alexametrics
29.3 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Servis Pintu Air Dianggarkan Rp 252 Juta

SUMENEP – Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Sumenep menjalankan program servis pintu air daerah irigasi. Dana yang dianggarkan dalam program tersebut Rp 252.598.500. Rencananya, program itu akan dilakukan di sekitar 15 titik daerah irigasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kabid Irigasi Dinas PU SDA Sumenep Dedi Falahuddin membenarkan bahwa tahun ini lembaganya menjalankan program servis pintu air daerah irigasi. Ada sekitar 15 titik pintu air yang akan diservis. Di antaranya, pintu air daerah irigasi Kebonagung, Kecamatan Kota; pintu air Banjerru, Gapura; pintu air Tambak Pereng Bawah, Guluk-Guluk; pintu air Beraji, Gapura; Korcah, Ganding; pintu air Nonsaen I, Ganding; dan pintu air di Torbang, Batuan.

Baca Juga :  Kades Bungbungan Ajak Masyarakat Suntik Vaksin

”Saat ini program itu sudah dilelang. Kalau tidak ada kendala, kemungkinan pengerjaan akan dimulai Juli mendatang,” ucapnya.

Program servis pintu air perlu dilakukan. Sebab sudah banyak yang rusak, tapi rata-rata masih dalam kategori rusak ringan. Misalnya, murnya karatan, daun pintu patah, tembok retak, dan semacamnya. Untuk sementara pintu air yang rusak ditutup menggunakan tripleks atau pelepah pisang. ”Kalau kerusakan tidak segera diperbaiki, akan berdampak terhadap sistem buka tutup pintu air. Akibatnya, aliran air di saluran irigasi tidak akan maksimal,” katanya.

Program servis pintu air bertujuan mengoptimalkan saluran irigasi agar airnya bisa mengalir dengan lancar sampai ke persawahan. Di tiap pintu air ada petugas yang berjaga untuk membuka dan menutup pintu itu. Pintu air dibuka berdasarkan permintaan dari petani.

Baca Juga :  Perbaikan Objek Wisata Harus Dibarengi Peningkatan PAD

”Ada tiga titik pintu air di daerah irigasi Kebonagung yang tahun ini akan diservis. Kami sudah menyurvei semua lokasi pengerjaan,” terang Dedi.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam menyambut baik program perbaikan servis pintu air di daerah irigasi. Pihaknya meminta agar program tersebut bisa diimbangi dengan pemeliharaan yang maksimal agar sarana prasarana (sarpras) itu tidak mudah rusak.

SUMENEP – Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Sumenep menjalankan program servis pintu air daerah irigasi. Dana yang dianggarkan dalam program tersebut Rp 252.598.500. Rencananya, program itu akan dilakukan di sekitar 15 titik daerah irigasi yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kabid Irigasi Dinas PU SDA Sumenep Dedi Falahuddin membenarkan bahwa tahun ini lembaganya menjalankan program servis pintu air daerah irigasi. Ada sekitar 15 titik pintu air yang akan diservis. Di antaranya, pintu air daerah irigasi Kebonagung, Kecamatan Kota; pintu air Banjerru, Gapura; pintu air Tambak Pereng Bawah, Guluk-Guluk; pintu air Beraji, Gapura; Korcah, Ganding; pintu air Nonsaen I, Ganding; dan pintu air di Torbang, Batuan.

Baca Juga :  Proyek PATM Belum Kelar Meski Sudah Masuk Pertengahan Tahun

”Saat ini program itu sudah dilelang. Kalau tidak ada kendala, kemungkinan pengerjaan akan dimulai Juli mendatang,” ucapnya.


Program servis pintu air perlu dilakukan. Sebab sudah banyak yang rusak, tapi rata-rata masih dalam kategori rusak ringan. Misalnya, murnya karatan, daun pintu patah, tembok retak, dan semacamnya. Untuk sementara pintu air yang rusak ditutup menggunakan tripleks atau pelepah pisang. ”Kalau kerusakan tidak segera diperbaiki, akan berdampak terhadap sistem buka tutup pintu air. Akibatnya, aliran air di saluran irigasi tidak akan maksimal,” katanya.

Program servis pintu air bertujuan mengoptimalkan saluran irigasi agar airnya bisa mengalir dengan lancar sampai ke persawahan. Di tiap pintu air ada petugas yang berjaga untuk membuka dan menutup pintu itu. Pintu air dibuka berdasarkan permintaan dari petani.

Baca Juga :  BPBD Tegaskan Tak Ada Pungli Bantuan Air Bersih

”Ada tiga titik pintu air di daerah irigasi Kebonagung yang tahun ini akan diservis. Kami sudah menyurvei semua lokasi pengerjaan,” terang Dedi.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam menyambut baik program perbaikan servis pintu air di daerah irigasi. Pihaknya meminta agar program tersebut bisa diimbangi dengan pemeliharaan yang maksimal agar sarana prasarana (sarpras) itu tidak mudah rusak.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/