alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Kafe Parao Kandes Kawasan WPS Terbakar

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kafe Parao Kandes di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, dilalap api kemarin (25/8). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 saat kafe sedang tutup. Api sulit dijinakkan karena embusan angin cukup kencang.

Sejumlah fasilitas kafe di kawasan Water Park Sumekar (WPS) itu rusak. Sedikitnya ada lima unit perahu bekas dan tempat duduk pengunjung yang hangus. Terutama bagian atap yang terbuat dari anyaman daun kering.

Tohari, saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan, api berasal dari semak-semak yang letaknya bersebelahan dengan kafe. ”Bersama dua warga lainnya, saya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Sumber titik api sekitar 50 kilometer dari Kafe Parao Kandes. Namun, api sulit dipadamkan karena embusan angin kencang,” ucapnya.

Baca Juga :  Dilarang, PKL Kembali Tempati Kawasan Arek Lancor

Menurut dia, api lekas membesar karena di lokasi banyak daun kering dan bahan mudah terbakar. ”Karena itu, api menjalar ke perahu bekas fasilitas yang ada di kafe,” jelas laki-laki yang mengaku sebagai juru parkir di area WPS itu.

Dia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api baru bisa dijinakkan setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di tempat kejadian perkara (TKP). ”Kafe ini masih masuk kawasan WPS, tapi sudah lama tutup sejak diterapkan PPKM,” pungkasnya. 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Kafe Parao Kandes di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, dilalap api kemarin (25/8). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 saat kafe sedang tutup. Api sulit dijinakkan karena embusan angin cukup kencang.

Sejumlah fasilitas kafe di kawasan Water Park Sumekar (WPS) itu rusak. Sedikitnya ada lima unit perahu bekas dan tempat duduk pengunjung yang hangus. Terutama bagian atap yang terbuat dari anyaman daun kering.

Tohari, saksi mata di lokasi kejadian, mengatakan, api berasal dari semak-semak yang letaknya bersebelahan dengan kafe. ”Bersama dua warga lainnya, saya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Sumber titik api sekitar 50 kilometer dari Kafe Parao Kandes. Namun, api sulit dipadamkan karena embusan angin kencang,” ucapnya.

Baca Juga :  Bantah Pasangan Cabup-Cawabup

Menurut dia, api lekas membesar karena di lokasi banyak daun kering dan bahan mudah terbakar. ”Karena itu, api menjalar ke perahu bekas fasilitas yang ada di kafe,” jelas laki-laki yang mengaku sebagai juru parkir di area WPS itu.

Dia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api baru bisa dijinakkan setelah mobil pemadam kebakaran (damkar) tiba di tempat kejadian perkara (TKP). ”Kafe ini masih masuk kawasan WPS, tapi sudah lama tutup sejak diterapkan PPKM,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/