alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Tujuh Desa Masih Masuk Kawasan Kumuh

SUMENEP – Kabupaten Sumenep belum terlepas dari area kumuh. Tahun ini ada tujuh desa masuk program Kota tanpa Kumuh (Kotaku). Tujuh desa itu adalah Marengan Laok, Kertasada, Karanganyar, dan Pinggir Papas. Empat desa itu masuk Kecamatan Kalianget. Sementara Desa Kebunan, Bangkal, dan Pandian masuk Kecamatan Kota Sumenep.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim membenarkan hal itu. Dia menerangkan, tahun ini ada tujuh desa yang masuk dalam program Kotaku. Beberapa tahun ke depan dia yakin sudah tidak ada lagi wilayah kumuh di Sumenep. ”Artinya, dengan program ini Sumenep akan terbebas dari daerah kumuh,” katanya Selasa (23/10).

Busyro menerangkan, tiap desa yang masuk dalam program Kotaku akan mendapat bantuan dana dengan besaran bervariasi. Mulai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Mantan ketua DPRD itu mengklaim luasan daerah rawan kumuh di Sumenep terus berkurang setiap tahun.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Bakal Bangun Jalan Tembus Masjid-Keraton

Pada 2017, luas lahan kumuh yang berhasil dibersihkan seluas 4,18 hektare. Tahun ini Pemkab Sumenep berencana menurunkan 28,18 ha kawasan kumuh. Sementara sisa 6,03 ha akan dibersihkan pada 2019.

”Jadi, pembersihan untuk kawasan kumuh di Sumenep ini bertahap. Setiap tahun kami anggarkan. Insyaallah 2019 nanti terakhir ada kawasan kumuh. Setelah itu, Sumenep bebas dari kawasan kumuh,” pungkasnya.

SUMENEP – Kabupaten Sumenep belum terlepas dari area kumuh. Tahun ini ada tujuh desa masuk program Kota tanpa Kumuh (Kotaku). Tujuh desa itu adalah Marengan Laok, Kertasada, Karanganyar, dan Pinggir Papas. Empat desa itu masuk Kecamatan Kalianget. Sementara Desa Kebunan, Bangkal, dan Pandian masuk Kecamatan Kota Sumenep.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim membenarkan hal itu. Dia menerangkan, tahun ini ada tujuh desa yang masuk dalam program Kotaku. Beberapa tahun ke depan dia yakin sudah tidak ada lagi wilayah kumuh di Sumenep. ”Artinya, dengan program ini Sumenep akan terbebas dari daerah kumuh,” katanya Selasa (23/10).

Busyro menerangkan, tiap desa yang masuk dalam program Kotaku akan mendapat bantuan dana dengan besaran bervariasi. Mulai Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Mantan ketua DPRD itu mengklaim luasan daerah rawan kumuh di Sumenep terus berkurang setiap tahun.

Baca Juga :  Berharap Harga Cabai Rawit Terus Naik

Pada 2017, luas lahan kumuh yang berhasil dibersihkan seluas 4,18 hektare. Tahun ini Pemkab Sumenep berencana menurunkan 28,18 ha kawasan kumuh. Sementara sisa 6,03 ha akan dibersihkan pada 2019.

”Jadi, pembersihan untuk kawasan kumuh di Sumenep ini bertahap. Setiap tahun kami anggarkan. Insyaallah 2019 nanti terakhir ada kawasan kumuh. Setelah itu, Sumenep bebas dari kawasan kumuh,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/