alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Satu Nelayan Masih Belum Ketemu

SUMENEP – Dua nelayan asal Desa Gedungan, Kecamatan Giligenting, yang hilang sejak Selasa (22/1) mengalami nasib berbeda. Satu orang, yakni Dihasan, 56, sudah ditemukan oleh nelayan di perairan Raas. Sedang satu nelayan lainnya, Buhasin, 58, sampai kemarin siang (24/1) belum diketahui keberadaannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, nelayan yang hilang terus dicari. Saat ini KM Widura 225 beserta tim Basarnas tengah melakukan pencarian. Kemarin pagi kapal tersebut mencari nelayan yang hilang melalui Pelabuhan Kalianget.

”Itu yang melakukan pencarian dari tim Basarnas. Kalau dari BPBD tidak punya wewenang untuk mencari korban di tengah laut,” kata Rahman.

Baca Juga :  TBK Poltera Bekali Nelayan Pelatihan Keselamatan Berbasis AIS

Dia menjelaskan, tidak semua kapal bisa mencari korban. Sebab, kondisi gelombang saat ini cukup tinggi. Jika menggunakan perahu nelayan, khawatir membahayakan.

”Kalau kapal Basarnas kan dilengkapi pemecah ombak. Karena itu, bisa melakukan pencarian meski ketinggian ombak mencapai tiga meter lebih,” tambahnya.

Rahman menceritakan, hilangnya nelayan itu bermula saat keduanya sedang memancing di perairan Giligenting Selasa (22/1). Namun, hingga sore mereka tak kunjung pulang. Buhasin kemudian mencoba menelepon anaknya, mengabarkan bahwa perahunya bocor dan hendak tenggelam.

Upaya pencarian pun dilakukan oleh nelayan setempat. Namun, saat itu para nelayan Giligenting tidak berhasil menemukan korban. Baru keesokan harinya, Dihasan ditemukan oleh nelayan di perairan Raas.

Baca Juga :  Aktivitas Jual Beli Ikan di Pelabuhan Pasongsongan

”Pencarian Buhasin terus dilakukan oleh tim Basarnas. Nanti kalau ada perkembangan, kami akan informasikan,” tukas Rahman.

SUMENEP – Dua nelayan asal Desa Gedungan, Kecamatan Giligenting, yang hilang sejak Selasa (22/1) mengalami nasib berbeda. Satu orang, yakni Dihasan, 56, sudah ditemukan oleh nelayan di perairan Raas. Sedang satu nelayan lainnya, Buhasin, 58, sampai kemarin siang (24/1) belum diketahui keberadaannya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi mengatakan, nelayan yang hilang terus dicari. Saat ini KM Widura 225 beserta tim Basarnas tengah melakukan pencarian. Kemarin pagi kapal tersebut mencari nelayan yang hilang melalui Pelabuhan Kalianget.

”Itu yang melakukan pencarian dari tim Basarnas. Kalau dari BPBD tidak punya wewenang untuk mencari korban di tengah laut,” kata Rahman.

Baca Juga :  Nelayan Temukan Benda Mirip Rudal

Dia menjelaskan, tidak semua kapal bisa mencari korban. Sebab, kondisi gelombang saat ini cukup tinggi. Jika menggunakan perahu nelayan, khawatir membahayakan.

”Kalau kapal Basarnas kan dilengkapi pemecah ombak. Karena itu, bisa melakukan pencarian meski ketinggian ombak mencapai tiga meter lebih,” tambahnya.

Rahman menceritakan, hilangnya nelayan itu bermula saat keduanya sedang memancing di perairan Giligenting Selasa (22/1). Namun, hingga sore mereka tak kunjung pulang. Buhasin kemudian mencoba menelepon anaknya, mengabarkan bahwa perahunya bocor dan hendak tenggelam.

Upaya pencarian pun dilakukan oleh nelayan setempat. Namun, saat itu para nelayan Giligenting tidak berhasil menemukan korban. Baru keesokan harinya, Dihasan ditemukan oleh nelayan di perairan Raas.

Baca Juga :  Mohammad Siddik SH Berkomitmen Perjuangkan Hak Rakyat
- Advertisement -

”Pencarian Buhasin terus dilakukan oleh tim Basarnas. Nanti kalau ada perkembangan, kami akan informasikan,” tukas Rahman.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/