alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Zonasi PPDB SMP Sumenep Pakai Google Map

SUMENEP – PPDB online SMP di Sumenep dimulai Senin (25/6) hingga Jumat (29/6). Hari pertama pendaftaran, ada kendala jaringan internet. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menginstruksi masing-masing sekolah agar menggunakan sistem offline. Disdik juga membuka tiga posko untuk menerima masyarakat yang kesulitan.

Kabid Pembina SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan mengakui, pada hari pertama PPDB online ada kendala. Dia menyatakan, sistem pendaftaran PPDB online sudah dibuat. Disdik bekerja sama dengan Telkom. ”Ada kendala di sistem. Hari ini (kemarin, Red) harus tuntas diatasi,” katanya.

Dia melanjutkan, masyarakat belum sepenuhnya memahami sistem zonasi PPDB. Sistem zonasi seperti SMPN 1 Sumenep, SMPN 2 Sumenep, dan SMPN 1 Kalianget ikut radius. Misalnya, anak yang ingin masuk ke SMPN 1 Sumenep, kalau masuk satu zona, masuk radius berapa. Itu bisa dicek di google map. Jarak calon peserta dari rumah ke sekolah tujuan berapa.

Baca Juga :  Besok DPKS Bahas Penerapan SKS

”Lihat di tabel, 0–500 meter, 500–1.000 meter, dan 1.000–1.500 meter hingga 3 kilometer. Ini bisa dilihat oleh orang tua apakah dalam zona masuk atau tidak,” jelas Iksan.

Dia menyatakan, data siswa yang tidak sinkron dengan data asli harus dituntaskan. Pihaknya mengimbau orang tua, jika belum paham silakan datang ke sekolah dan ke disdik. Pihaknya akan membantu menginput data pendaftaran PPDB. ”Nanti verifikasinya ke sekolah yang dituju,” tegasnya.

Disdik membuat tiga posko untuk melayani masyarakat yang kebingungan dengan pendaftaran PPDB online. Selain itu, sekolah diinstruksi stand by menerima pendaftaran calon peserta didik baru sehingga masyarakat tidak khawatir. Masih ada waktu hingga Jumat (29/6).

”Jangan kahawatir, waktunya panjang. Setiap hari sampai pukul 16.00. Pengumuman 30 Juni pukul 12.00,” terangnya.

Baca Juga :  Banyak Sekolah Negeri Kekurangan Siswa

Kepala SMPN 1 Sumenep Abd. Kifli menyatakan, PPDB online mengacu pada Permendikbud 14/2018 tentang PPDB. Hal krusial dalam regulasi terbaru itu adalah zonasi, selain usia. Nilai ujian nasional menjadi pertimbangan terkahir. ”Yang utama itu memang zonasi atau jarak,” tegasnya.

Tahun ini zonasi menggunakan google map. Sekolah hanya sebagai pelaksana. Yang menentukan sistem. ”Dinas pendidikan bekerja sama dengan Telkom dalam proses PPDB online tahun ini,” ujarnya.

SMPN 1 Sumenep melayani pendaftaran PPDB secara offline. ”Kami memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun yang mau mendaftar. Jika bermasalah di berkas, bukan urusan kami karena sistem yang menolak,” jelasnya. ”Tahun ini kami ada sepuluh rombel (rombongan belajar). Masing-maisng rombel 32 siswa,” tukas dia.

SUMENEP – PPDB online SMP di Sumenep dimulai Senin (25/6) hingga Jumat (29/6). Hari pertama pendaftaran, ada kendala jaringan internet. Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep menginstruksi masing-masing sekolah agar menggunakan sistem offline. Disdik juga membuka tiga posko untuk menerima masyarakat yang kesulitan.

Kabid Pembina SMP Disdik Sumenep Moh. Iksan mengakui, pada hari pertama PPDB online ada kendala. Dia menyatakan, sistem pendaftaran PPDB online sudah dibuat. Disdik bekerja sama dengan Telkom. ”Ada kendala di sistem. Hari ini (kemarin, Red) harus tuntas diatasi,” katanya.

Dia melanjutkan, masyarakat belum sepenuhnya memahami sistem zonasi PPDB. Sistem zonasi seperti SMPN 1 Sumenep, SMPN 2 Sumenep, dan SMPN 1 Kalianget ikut radius. Misalnya, anak yang ingin masuk ke SMPN 1 Sumenep, kalau masuk satu zona, masuk radius berapa. Itu bisa dicek di google map. Jarak calon peserta dari rumah ke sekolah tujuan berapa.

Baca Juga :  Perayaan Hardiknas 2018 Meriah

”Lihat di tabel, 0–500 meter, 500–1.000 meter, dan 1.000–1.500 meter hingga 3 kilometer. Ini bisa dilihat oleh orang tua apakah dalam zona masuk atau tidak,” jelas Iksan.

Dia menyatakan, data siswa yang tidak sinkron dengan data asli harus dituntaskan. Pihaknya mengimbau orang tua, jika belum paham silakan datang ke sekolah dan ke disdik. Pihaknya akan membantu menginput data pendaftaran PPDB. ”Nanti verifikasinya ke sekolah yang dituju,” tegasnya.

Disdik membuat tiga posko untuk melayani masyarakat yang kebingungan dengan pendaftaran PPDB online. Selain itu, sekolah diinstruksi stand by menerima pendaftaran calon peserta didik baru sehingga masyarakat tidak khawatir. Masih ada waktu hingga Jumat (29/6).

”Jangan kahawatir, waktunya panjang. Setiap hari sampai pukul 16.00. Pengumuman 30 Juni pukul 12.00,” terangnya.

Baca Juga :  Ribuan Aset Pemkab Rawan Sengketa

Kepala SMPN 1 Sumenep Abd. Kifli menyatakan, PPDB online mengacu pada Permendikbud 14/2018 tentang PPDB. Hal krusial dalam regulasi terbaru itu adalah zonasi, selain usia. Nilai ujian nasional menjadi pertimbangan terkahir. ”Yang utama itu memang zonasi atau jarak,” tegasnya.

Tahun ini zonasi menggunakan google map. Sekolah hanya sebagai pelaksana. Yang menentukan sistem. ”Dinas pendidikan bekerja sama dengan Telkom dalam proses PPDB online tahun ini,” ujarnya.

SMPN 1 Sumenep melayani pendaftaran PPDB secara offline. ”Kami memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun yang mau mendaftar. Jika bermasalah di berkas, bukan urusan kami karena sistem yang menolak,” jelasnya. ”Tahun ini kami ada sepuluh rombel (rombongan belajar). Masing-maisng rombel 32 siswa,” tukas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/