alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Seratus Ribu Ton Garam Tahun Lalu Belum Terserap

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Harga garam yang tak kunjung stabil berimbas pada penyerapan. Hal itu juga dirasakan PT Garam (Persero), perusahaan garam pelat merah yang berkantor pusat di Sumenep. Hingga sekarang, 100 ribu ton garam hasil produksi tahun lalu belum terserap.

Hal itu diungkapkan Corporate Communication PT Garam (Persero) Miftahul Arifin kemarin (25/8). Menurut dia, kondisi ini menandakan stok garam melimpah saat harga murah. Menjadi tidak seimbang karena sekarang sudah memasuki musim produksi lagi.

Idealnya, antara produksi dan garam yang terserap berjalan stabil. Dengan demikian, tidak terjadi penimbunan garam yang berlebihan. Sekalipun, hasil produksi tahun terdahulu juga bisa dijual kapan saja.

Baca Juga :  Polemik Pengangkatan Direksi PT Sumekar Belum Usai

Namun, lebih cepat dan perusahaan tidak rugi tetap lebih baik. Sementara, tahun ini perusahaan juga dipacu mencapai target produksi yang maksimal. Perusahaan milik negara itu menargetkan hasil produksi garam 525 ribu ton.

Target itu bertambah dari target sebelumnya yang hanya 450 ribu ton. Capaian produksi garam untuk tahun ini terkumpul 33.373,68 ton. Jumlah yang masih terlampau jauh dari target karena tahun ini terjadi kemarau basah.

”Tapi, perusahaan selalu punya cara agar garam tetap terserap maksimal dan tidak merugi. Bagaimana caranya, itu adalah rahasia perusahaan,” jelas Miftahul Arifin.

Menurut dia, kondisi cuaca sangat memengaruhi hasil produksi garam. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Kualitas garam semakin bagus ketika cuaca panas. Sementara ketika turun hujan, kualitas garam terancam dan bisa mengakibatkan gagal panen.

Baca Juga :  Tingkatkan Inovasi Pelayanan Publik

”Sekalipun sekarang musim kemarau basah, kami tetap optimistis bisa memproduksi garam berkualitas,” jelasnya. (jun)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Harga garam yang tak kunjung stabil berimbas pada penyerapan. Hal itu juga dirasakan PT Garam (Persero), perusahaan garam pelat merah yang berkantor pusat di Sumenep. Hingga sekarang, 100 ribu ton garam hasil produksi tahun lalu belum terserap.

Hal itu diungkapkan Corporate Communication PT Garam (Persero) Miftahul Arifin kemarin (25/8). Menurut dia, kondisi ini menandakan stok garam melimpah saat harga murah. Menjadi tidak seimbang karena sekarang sudah memasuki musim produksi lagi.

Idealnya, antara produksi dan garam yang terserap berjalan stabil. Dengan demikian, tidak terjadi penimbunan garam yang berlebihan. Sekalipun, hasil produksi tahun terdahulu juga bisa dijual kapan saja.

Baca Juga :  Sehari, DPRD Sumenep Gelar Paripurna Dua Raperda

Namun, lebih cepat dan perusahaan tidak rugi tetap lebih baik. Sementara, tahun ini perusahaan juga dipacu mencapai target produksi yang maksimal. Perusahaan milik negara itu menargetkan hasil produksi garam 525 ribu ton.

Target itu bertambah dari target sebelumnya yang hanya 450 ribu ton. Capaian produksi garam untuk tahun ini terkumpul 33.373,68 ton. Jumlah yang masih terlampau jauh dari target karena tahun ini terjadi kemarau basah.

”Tapi, perusahaan selalu punya cara agar garam tetap terserap maksimal dan tidak merugi. Bagaimana caranya, itu adalah rahasia perusahaan,” jelas Miftahul Arifin.

Menurut dia, kondisi cuaca sangat memengaruhi hasil produksi garam. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Kualitas garam semakin bagus ketika cuaca panas. Sementara ketika turun hujan, kualitas garam terancam dan bisa mengakibatkan gagal panen.

Baca Juga :  Petani Garam Minta Tahan Impor

”Sekalipun sekarang musim kemarau basah, kami tetap optimistis bisa memproduksi garam berkualitas,” jelasnya. (jun)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/