alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

6 Desa Terima Bantuan Air Tahap 2

SUMENEP – Bencana kekeringan masih melanda beberapa daerah di Sumenep. Badan pananggulangan bencana daerah (BPBD) mulai mendistribusikan bantuan air tahap dua. Yakni, untuk desa yang mengajukan bantuan air.

 Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyampaikan, ada enam desa dengan kategori kering kritis kembali mengajukan penambahan dropping air. Yakni, Desa Montorna, Prancak, Badur, Larangan Barma, Langsar, dan Kombang.

Pendistribusiannya bekerja sama dengan PDAM. Untuk lokasi medan datar biasanya diantar dengan armada milik PDAM Sumenep. Sementara untuk wilayah Kecamatan Batuputih, bantuan air diberikan kepada pihak ketiga yang memiliki armada.

 Khusus lokasi dengan medan berat untuk dijangkau seperti Desa Prancak, Montorna, dan Talango langsung ditangani BPBD. ”Rata-rata armada yang bisa melintasi medan berat hanya armada dari BPBD,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejari Kumpulkan Keterangan Prona Aengpanas dan Prenduan

Air yang diterima masyarakat sesuai dengan jumlah KK di desa tersebut. Dengan demikian, bantuan air satu desa dengan desa lain tidak sama. ”Ada desa yang menerima seminggu sekali, juga ada yang seminggu dua kali,” terang Rahman.

Mantan sekretaris bappeda itu menyatalan, musim kemarau tahun ini terjadi di luar perkiraan. Sebelumnya diprediksi, pertengahan September memasuki musim penghujan. Faktanya, hingga akhir Oktober belum turun hujan.

Pendistribusian air akan dilakukan sampai awal Desember. Sesuai dengan rilis BMKG yang diterima BPBD, musim hujan di Sumenep diperkirakan awal Desember. ”Mudah-mudahan tidak meleset lagi seperti sebelumnya agar bencana kekeringan segera teratasi,” harapnya. (c3)

- Advertisement -

SUMENEP – Bencana kekeringan masih melanda beberapa daerah di Sumenep. Badan pananggulangan bencana daerah (BPBD) mulai mendistribusikan bantuan air tahap dua. Yakni, untuk desa yang mengajukan bantuan air.

 Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyampaikan, ada enam desa dengan kategori kering kritis kembali mengajukan penambahan dropping air. Yakni, Desa Montorna, Prancak, Badur, Larangan Barma, Langsar, dan Kombang.

Pendistribusiannya bekerja sama dengan PDAM. Untuk lokasi medan datar biasanya diantar dengan armada milik PDAM Sumenep. Sementara untuk wilayah Kecamatan Batuputih, bantuan air diberikan kepada pihak ketiga yang memiliki armada.


 Khusus lokasi dengan medan berat untuk dijangkau seperti Desa Prancak, Montorna, dan Talango langsung ditangani BPBD. ”Rata-rata armada yang bisa melintasi medan berat hanya armada dari BPBD,” jelasnya.

Baca Juga :  Program Pipanisasi Ratusan Juta Baru Dilelang

Air yang diterima masyarakat sesuai dengan jumlah KK di desa tersebut. Dengan demikian, bantuan air satu desa dengan desa lain tidak sama. ”Ada desa yang menerima seminggu sekali, juga ada yang seminggu dua kali,” terang Rahman.

Mantan sekretaris bappeda itu menyatalan, musim kemarau tahun ini terjadi di luar perkiraan. Sebelumnya diprediksi, pertengahan September memasuki musim penghujan. Faktanya, hingga akhir Oktober belum turun hujan.

Pendistribusian air akan dilakukan sampai awal Desember. Sesuai dengan rilis BMKG yang diterima BPBD, musim hujan di Sumenep diperkirakan awal Desember. ”Mudah-mudahan tidak meleset lagi seperti sebelumnya agar bencana kekeringan segera teratasi,” harapnya. (c3)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/