alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Grup Musik Sumenep La Ngetnik Luncurkan Single Berjudul Figurasi

Barangkali tidak berlebihan jika menyebut karya sebagai salah satu indikator eksistensi seseorang atau komunitas. Termasuk keberadaan La Ngetnik. Grup musik asal Sumenep ini konsisten berproses dan berkarya.

MOH. JUNAIDI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

LA NGETNIK resmi merilis single terbarunya berjudul figurasi. Lagu ini berupaya menegaskan keagungan dan betapa kuasa Sang Pencipta (Tuhan). Kemahaagungan Tuhan itu dimetaforkan sebagai raja. Yang di tangannya tergenggam pengetahuan. Yang dengannya manusia melahirkan peradaban lengkap dengan ritusnya.

”Sederhananya, figurasi bermakna bingkai gambaran dari Sang Raja menjadi wujud sifat-sifatnya. Yaitu, semesta, manusia, dan kehidupan itu sendiri,” kata Rifan Khoridi, inisiator La Ngetnik, di studionya Minggu (22/5).

Figurasi ini diciptakan dengan dua bahasa. Yaitu, bahasa Madura dan bahasa Indonesia. Rifan mengaku, lagu ini merupakan respons dari perenungan batin dari teks-teks beberapa kesenian tradisi di Madura yang kental dengan nilai-nilai spiritualitas.

Baca Juga :  Panwaslu Sumenep Temukan Ratusan Pelanggaran Pilgub

Sementara dalam struktur musiknya, La Ngetnik berupaya mengembangkan unsur musik folk, rock, etnik, serta elektro. Semua itu dikomposisikan menjadi satu aransemen tetabuhan yang utuh. Karakter bunyi pada perkusi ritmis yang dipilih mewakili isi syair-syairnya.

Untuk musik, kami poles dengan model oriental dan kerangka penuh didominasi suara gitar yang pentatonik dan diatonik yang dimainkan pada part-part tertentu. Sesekali diselipkan synthesizer pada jembatan menuju refrein,” tutur pria kelahiran 1989 itu.

Untuk single Figurasi ini, personel La Ngetnik antara lain Rifan yang memegang kendali pada synthesizer juga multiinstrumen. Dia didukung Faris Nofail pada lead gitar, Oding Classic pada bass, dan M.K. Umam sebagai drummer. Vocal dipercayakan kepada Riang Harmonies.

Rifan menuturkan, lirik-lirik Figurasi jika dibaca selintas seolah terasa tidak beraturan. Bahkan, cenderung mengabaikan rima. Namun, dia percaya, ibarat puisi bebas, kekuatannya justru ada pada pesan yang tersembunyi.

Baca Juga :  Rencana Pelayaran Perintis Batal Akibat Pandemi

”Betul liriknya memang tak berima. Tapi, saya kira tetap kuat,” tegas pria yang beberapa kali terlibat berbagai pentas musik di Sumenep maupun di luar daerah itu.

Rifan berharap, Figurasi menjadi batu loncatan bagi La Ngetnik untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam belantara musik Tanah Air. Meskipun, barangkali untuk ke arah sana, kata Rifan, butuh proses panjang, konsisten, dan totalitas.

La Ngetnik sudah dikenal di kalangan seniman. Grup ini berdiri pada 2015. Namun, dalam perjalanannya sempat vakum. Menurut Rifan, pasang surut dan naik turun dalam perjalanan membangun sudah biasa. Yang penting tetap berkarya.

Sebelumnya, lagu berjudul Figurasi dinyanyikan oleh La Ngetnik pada Konser Puisi Musik 2022. Kegaitan ini terselenggara berkat kerja sama Jawa Pos Radar Madura, Ruang Seni Kalonta, dan Pemkab Sumenep. (*/luq)

Barangkali tidak berlebihan jika menyebut karya sebagai salah satu indikator eksistensi seseorang atau komunitas. Termasuk keberadaan La Ngetnik. Grup musik asal Sumenep ini konsisten berproses dan berkarya.

MOH. JUNAIDI, Sumenep, Jawa Pos Radar Madura

LA NGETNIK resmi merilis single terbarunya berjudul figurasi. Lagu ini berupaya menegaskan keagungan dan betapa kuasa Sang Pencipta (Tuhan). Kemahaagungan Tuhan itu dimetaforkan sebagai raja. Yang di tangannya tergenggam pengetahuan. Yang dengannya manusia melahirkan peradaban lengkap dengan ritusnya.


”Sederhananya, figurasi bermakna bingkai gambaran dari Sang Raja menjadi wujud sifat-sifatnya. Yaitu, semesta, manusia, dan kehidupan itu sendiri,” kata Rifan Khoridi, inisiator La Ngetnik, di studionya Minggu (22/5).

Figurasi ini diciptakan dengan dua bahasa. Yaitu, bahasa Madura dan bahasa Indonesia. Rifan mengaku, lagu ini merupakan respons dari perenungan batin dari teks-teks beberapa kesenian tradisi di Madura yang kental dengan nilai-nilai spiritualitas.

Baca Juga :  Danny Wahid Bersama Wabup dan Direktur JPRM Lepas Peserta Fun Bike

Sementara dalam struktur musiknya, La Ngetnik berupaya mengembangkan unsur musik folk, rock, etnik, serta elektro. Semua itu dikomposisikan menjadi satu aransemen tetabuhan yang utuh. Karakter bunyi pada perkusi ritmis yang dipilih mewakili isi syair-syairnya.

Untuk musik, kami poles dengan model oriental dan kerangka penuh didominasi suara gitar yang pentatonik dan diatonik yang dimainkan pada part-part tertentu. Sesekali diselipkan synthesizer pada jembatan menuju refrein,” tutur pria kelahiran 1989 itu.

Untuk single Figurasi ini, personel La Ngetnik antara lain Rifan yang memegang kendali pada synthesizer juga multiinstrumen. Dia didukung Faris Nofail pada lead gitar, Oding Classic pada bass, dan M.K. Umam sebagai drummer. Vocal dipercayakan kepada Riang Harmonies.

Rifan menuturkan, lirik-lirik Figurasi jika dibaca selintas seolah terasa tidak beraturan. Bahkan, cenderung mengabaikan rima. Namun, dia percaya, ibarat puisi bebas, kekuatannya justru ada pada pesan yang tersembunyi.

Baca Juga :  Pengarang Buku Sastra di Tengah Kesibukan Mengajar Mahasiswa (2)

”Betul liriknya memang tak berima. Tapi, saya kira tetap kuat,” tegas pria yang beberapa kali terlibat berbagai pentas musik di Sumenep maupun di luar daerah itu.

Rifan berharap, Figurasi menjadi batu loncatan bagi La Ngetnik untuk terus berkarya dan berpartisipasi dalam belantara musik Tanah Air. Meskipun, barangkali untuk ke arah sana, kata Rifan, butuh proses panjang, konsisten, dan totalitas.

La Ngetnik sudah dikenal di kalangan seniman. Grup ini berdiri pada 2015. Namun, dalam perjalanannya sempat vakum. Menurut Rifan, pasang surut dan naik turun dalam perjalanan membangun sudah biasa. Yang penting tetap berkarya.

Sebelumnya, lagu berjudul Figurasi dinyanyikan oleh La Ngetnik pada Konser Puisi Musik 2022. Kegaitan ini terselenggara berkat kerja sama Jawa Pos Radar Madura, Ruang Seni Kalonta, dan Pemkab Sumenep. (*/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/