alexametrics
21.1 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Lambung Bocor, Kapal Karam, ABK Selamat

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tak ada yang lebih berharga ketika kapal tenggelam, selain jiwa. Karena itu, empat kru KLM Anugerah Ilahi GT44 berupaya menyelamatkan diri dan membiarkan material bangunan karam. Dua orang naik bunte dan dua orang yang lain merakit tripleks.

Kecelakaan laut itu dialami KLM Anugerah Ilahi GT 44 di perairan sekitar Pulau Sapudi, Sumenep, Senin (23/5). Ceritanya, kapal tersebut melaju dari Pelabuhan Panarukan, Situbondo, sekitar pukul 02.00. Kapal itu berlayar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Kangean.

Dari Pulau Jawa, KLM Anugerah Ilahi GT 44 mengangkut material bangunan. Antara lain, 700 sak semen, 50 lembar tripleks, dan 150 lembar kalsiboard. Bahan-bahan itu hendak dibawa ke Pulau Kangean, Sumenep.

Ada empat kru yang menaiki kapal tersebut. Di antaranya, Abdi Manab, 35, selaku nakhoda. Dia dibantu tiga anak buah kapal (ABK). Yakni, Sulfikri, 42; Horni Mubarok, 35; dan Warib, 42. Empat kru kapal itu berasal dari Desa/Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep.

Baca Juga :  Petugas Kamladu Temukan Mayat Mengapung

Di tengah perjalanan sekitar pukul 12.30, mereka kaget lantaran laju kapal mendadak tidak normal. Mereka bergegas melakukan pengecekan. Alhasil, ditemukan kebocoran pada lambung kapal yang mereka naiki.

Air masuk dan memenuhi semua kapal. Akibatnya, mesin mati dan laju kapal terhenti. Lalu, semua kru bergegas membuat rakit dari alat seadanya. Papan dan tripleks mereka rakit untuk menyelamatkan diri.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menerangkan, sebelum kapal tenggelam, salah seorang kru memberi tahu keluarganya. Jadi, kabar kebocoran kapal itu sudah diketahui pihak keluarga. Keberadaan mereka terlihat petugas kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Sapudi yang sedang menuju lokasi pengeboran MDH Sapudi.

Baca Juga :  Tiga Napi Melarikan Diri

Petugas melihat empat orang terombang-ambing di atas rakit tanpa pelampung. Mereka ditemukan di sekitar lima mil sebelah selatan Pulau Sapudi. ”Saat itu juga, kru kapal berhasil dievakuasi,” tutur Widiarti. Dari lokasi itu, mereka dievakuasi ke Pulau Sapudi.

Kecelakaan transportasi laut di perairan Sumenep kerap terjadi. Di antaranya, KM Arin Jaya yang tenggelam di perairan antara Pulau Gili Iyang dan Pulau Sapudi pada Juni 2019. Selain itu, Kapal Berhasil II tenggelam di perairan Giligenting pada Februari 2021. Kemudian, KM Jabal Nur tenggelam dalam perjalanan menuju Bali pada Oktober 2014.

Bahkan, KM Sabuk Nusantara 91 kandas di perairan Pulau Sitabok, Kecamatan Sapeken, awal bulan ini. Mei tahun lalu KM Sabuk Nusantara 92 juga kandas di perairan Sapeken. (iqb/luq)

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Tak ada yang lebih berharga ketika kapal tenggelam, selain jiwa. Karena itu, empat kru KLM Anugerah Ilahi GT44 berupaya menyelamatkan diri dan membiarkan material bangunan karam. Dua orang naik bunte dan dua orang yang lain merakit tripleks.

Kecelakaan laut itu dialami KLM Anugerah Ilahi GT 44 di perairan sekitar Pulau Sapudi, Sumenep, Senin (23/5). Ceritanya, kapal tersebut melaju dari Pelabuhan Panarukan, Situbondo, sekitar pukul 02.00. Kapal itu berlayar menuju Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Kangean.

Dari Pulau Jawa, KLM Anugerah Ilahi GT 44 mengangkut material bangunan. Antara lain, 700 sak semen, 50 lembar tripleks, dan 150 lembar kalsiboard. Bahan-bahan itu hendak dibawa ke Pulau Kangean, Sumenep.


Ada empat kru yang menaiki kapal tersebut. Di antaranya, Abdi Manab, 35, selaku nakhoda. Dia dibantu tiga anak buah kapal (ABK). Yakni, Sulfikri, 42; Horni Mubarok, 35; dan Warib, 42. Empat kru kapal itu berasal dari Desa/Pulau Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep.

Baca Juga :  Tiga Napi Melarikan Diri

Di tengah perjalanan sekitar pukul 12.30, mereka kaget lantaran laju kapal mendadak tidak normal. Mereka bergegas melakukan pengecekan. Alhasil, ditemukan kebocoran pada lambung kapal yang mereka naiki.

Air masuk dan memenuhi semua kapal. Akibatnya, mesin mati dan laju kapal terhenti. Lalu, semua kru bergegas membuat rakit dari alat seadanya. Papan dan tripleks mereka rakit untuk menyelamatkan diri.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menerangkan, sebelum kapal tenggelam, salah seorang kru memberi tahu keluarganya. Jadi, kabar kebocoran kapal itu sudah diketahui pihak keluarga. Keberadaan mereka terlihat petugas kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Sapudi yang sedang menuju lokasi pengeboran MDH Sapudi.

Baca Juga :  98 Desa Belum Cairkan DD-ADD, Terancam Tak Terserap 100 Persen

Petugas melihat empat orang terombang-ambing di atas rakit tanpa pelampung. Mereka ditemukan di sekitar lima mil sebelah selatan Pulau Sapudi. ”Saat itu juga, kru kapal berhasil dievakuasi,” tutur Widiarti. Dari lokasi itu, mereka dievakuasi ke Pulau Sapudi.

Kecelakaan transportasi laut di perairan Sumenep kerap terjadi. Di antaranya, KM Arin Jaya yang tenggelam di perairan antara Pulau Gili Iyang dan Pulau Sapudi pada Juni 2019. Selain itu, Kapal Berhasil II tenggelam di perairan Giligenting pada Februari 2021. Kemudian, KM Jabal Nur tenggelam dalam perjalanan menuju Bali pada Oktober 2014.

Bahkan, KM Sabuk Nusantara 91 kandas di perairan Pulau Sitabok, Kecamatan Sapeken, awal bulan ini. Mei tahun lalu KM Sabuk Nusantara 92 juga kandas di perairan Sapeken. (iqb/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/