22.6 C
Madura
Tuesday, June 6, 2023

Proyek Drainase Melebihi Deadline

SUMENEP – Proyek pembangunan drainase di Jalan Kartini–-Jati Emas menuju Kali Patrean, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, melebihi deadline. Proyek dengan anggaran Rp 3,4 miliar itu mestinya rampung pertengahan Oktober lalu.

Pemerintah memperpanjang masa pengerjaan hingga 15 November. Pelaksana proyek, yakni PT Inneco Wira Sakti Hutama, optimistis proyek itu selesai sebelum masa kontrak tahap kedua berakhir. Hingga Selasa (23/10), proyek tersebut masih tahap finishing.

Pengawas lapangan PT Inneco Wira Sakti Hutama Dekki menyampaikan, saat ini pengerjaannya sudah sampai di perempatan Jalan Jati Emas. Dia mengakui, pengerjaan proyek melebihi batas waktu hasil kesepakatan dengan warga, yakni pada 20 Oktober.

Lambatnya pengerjaan proyek itu, jelas Dekki, salah satunya karena kesulitan mengangkut material. Selama ini, tukang hanya menggunakan argo. ”Hampir 100 meter para tukang jalan kaki. Dari mengolah bahan beton dan lainnya. Itu yang bikin kami telat,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Rp 993 Juta Terancam Molor

Selain itu, yang menjadi kendala pelaksanaan proyek adalah pipa perusahaan daerah air minum (PDAM). Pekerja harus berhati-hati agar tidak rusak. ”Pipa itu sudah di atas aspal, rata dengan aspal. Kami cari solusi, bagaimana pipa supaya enak,” tuturnya.

Dekki berjanji, dalam sepekan perataan tanah di depan rumah warga sudah rampung. Kemudian dilakukan pemadatan. Saat ini pekerja berfokus pada pengecoran drainase di bagian barat. Sebab, pengerjaan di bagian timur sudah rampung.

Menurut Dekki, pihaknya sudah bekerja maksimal. Ada puluhan pekerja yang dilibatkan. ”Pekerja sekitar 30 orang dan 4 tukang. Dua tukang bekesting dan dua tukangnya lagi ngecor,” jelasnya.

Sebelumnya anggota Komisi III DPRD Sumenep Juhari meminta, pekerjaan itu harus sesuai dengan rencana anggaran dan biaya (RAB). Meski dituntut selesai tepat waktu, pengerjaannya tidak boleh asal-asalan. Kualitasnya harus bagus.

Baca Juga :  Proyek Gedung Dewan Jadi Rebutan

”Harus selesai tepat waktu supaya tidak molor dan demi kenyamanan masyarakat yang menikmatinya,” kata politikus PPP itu. Pihaknya akan selalu mengawasi semua pelaksanaan proyek di Sumenep. Baik yang bersember dari APBD maupun APBN. (c2)

SUMENEP – Proyek pembangunan drainase di Jalan Kartini–-Jati Emas menuju Kali Patrean, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, melebihi deadline. Proyek dengan anggaran Rp 3,4 miliar itu mestinya rampung pertengahan Oktober lalu.

Pemerintah memperpanjang masa pengerjaan hingga 15 November. Pelaksana proyek, yakni PT Inneco Wira Sakti Hutama, optimistis proyek itu selesai sebelum masa kontrak tahap kedua berakhir. Hingga Selasa (23/10), proyek tersebut masih tahap finishing.

Pengawas lapangan PT Inneco Wira Sakti Hutama Dekki menyampaikan, saat ini pengerjaannya sudah sampai di perempatan Jalan Jati Emas. Dia mengakui, pengerjaan proyek melebihi batas waktu hasil kesepakatan dengan warga, yakni pada 20 Oktober.


Lambatnya pengerjaan proyek itu, jelas Dekki, salah satunya karena kesulitan mengangkut material. Selama ini, tukang hanya menggunakan argo. ”Hampir 100 meter para tukang jalan kaki. Dari mengolah bahan beton dan lainnya. Itu yang bikin kami telat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pohon Cemara Roboh Akibat Abrasi

Selain itu, yang menjadi kendala pelaksanaan proyek adalah pipa perusahaan daerah air minum (PDAM). Pekerja harus berhati-hati agar tidak rusak. ”Pipa itu sudah di atas aspal, rata dengan aspal. Kami cari solusi, bagaimana pipa supaya enak,” tuturnya.

Dekki berjanji, dalam sepekan perataan tanah di depan rumah warga sudah rampung. Kemudian dilakukan pemadatan. Saat ini pekerja berfokus pada pengecoran drainase di bagian barat. Sebab, pengerjaan di bagian timur sudah rampung.

Menurut Dekki, pihaknya sudah bekerja maksimal. Ada puluhan pekerja yang dilibatkan. ”Pekerja sekitar 30 orang dan 4 tukang. Dua tukang bekesting dan dua tukangnya lagi ngecor,” jelasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya anggota Komisi III DPRD Sumenep Juhari meminta, pekerjaan itu harus sesuai dengan rencana anggaran dan biaya (RAB). Meski dituntut selesai tepat waktu, pengerjaannya tidak boleh asal-asalan. Kualitasnya harus bagus.

Baca Juga :  Sidak Dewan tanpa Kesimpulan

”Harus selesai tepat waktu supaya tidak molor dan demi kenyamanan masyarakat yang menikmatinya,” kata politikus PPP itu. Pihaknya akan selalu mengawasi semua pelaksanaan proyek di Sumenep. Baik yang bersember dari APBD maupun APBN. (c2)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/