alexametrics
17.8 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

BPBD Tegaskan Tak Ada Pungli Bantuan Air Bersih

SUMENEP – Dugaan penarikan uang dalam distribusi bantuan air bersih di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, dibantah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, tudingan itu tidak benar.

Menurut Rahman, bantuan air bersih diberikan secara gratis. Baik untuk lokasi kering kritis maupun kering langka. ”Bantuan air bersih pada masyarakat itu tanpa dipungut biaya” katanya kepada Radarmadura.id saat ditemui di ruang kerjanya Senin (22/10).          

Menurut Rahman, tidak ada petugas yang memungut biaya. Hanya, kadang masyarakat memberikan makanan dan uang rokok. Mereka kasihan karena jaraknya jauh. ”Seperti ke Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan,” tuturnya.

Rahman mengatakan tidak main-main dengan persoalan itu. Kalau sampai ada petugas yang memungut biaya, pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka bakal mendapat sanksi tegas hingga pemecatan.

Baca Juga :  BPBD Hentikan Distribusi Air Bersih

”Kalau berat sampai pemecatan. Kalau sedang, misalkan berapa uang yang ditarget, saya suruh kembalikan,” jelasnya. ”Itu resmi pernyataan saya,” tegas mantan sekretaris Bappeda Sumenep itu.

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak melayani jika ada aparat yang meminta uang. Misalnya, dengan alasan sebagai ganti solar. Sebab, distribusi air bersih gratis. Pihaknya sudah menyiapkan biaya operasional.

Dia menjelaskan, semua penyaluran bantuan air bersih tentu berdasar pengajuan dan laporan pemerintah desa. ”Namun, kami melakaukan verifikasi sebelum merealisasikan bantuan air. Kalau tidak ada dasarnya, tidak ada pengiriman,” katanya. (c2)

 

 

SUMENEP – Dugaan penarikan uang dalam distribusi bantuan air bersih di Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, dibantah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi menyatakan, tudingan itu tidak benar.

Menurut Rahman, bantuan air bersih diberikan secara gratis. Baik untuk lokasi kering kritis maupun kering langka. ”Bantuan air bersih pada masyarakat itu tanpa dipungut biaya” katanya kepada Radarmadura.id saat ditemui di ruang kerjanya Senin (22/10).          

Menurut Rahman, tidak ada petugas yang memungut biaya. Hanya, kadang masyarakat memberikan makanan dan uang rokok. Mereka kasihan karena jaraknya jauh. ”Seperti ke Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan,” tuturnya.


Rahman mengatakan tidak main-main dengan persoalan itu. Kalau sampai ada petugas yang memungut biaya, pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka bakal mendapat sanksi tegas hingga pemecatan.

Baca Juga :  DPC Partai Demokrat Sumenep Serahkan Tiga Ekor Hewan Kurban

”Kalau berat sampai pemecatan. Kalau sedang, misalkan berapa uang yang ditarget, saya suruh kembalikan,” jelasnya. ”Itu resmi pernyataan saya,” tegas mantan sekretaris Bappeda Sumenep itu.

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak melayani jika ada aparat yang meminta uang. Misalnya, dengan alasan sebagai ganti solar. Sebab, distribusi air bersih gratis. Pihaknya sudah menyiapkan biaya operasional.

Dia menjelaskan, semua penyaluran bantuan air bersih tentu berdasar pengajuan dan laporan pemerintah desa. ”Namun, kami melakaukan verifikasi sebelum merealisasikan bantuan air. Kalau tidak ada dasarnya, tidak ada pengiriman,” katanya. (c2)

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/