alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

BMKG Pastikan Tidak Ada Gempa Susulan

SUMENEP — Gempa kembali mengguncang Kabupaten Sumenep Sabtu malam (24/11) pukul 22.18. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di antaranya di Kecamatan Kalianget, Dungkek, dan Pulau Sapudi. Namun, tidak ada korban dan kerugian dalam gempa tersebut.

Kepala Stasiun dan UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget Usman Kholid membenarkan kejadian tersebut. Hasil analisis itu menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan M 4,3. ”Episenter terletak pada koordinat 7,34 LS dan 114,40 BT,” katanya Minggu (25/11).

Usman menjelaskan, gempa bumi tersebut berlokasi di timur laut Kabupaten Situbondo dengan jarak 60 km. Sementara kedalaman gempa diperkirakan 10 km. Namun, dampaknya juga dirasakan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Sumenep: Pemerintah Tanggung Semua Biaya dan Santuni Korban

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Usman menegaskan, masyarakat Sumenep tetap aman. Hingga kemarin pukul 23.54, hasil monitor BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.

”Pusat gempa berada di laut Situbondo 60 kilometer. Kami berharap, masyarakat tidak percaya pada isu-isu yang tidak bisa dipertangguingjawabkan,” sarannya. Pihaknya akan terus memantau. Jika ada potensi gempa, pasti diinformasikan.

Di tempat terpisah, warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Rofika, 19, mengaku merasakan ada gataran gempa, tetapi hanya sebentar. Bahkan pintu rumah dan kacanya juga bergetar. ”Iya, saya merasa bergoyang sebentar, waktu saya nonton TV saat tidur tiduran,” tuturnya.

Baca Juga :  Peserta Latsarnas Perti Dibekali Materi Penyelamatan Korban Tenggelam

Hamdani, warga Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, juga membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku merasakan ada getaran, tapi kecil. ”Iya, merasakan getaran dua kali. Tapi, alhamdulillah tidak ada korban atau apa, di sini semua selamat,” ucapnya. (c2)

SUMENEP — Gempa kembali mengguncang Kabupaten Sumenep Sabtu malam (24/11) pukul 22.18. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Di antaranya di Kecamatan Kalianget, Dungkek, dan Pulau Sapudi. Namun, tidak ada korban dan kerugian dalam gempa tersebut.

Kepala Stasiun dan UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget Usman Kholid membenarkan kejadian tersebut. Hasil analisis itu menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan M 4,3. ”Episenter terletak pada koordinat 7,34 LS dan 114,40 BT,” katanya Minggu (25/11).

Usman menjelaskan, gempa bumi tersebut berlokasi di timur laut Kabupaten Situbondo dengan jarak 60 km. Sementara kedalaman gempa diperkirakan 10 km. Namun, dampaknya juga dirasakan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Relawan Tempuh Jalur Laut Berjam-jam demi Vaksinasi Warga Kepulauan

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Usman menegaskan, masyarakat Sumenep tetap aman. Hingga kemarin pukul 23.54, hasil monitor BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan.

”Pusat gempa berada di laut Situbondo 60 kilometer. Kami berharap, masyarakat tidak percaya pada isu-isu yang tidak bisa dipertangguingjawabkan,” sarannya. Pihaknya akan terus memantau. Jika ada potensi gempa, pasti diinformasikan.

Di tempat terpisah, warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Rofika, 19, mengaku merasakan ada gataran gempa, tetapi hanya sebentar. Bahkan pintu rumah dan kacanya juga bergetar. ”Iya, saya merasa bergoyang sebentar, waktu saya nonton TV saat tidur tiduran,” tuturnya.

Baca Juga :  Petasan Meledak, Empat Pemuda di Madura Alami Luka Bakar

Hamdani, warga Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, juga membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku merasakan ada getaran, tapi kecil. ”Iya, merasakan getaran dua kali. Tapi, alhamdulillah tidak ada korban atau apa, di sini semua selamat,” ucapnya. (c2)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/