alexametrics
28.9 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Seluruh Biaya Pengobatan Korban Ditanggung

RATUSAN korban selamat dari kebakaran KM Santika Nusantara dievakuasi ke Pelabuhan khusus garam Kalianget, Sumenep, Jumat (23/8). KM Tunggal Putra yang mengangkut 161 korban bersandar di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 23.30.

Sebelumnya, KM Tunggal Putra dikawal menuju pelabuhan oleh kapal dari satpolair, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), satu perahu nelayan, dan kapal milik Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget. Sebab, kapal tersebut kesulitan dan tidak tahu medan atau jalur yang akan dilalui menuju Pelabuhan Kalianget.

Kedatangan KM Tunggal Putra yang membawa para korban sontak memantik perhatian masyarakat di sekitar Pelabuhan. Sebanyak 20 mobil ambulans dari puskesmas-puskesmas di dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep disiapkan sejak sekitar pukul 19.00. Termasuk satu mobil ambulans milik Dokpol Polres Sumenep juga ikut disiagakan.

Selain ambulans, tiga truk polisi dan sejumlah kendaraan lain disiapkan untuk mengangkut para korban. Proses evakuasi korban di Pelabuhan Kalianget melibatkan 230 petugas gabungan. Di antaranya dari unsur TNI, Polri, KSOP Kalianget, BPBD Sumenep, satpolair, dinsos, dishub serta Basarnas Jawa Timur (Jatim).

Setelah turun dari kapal, beberapa anggota keluarga korban langsung menyambut dengan histeris. Bahkan, satu korban pingsan setelah menginjakkan kaki di pelabuhan saat disambut anggota keluarganya.

Baca Juga :  Asistensi Lansia Tak Merata

Para korban selamat yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menggunakan ambulans dan truk polisi menuju Rumah Perlindungan Sementara (RPS) Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep. Di tempat tersebut, para penumpang KM Santika Nusantara memperoleh perawatan medis. Selain itu, korban menerima bantuan berupa makanan dan minuman. Setelah mendapat penanganan, petugas lanjut melakukan pendataan para korban.

Selain itu, sebanyak 10 korban dibawa ke RSUD Moh. Anwar Sumenep. Sebab, para korban memerlukan perawatan intensif. Hingga pukul 10.00 kemarin (24/8), masih ada tujuh korban yang menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah itu. Sementara tiga korban lainnya sudah dipulangkan.

Sementara itu, sebanyak 132 korban sekitar pukul 09.30 dibawa kembali ke Surabaya menggunakan dua armada bus yang disediakan oleh pihak KM Santika Nusantara. Sedangkan 21 korban langsung pulang ke rumah masing-masing setelah dijemput pihak keluarga.

Biaya perawatan yang diberikan kepada korban kebakaran KM Santika Nusantara seluruhnya dijamin Jasa Raharja. Baik korban yang dirawat di Puskesmas Masalembu maupun di RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Petugas Bagian Pelayanan Jasa Raharja Jawa Timur Hana menyampaikan, berdasarkan konfirmasi dari Puskesmas Masalembu, ada 53 korban yang diberikan perawatan. Kemudian 10 orang dirawat di RSUD Moh. Anwar Sumenep. Perawatan baik luka-luka maupun bentuk perawatan lain yang diberikan kepada para korban akan di-cover bantuan dari lembaganya.

Baca Juga :  Bakal Sulap TPA Jadi Wisata Paralayang

”Semua biaya perawatan dan pengobatan kami tanggung. Selama ada biaya untuk perawatan korban di rumah sakit maupun puskesmas bisa diklaimkan pada Jasa Raharja,” tegas Hana kemarin (24/8).

Diterangkan, untuk tiga korban meninggal yang dikonfirmasi dari Puskesmas Masalembu masing-masing nantinya akan diberikan santunan sebesar Rp 50 juta dari Jasa Raharja. Menurutnya, baru ada dua nama korban yang berhasil diidentifikasi. Yakni Asfani warga asal Kota Batu dan Bekti Tristyanto selaku Mualim I KM Santika Nusantara.

”Korban yang belum teridentifikasi nantinya akan terus kami lakukan koordinasi. Agar santunan bisa diberikan kepada pihak keluarga yang bersangkutan,” terang Hana.

Jasa Raharja tetap memberikan santunan bagi korban kecelakaan angkutan umum di darat, laut, dan udara. Bagi korban kecelakaan trasportasi umum yang mengalami luka-luka akan ditanggung biaya perawatannya dengan maksimal Rp 20 juta. Tanggungan biaya perawatan langsung diberikan kepada pihak rumah sakit maupun puskesmas yang menangani para korban.

”Untuk korban meninggal dunia besaran santunan Rp 50 juta. Sedangkan untuk santunan klaim biaya perawatan, maksimal Rp 20 juta,” tandasnya.

RATUSAN korban selamat dari kebakaran KM Santika Nusantara dievakuasi ke Pelabuhan khusus garam Kalianget, Sumenep, Jumat (23/8). KM Tunggal Putra yang mengangkut 161 korban bersandar di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 23.30.

Sebelumnya, KM Tunggal Putra dikawal menuju pelabuhan oleh kapal dari satpolair, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), satu perahu nelayan, dan kapal milik Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget. Sebab, kapal tersebut kesulitan dan tidak tahu medan atau jalur yang akan dilalui menuju Pelabuhan Kalianget.

Kedatangan KM Tunggal Putra yang membawa para korban sontak memantik perhatian masyarakat di sekitar Pelabuhan. Sebanyak 20 mobil ambulans dari puskesmas-puskesmas di dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep disiapkan sejak sekitar pukul 19.00. Termasuk satu mobil ambulans milik Dokpol Polres Sumenep juga ikut disiagakan.


Selain ambulans, tiga truk polisi dan sejumlah kendaraan lain disiapkan untuk mengangkut para korban. Proses evakuasi korban di Pelabuhan Kalianget melibatkan 230 petugas gabungan. Di antaranya dari unsur TNI, Polri, KSOP Kalianget, BPBD Sumenep, satpolair, dinsos, dishub serta Basarnas Jawa Timur (Jatim).

Setelah turun dari kapal, beberapa anggota keluarga korban langsung menyambut dengan histeris. Bahkan, satu korban pingsan setelah menginjakkan kaki di pelabuhan saat disambut anggota keluarganya.

Baca Juga :  Perusahaan Siap Pulangkan Delapan Pekerja

Para korban selamat yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menggunakan ambulans dan truk polisi menuju Rumah Perlindungan Sementara (RPS) Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep. Di tempat tersebut, para penumpang KM Santika Nusantara memperoleh perawatan medis. Selain itu, korban menerima bantuan berupa makanan dan minuman. Setelah mendapat penanganan, petugas lanjut melakukan pendataan para korban.

Selain itu, sebanyak 10 korban dibawa ke RSUD Moh. Anwar Sumenep. Sebab, para korban memerlukan perawatan intensif. Hingga pukul 10.00 kemarin (24/8), masih ada tujuh korban yang menjalani perawatan di rumah sakit pelat merah itu. Sementara tiga korban lainnya sudah dipulangkan.

Sementara itu, sebanyak 132 korban sekitar pukul 09.30 dibawa kembali ke Surabaya menggunakan dua armada bus yang disediakan oleh pihak KM Santika Nusantara. Sedangkan 21 korban langsung pulang ke rumah masing-masing setelah dijemput pihak keluarga.

Biaya perawatan yang diberikan kepada korban kebakaran KM Santika Nusantara seluruhnya dijamin Jasa Raharja. Baik korban yang dirawat di Puskesmas Masalembu maupun di RSUD Moh. Anwar Sumenep.

Petugas Bagian Pelayanan Jasa Raharja Jawa Timur Hana menyampaikan, berdasarkan konfirmasi dari Puskesmas Masalembu, ada 53 korban yang diberikan perawatan. Kemudian 10 orang dirawat di RSUD Moh. Anwar Sumenep. Perawatan baik luka-luka maupun bentuk perawatan lain yang diberikan kepada para korban akan di-cover bantuan dari lembaganya.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Waspadai Cuaca Ekstrem

”Semua biaya perawatan dan pengobatan kami tanggung. Selama ada biaya untuk perawatan korban di rumah sakit maupun puskesmas bisa diklaimkan pada Jasa Raharja,” tegas Hana kemarin (24/8).

Diterangkan, untuk tiga korban meninggal yang dikonfirmasi dari Puskesmas Masalembu masing-masing nantinya akan diberikan santunan sebesar Rp 50 juta dari Jasa Raharja. Menurutnya, baru ada dua nama korban yang berhasil diidentifikasi. Yakni Asfani warga asal Kota Batu dan Bekti Tristyanto selaku Mualim I KM Santika Nusantara.

”Korban yang belum teridentifikasi nantinya akan terus kami lakukan koordinasi. Agar santunan bisa diberikan kepada pihak keluarga yang bersangkutan,” terang Hana.

Jasa Raharja tetap memberikan santunan bagi korban kecelakaan angkutan umum di darat, laut, dan udara. Bagi korban kecelakaan trasportasi umum yang mengalami luka-luka akan ditanggung biaya perawatannya dengan maksimal Rp 20 juta. Tanggungan biaya perawatan langsung diberikan kepada pihak rumah sakit maupun puskesmas yang menangani para korban.

”Untuk korban meninggal dunia besaran santunan Rp 50 juta. Sedangkan untuk santunan klaim biaya perawatan, maksimal Rp 20 juta,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

DPRD Gelar Paripurna LKPj Bupati 2017

Ratusan SD Tak Bisa Disertifikasi

Kades Ketapang Barat Salurkan BLT DD

Artikel Terbaru

/