alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Ratusan Sarjana Bingung Cari Kerja

SUMENEP – Lapangan pekerjaan di Sumenep belum bisa menampung para pencari kerja (pencaker). Bahkan, lulusan perguruan tinggi belum tentu mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan.

Pencaker yang kebingungan mendapatkan pekerjaan itu didominasi lulusan SMA dan S-1. Bahkan, ada pula lulusan S-2 (perinciannya lihat grafis). Angka tersebut sesuai dengan data pencaker yang mengurus kartu tanda pencari kerja (AK-1) di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep.

Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Jamsos) Disnaker Sumenep Ach. Kamarul Alam tidak menampik pencaker yang masuk ke lembaganya didominasi kaum berpendidikan. Yakni, lulusan SMA dan S-1.

”Yang banyak memang produk (lulusan) SMA dan S-1. Jadi wajar mengapa pencaker terbanyak dari lulusan itu,” ujarnya kemarin (24/10).

Alam mengklaim lembaganya sudah meminta semua perusahaan di Kota Keris untuk menyerap tenaga kerja lokal, khususnya yang lulusan SMA dan S-1. Sebab, lulusan pendidikan tersebut semuanya masih dalam usia produktif.

Baca Juga :  SMAN 1 Batuan Sukses Gelar Comeback 2018

”Untuk perusahaan yang sudah kami datangi, sudah kami minta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal,” klaimnya.

Kendati demikian, Alam mengaku tidak bisa menekan perusahaan untuk menyerap 100 persen tenaga lokal. Mengingat, setiap perusahaan memiliki kriteria dalam memilih tenaga kerja.

Salah satunya ketika ada kebutuhan tenaga kerja yang harus memiliki keahlian tertentu. ”Tetapi, meskipun harus memiliki keahlian dan di sini ada, tetap harus memprioritaskan yang lokal,” katanya.

Alam mengaku sudah sering melakukan pembinaan kepada pencaker untuk menambah keahlian yang disertai dengan sertifikat kepesertaan. Tujuannya, agar menarik minat perusahaan merekrut tenaga kerja asal Sumenep yang sudah memiliki keahlian dan bukti kompetensi bidang tertentu.

Baca Juga :  Belasan Ribu Warga Sumenep Menganggur

”Untuk menarik minat perusahaan saja. Tentunya beda dalam merekrut orang yang sudah memiliki keahlian dan yang belum,” terangnya.

Lembaganya juga sering menggelar job fair agar semua pencaker bisa terserap di bursa tenaga kerja. Alam juga sering memasang pengumuman lowongan kerja agar pencaker mengirimkan lamaran. ”Kita selalu pasang di papan pemberitahuan kantor jika ada lowongan kerja,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oedin meminta pemerintah menyikapi banyaknya tenaga kerja yang berlatar belakang pendidikan. Dia mendesak pemerintah mencarikan jalan keluar agar mereka bisa terserap di dunia kerja.

”Misalkan, ikutkan pencaker untuk magang di perusahaan agar mereka memiliki kemampuan lebih,” sarannya. (jup)

SUMENEP – Lapangan pekerjaan di Sumenep belum bisa menampung para pencari kerja (pencaker). Bahkan, lulusan perguruan tinggi belum tentu mendapatkan pekerjaan sesuai yang diinginkan.

Pencaker yang kebingungan mendapatkan pekerjaan itu didominasi lulusan SMA dan S-1. Bahkan, ada pula lulusan S-2 (perinciannya lihat grafis). Angka tersebut sesuai dengan data pencaker yang mengurus kartu tanda pencari kerja (AK-1) di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep.

Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Jamsos) Disnaker Sumenep Ach. Kamarul Alam tidak menampik pencaker yang masuk ke lembaganya didominasi kaum berpendidikan. Yakni, lulusan SMA dan S-1.

”Yang banyak memang produk (lulusan) SMA dan S-1. Jadi wajar mengapa pencaker terbanyak dari lulusan itu,” ujarnya kemarin (24/10).

Alam mengklaim lembaganya sudah meminta semua perusahaan di Kota Keris untuk menyerap tenaga kerja lokal, khususnya yang lulusan SMA dan S-1. Sebab, lulusan pendidikan tersebut semuanya masih dalam usia produktif.

Baca Juga :  Komisi III Warning PT Sumekar

”Untuk perusahaan yang sudah kami datangi, sudah kami minta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal,” klaimnya.

Kendati demikian, Alam mengaku tidak bisa menekan perusahaan untuk menyerap 100 persen tenaga lokal. Mengingat, setiap perusahaan memiliki kriteria dalam memilih tenaga kerja.

Salah satunya ketika ada kebutuhan tenaga kerja yang harus memiliki keahlian tertentu. ”Tetapi, meskipun harus memiliki keahlian dan di sini ada, tetap harus memprioritaskan yang lokal,” katanya.

Alam mengaku sudah sering melakukan pembinaan kepada pencaker untuk menambah keahlian yang disertai dengan sertifikat kepesertaan. Tujuannya, agar menarik minat perusahaan merekrut tenaga kerja asal Sumenep yang sudah memiliki keahlian dan bukti kompetensi bidang tertentu.

Baca Juga :  DPRD Apresiasi Program PKH dan Rastra

”Untuk menarik minat perusahaan saja. Tentunya beda dalam merekrut orang yang sudah memiliki keahlian dan yang belum,” terangnya.

Lembaganya juga sering menggelar job fair agar semua pencaker bisa terserap di bursa tenaga kerja. Alam juga sering memasang pengumuman lowongan kerja agar pencaker mengirimkan lamaran. ”Kita selalu pasang di papan pemberitahuan kantor jika ada lowongan kerja,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oedin meminta pemerintah menyikapi banyaknya tenaga kerja yang berlatar belakang pendidikan. Dia mendesak pemerintah mencarikan jalan keluar agar mereka bisa terserap di dunia kerja.

”Misalkan, ikutkan pencaker untuk magang di perusahaan agar mereka memiliki kemampuan lebih,” sarannya. (jup)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/