alexametrics
20 C
Madura
Monday, August 8, 2022

BPBD Sebut Daya Tampung Drainase di Sumenep Buruk

SUMENEP – Hujan yang melanda Sumenep Sabtu siang (25/11) membuat sebagian wilayah tergenang. Beberapa ruas jalan dan fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan tidak luput dari genangan air hujan.

Hujan deras yang mengguyur Sumenep sejak pukul 11.30 hingga pukul 13.30 mengakibatkan banjir di beberapa titik. Dia antaranya, Jalan Trunojoyo dan Jalan Kamboja. Banjir juga merendam sebagian kantor instansi pemerintahan seperti kantor inspektorat dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Sumenep.

Genangan air juga terjadi di RSUD dr. H. Moh. Anwar dan Bandara Trunojoyo Sumenep. Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep juga kena banjir.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar mengungkapkan, genangan air di rumah sakit pelat merah itu terjadi di kawasan (gedung rawat inap utama) GRIU, poli, dan gudang penyimpanan. Fitril mengaku, genangan bukan yang pertama.

Meski sudah mendapat gelar paripurna, rumah sakit milik pemerintah itu masih sering tergenang jika terjadi hujan lebat. ”Sebelumnya juga sempat ada genangan. Tidak setiap hujan, hanya kalau hujannya sangat lebat,” ungkapnya.

Fitril menjelaskan, genangan yang terjadi di rumah sakit yang dipimpinanya itu akibat saluran air yang sudah tidak mampu menampung debit air. Air yang seharusnya mengalir keluar kompleks rumah sakit justru berbalik dan menggenangi fasilitas rumah sakit.

Baca Juga :  Gelontorkan Rp 6,9 Miliar untuk RTLH

Menurut pengakuan Firman, salah seorang keluarga pasien, genangan air setinggi mata kaki sempat menggenangi lantai satu Griu RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Genangan air tersebut masuk ke kamar perawatan pasien. Beruntung, genangan air tidak lama.

”Saat saya naik ke lantai dua, belum ada genangan. Begitu turun, sudah banjir. Kira-kira dua jam genangan sudah surut,” tuturnya.

Hal yang sama terjadi di Bandara Trunojoyo Sumenep. Meski tidak separah di RSUD, genangan air di bandara kebanggaan warga Sumenep itu sempat merepotkan pengelola. Flight Operation Officer (FOO) Bandara Trunojoyo Teguh mengungkapkan, hujan deras menyebabkan saluran pembuangan dari landasan pacu pesawat tidak mampu menampung debit air. Dengan begitu, air meluber dan mengganggu lintasan penumpang pesawat.

”Itu saluran pembuangan dari runaway. Karena salurannya tidak mampu menampung debit air yang tinggi, akhirnya meluber ke rute jalan penumpang ke pesawat,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menerangkan, genangan air yang terjadi di beberapa titik terjadi akibat daya tampung drainase buruk. BPBD tidak bertanggung jawab mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kota Sumenep.

Baca Juga :  Dua Dusun Tergenang Banjir

”Banjir di kota ini disebabkan drainase yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Ini bukan wewenang kami, melainkan dinas PU cikatarung,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, ada dua penyebab munculnya genangan air di kota. Yaitu, minimnya daerah serapan air dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Bambang menuturkan, hampir seluruh kasus buntunya drainase di Sumenep disebabkan timbunan sampah.

”Benar genangan air ini akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Tetapi penyebabnya tidak sesederhana itu. Pola hidup masyarakat saat ini, seperti halaman rumah tanpa serapan air karena di-paving dan kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah penyebab utama. Ini efek domino,” dalihnya.

Dia mengaku, pihaknya telah mempersiapkan masterplan penanganan banjir kota. Masterplan itu ada sejak 2013 dan akan di-launching pada Januari 2018. Dia mengklaim, program yang bakal menghabiskan dana Rp 15 miliar itu dapat mengatasi banjir di Kota Sumenep. ”Kami sudah mempersiapkan jalan keluar untuk permasalahan banjir di kota. Tahun depan akan kami launching,” pungkasnya.

SUMENEP – Hujan yang melanda Sumenep Sabtu siang (25/11) membuat sebagian wilayah tergenang. Beberapa ruas jalan dan fasilitas umum seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan tidak luput dari genangan air hujan.

Hujan deras yang mengguyur Sumenep sejak pukul 11.30 hingga pukul 13.30 mengakibatkan banjir di beberapa titik. Dia antaranya, Jalan Trunojoyo dan Jalan Kamboja. Banjir juga merendam sebagian kantor instansi pemerintahan seperti kantor inspektorat dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Sumenep.

Genangan air juga terjadi di RSUD dr. H. Moh. Anwar dan Bandara Trunojoyo Sumenep. Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Sumenep juga kena banjir.


Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Fitril Akbar mengungkapkan, genangan air di rumah sakit pelat merah itu terjadi di kawasan (gedung rawat inap utama) GRIU, poli, dan gudang penyimpanan. Fitril mengaku, genangan bukan yang pertama.

Meski sudah mendapat gelar paripurna, rumah sakit milik pemerintah itu masih sering tergenang jika terjadi hujan lebat. ”Sebelumnya juga sempat ada genangan. Tidak setiap hujan, hanya kalau hujannya sangat lebat,” ungkapnya.

Fitril menjelaskan, genangan yang terjadi di rumah sakit yang dipimpinanya itu akibat saluran air yang sudah tidak mampu menampung debit air. Air yang seharusnya mengalir keluar kompleks rumah sakit justru berbalik dan menggenangi fasilitas rumah sakit.

Baca Juga :  Hujan Sudah Turun, 82 Desa Masih Kekeringan

Menurut pengakuan Firman, salah seorang keluarga pasien, genangan air setinggi mata kaki sempat menggenangi lantai satu Griu RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Genangan air tersebut masuk ke kamar perawatan pasien. Beruntung, genangan air tidak lama.

”Saat saya naik ke lantai dua, belum ada genangan. Begitu turun, sudah banjir. Kira-kira dua jam genangan sudah surut,” tuturnya.

Hal yang sama terjadi di Bandara Trunojoyo Sumenep. Meski tidak separah di RSUD, genangan air di bandara kebanggaan warga Sumenep itu sempat merepotkan pengelola. Flight Operation Officer (FOO) Bandara Trunojoyo Teguh mengungkapkan, hujan deras menyebabkan saluran pembuangan dari landasan pacu pesawat tidak mampu menampung debit air. Dengan begitu, air meluber dan mengganggu lintasan penumpang pesawat.

”Itu saluran pembuangan dari runaway. Karena salurannya tidak mampu menampung debit air yang tinggi, akhirnya meluber ke rute jalan penumpang ke pesawat,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menerangkan, genangan air yang terjadi di beberapa titik terjadi akibat daya tampung drainase buruk. BPBD tidak bertanggung jawab mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kota Sumenep.

Baca Juga :  Bupati Minta Kelas Khusus Cemara Udang

”Banjir di kota ini disebabkan drainase yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Ini bukan wewenang kami, melainkan dinas PU cikatarung,” terangnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Sumenep Bambang Irianto membenarkan hal tersebut. Menurut dia, ada dua penyebab munculnya genangan air di kota. Yaitu, minimnya daerah serapan air dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Bambang menuturkan, hampir seluruh kasus buntunya drainase di Sumenep disebabkan timbunan sampah.

”Benar genangan air ini akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Tetapi penyebabnya tidak sesederhana itu. Pola hidup masyarakat saat ini, seperti halaman rumah tanpa serapan air karena di-paving dan kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah penyebab utama. Ini efek domino,” dalihnya.

Dia mengaku, pihaknya telah mempersiapkan masterplan penanganan banjir kota. Masterplan itu ada sejak 2013 dan akan di-launching pada Januari 2018. Dia mengklaim, program yang bakal menghabiskan dana Rp 15 miliar itu dapat mengatasi banjir di Kota Sumenep. ”Kami sudah mempersiapkan jalan keluar untuk permasalahan banjir di kota. Tahun depan akan kami launching,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/