alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pembangunan Jembatan Lingkar Barat Disoal

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan dana untuk memperbaiki jembatan di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kota Sumenep. Anggaran yang disiapkan cukup besar, yakni Rp 7,5 miliar.

Namun, rencana pembangunan jembatan dengan anggaran jumbo itu mendapat respons negatif dari wakil rakyat. Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma menilai, pembangunan jembatan tersebut hanya pemborosan anggaran.

Menurut Herman, kondisi jembatan itu masih cukup bagus. ”Jangan menghambur-hamburkan dana,” ucapnya kemarin (24/5).

Menurut Herman, anggaran itu mending digunakan untuk kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat dan dapat dirasakan masyarakat luas. Sebab, masih banyak kegiatan yang tidak ter-cover di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurut Herman, jika pun harus diperbaiki, anggaran Rp 7,5 miliar dinilai terlalu besar. Material yang masih bagus dapat digunakan kembali. ”Kalau memang ada barang masih dapat digunakan, ya jangan dirombak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian Perhubungan Beri Sinyal Positif

Di tempat terpisah, Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Sumenep Hariyanto membenarkan rencana tersebut. Menurut dia, saat ini sudah dalam proses lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Hari mengakui jembatan di Jalan Lingkar Barat masih bagus. Namun, pihaknya menganggarkan untuk pembangunan. Sebab, di bagian bawah banyak yang rusak.

”Kelihatan memang masih bagus. Tapi setelah kami cek ke bagian bawah, mulai ada kerusakan-kerusakan,” tuturnya.

Hari mengklaim, jembatan di Jalan Lingkar Barat sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Mengingat, arus lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai. Kendaraan besar bermuatan berat banyak yang lewat di sana.

”Di atas memang tidak apa-apa, tetapi di bawahnya itu (sudah rusak). Kami khawatir mendadak roboh dan membahayakan masyarakat,” ucap Hari kemarin.

Baca Juga :  Jadikan Nilai Alquran Dasar Kebijakan Pemimpin

Spesifikasi jembatan tersebut akan berubah. Lebarnya bakal disesuaikan dengan lebar jalan, yakni sepuluh meter. Dengan demikian, lebar jembatan tersebut akan bertambah menjadi 12 meter dari lebar awal yang hanya 7 meter.

”Yang 2 meter untuk trotoar sisi kanan-kiri sehingga lebarnya akan sama 10 meter. Kalau panjangnya tetap 25 meter,” tandasnya. (jup)

 

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan dana untuk memperbaiki jembatan di Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kota Sumenep. Anggaran yang disiapkan cukup besar, yakni Rp 7,5 miliar.

Namun, rencana pembangunan jembatan dengan anggaran jumbo itu mendapat respons negatif dari wakil rakyat. Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma menilai, pembangunan jembatan tersebut hanya pemborosan anggaran.

Menurut Herman, kondisi jembatan itu masih cukup bagus. ”Jangan menghambur-hamburkan dana,” ucapnya kemarin (24/5).


Menurut Herman, anggaran itu mending digunakan untuk kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat dan dapat dirasakan masyarakat luas. Sebab, masih banyak kegiatan yang tidak ter-cover di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Menurut Herman, jika pun harus diperbaiki, anggaran Rp 7,5 miliar dinilai terlalu besar. Material yang masih bagus dapat digunakan kembali. ”Kalau memang ada barang masih dapat digunakan, ya jangan dirombak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian Perhubungan Beri Sinyal Positif

Di tempat terpisah, Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Sumenep Hariyanto membenarkan rencana tersebut. Menurut dia, saat ini sudah dalam proses lelang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Hari mengakui jembatan di Jalan Lingkar Barat masih bagus. Namun, pihaknya menganggarkan untuk pembangunan. Sebab, di bagian bawah banyak yang rusak.

”Kelihatan memang masih bagus. Tapi setelah kami cek ke bagian bawah, mulai ada kerusakan-kerusakan,” tuturnya.

Hari mengklaim, jembatan di Jalan Lingkar Barat sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Mengingat, arus lalu lintas di jalan tersebut cukup ramai. Kendaraan besar bermuatan berat banyak yang lewat di sana.

”Di atas memang tidak apa-apa, tetapi di bawahnya itu (sudah rusak). Kami khawatir mendadak roboh dan membahayakan masyarakat,” ucap Hari kemarin.

Baca Juga :  Edy Rasiyadi Raih Beragam Prestasi

Spesifikasi jembatan tersebut akan berubah. Lebarnya bakal disesuaikan dengan lebar jalan, yakni sepuluh meter. Dengan demikian, lebar jembatan tersebut akan bertambah menjadi 12 meter dari lebar awal yang hanya 7 meter.

”Yang 2 meter untuk trotoar sisi kanan-kiri sehingga lebarnya akan sama 10 meter. Kalau panjangnya tetap 25 meter,” tandasnya. (jup)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/