alexametrics
18.8 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Kelompok 60 PMM UMM Mengabdikan Diri di Desa Nyabakan Barat

SUMENEP – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program untuk mahasiswa yang dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, berlangsung pada masa pandemi. Program KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diganti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Tujuan program PMM sama dengan program KKN. Mengarahkan mahasiswa agar mengabdikkan diri kepada masyarakat. Hanya saja, anggota kelompok program PMM dibatasi dan dapat menentukan sendiri anggota serta lokasinya. Pelaksanaan PMM harus mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Tahun ini, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, dipilih lima mahasiswi UMM yang tergabung dalam Kelompok 60 sebagai lokasi untuk melaksanakan program PMM. Kelompok 60 PMM UMM memiliki beberapa program kerja (proker).

Baca Juga :  DPC PPP Pastikan Belum Terima Surat Resmi

Di antaranya mengadakan lomba mewarnai, berpartisipasi di lembaga pendidikan (mulai dari membantu mengajar mengaji dan memperingati Isra Mikraj, Red). Kemudian bagi-bagi sembako serta proker-proker lainnya.

Selain proker-proker tersebut, Kelompok 60 PMM UMM juga memiliki proker unggulan yang dilaksanakan pada 20 Maret 2021. Yakni “Sosialisasi Ide UMKM Pembuatan Jamu Bersama Ibu-ibu PKK Desa Nyabakan Barat”. Salah satu alasannya, karena desa tersebut belum memiliki program UMKM. Proker ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu PKK dalam berinovasi dan mengembangkan UMKM desa.

Ketua Kelompok 60 PMM UMM Iqlima Neta Prambudi mengatakan, dalam sosialisasi tersebut mahasiswi UMM memberikan konsep dan menjelaskan bagaimana cara pembuatan jamu. Termasuk cara memasarkan dan packaging produk yang lebih menarik dan memuaskan konsumen.

Baca Juga :  Sumenep Bangkit Program Unggulan Sumenep Barokah

”Menurut kami, pembuatan jamu ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat pada masa pandemi. Apalagi, jamu yang diproduksi memiliki manfaat membantu menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Sebab, dibuat dari tumbuhan herbal,” ucapnya.

Selain menjaga imunitas, saambung Iqlima Neta Prambudi, jamu tersebut juga memiliki khasiat mengurangi nyeri haid, meredakan panas dan lain sebagainya. “Ide dan inovasi baru yang telah diberikan kepada UMKM Desa Nyabakan Barat ini semoga dapat terus berjalan dan berkembang,” imbuhnya.

Dijelaskan, Kelompok 60 PMM UMM tetap semangat mengabdi walaupun saat ini masih pandemi Covid-19. “Pelaksanaan proker tetap mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah. Program PMM dapat berjalan dengan cukup baik dan maksimal,” pungkasnya. (mi/par)

SUMENEP – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program untuk mahasiswa yang dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, berlangsung pada masa pandemi. Program KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) diganti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).

Tujuan program PMM sama dengan program KKN. Mengarahkan mahasiswa agar mengabdikkan diri kepada masyarakat. Hanya saja, anggota kelompok program PMM dibatasi dan dapat menentukan sendiri anggota serta lokasinya. Pelaksanaan PMM harus mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Tahun ini, Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, dipilih lima mahasiswi UMM yang tergabung dalam Kelompok 60 sebagai lokasi untuk melaksanakan program PMM. Kelompok 60 PMM UMM memiliki beberapa program kerja (proker).

Baca Juga :  APK di Kaca Mobil Belum Dicopot, Bawaslu Sumenep Janji Menertibkan


Di antaranya mengadakan lomba mewarnai, berpartisipasi di lembaga pendidikan (mulai dari membantu mengajar mengaji dan memperingati Isra Mikraj, Red). Kemudian bagi-bagi sembako serta proker-proker lainnya.

Selain proker-proker tersebut, Kelompok 60 PMM UMM juga memiliki proker unggulan yang dilaksanakan pada 20 Maret 2021. Yakni “Sosialisasi Ide UMKM Pembuatan Jamu Bersama Ibu-ibu PKK Desa Nyabakan Barat”. Salah satu alasannya, karena desa tersebut belum memiliki program UMKM. Proker ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu PKK dalam berinovasi dan mengembangkan UMKM desa.

Ketua Kelompok 60 PMM UMM Iqlima Neta Prambudi mengatakan, dalam sosialisasi tersebut mahasiswi UMM memberikan konsep dan menjelaskan bagaimana cara pembuatan jamu. Termasuk cara memasarkan dan packaging produk yang lebih menarik dan memuaskan konsumen.

Baca Juga :  Rayakan HKN, Puskesmas Pasongsongan Gelorakan 3M dan Bagi Masker

”Menurut kami, pembuatan jamu ini akan sangat membantu perekonomian masyarakat pada masa pandemi. Apalagi, jamu yang diproduksi memiliki manfaat membantu menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Sebab, dibuat dari tumbuhan herbal,” ucapnya.

Selain menjaga imunitas, saambung Iqlima Neta Prambudi, jamu tersebut juga memiliki khasiat mengurangi nyeri haid, meredakan panas dan lain sebagainya. “Ide dan inovasi baru yang telah diberikan kepada UMKM Desa Nyabakan Barat ini semoga dapat terus berjalan dan berkembang,” imbuhnya.

Dijelaskan, Kelompok 60 PMM UMM tetap semangat mengabdi walaupun saat ini masih pandemi Covid-19. “Pelaksanaan proker tetap mematuhi prokes sesuai anjuran pemerintah. Program PMM dapat berjalan dengan cukup baik dan maksimal,” pungkasnya. (mi/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/