga di wilayah daratan maupun di kepulauan.

Menurut Abdul, ketimpangan yang paling nyata dirasakan masyarakat kepulauan ialah masalah transportasi laut. Dengan konsidi geografis Sumenep yang memiliki banyak pulau, transportasi laut menjadi penopang utama. Misalnya, bidang perekonomian, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.


Kapal yang digunakan saat ini sudah beroperasi puluhan tahun lalu. Abdul mengatakan, armada tersebut kurang layak dioperasikan. Penumpang juga masih disatukan dengan barang dan selalu berlayar dengan kapasitas yang berlebihan. Dengan demikian, keselamatan penumpang menjadi terancam.

Baca Juga :  Demo Kantor Dewan, Formaka Tuntut Pemerataan Listrik Kangean

”Pemerintah Kabupaten Sumenep harus berani menganggarkan untuk pengadaan transportasi baru tahun 2020,” tegasnya.

Namun, massa tidak bisa menemui bupati Sumenep. Sesuai informasi yang diterima, bupati tidak berada di kantornya. Dengan perasaan kecewa, peserta melanjutkan aksinya di kantor DPRD Sumenep. Tuntutan yang disampaikan sama.

Seluruh massa aksi menuntut wakil rakyat itu mengawal persoalan tersebut. Khususnya para anggota dewan dari dapil VI kepulauan. Dengan demikian, masyarakat kepulauan tidak selalu merasa mendapat perlakuan tidak adil.

Anggota DPRD dari dapil VI Abu Hasan mengapresiasi tindakan kritis peserta aksi tersebut. Dirinya menerima dan berjanji akan terus mengawal setiap kebutuhan masyarakat pulau. Dia mengakui masalah transportasi bukan lagi rahasia bagi masyarakat pulau.

Baca Juga :  Miris, Fasilitas Pantai Lombang Rusak Berat.

”Semestinya, pemerintah memberikan perhatian khusus untuk masyarakat kepulauan,” jelasnya. (c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/