26.9 C
Madura
Saturday, January 28, 2023

Penjelasan Kepala BKPSDM di Hadapan Pedemo Video Kontroversial

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan mahasiswa dan pemuda mendatangi kantor Pemkab Sumenep kemarin (23/8). Kedatangan massa untuk meminta klarifikasi Bupati Sumenep Achmad Fauzi perihal video berisi pernyataan kontroversial Camat Batang-Batang Joko Suwarno yang viral beberapa waktu lalu.

Salah satu alasan massa meminta penjelasan Bupati Achmad Fauzi adalah karena dalam video pertama berdurasi 30 detik itu, nama bupati dicatut camat untuk mengarahkan kepala desa (Kades) mencuri sapi warga yang enggan divaksin. Video tersebut meresahkan masyarakat Batang-Batang. Warga juga kecewa karena statement itu muncul dari oknum pejabat.

Koordinator Aksi Nur Muhammad mengatakan, dalam video camat Batang-Batang menyebut nama bupati yang mengarahkan Kades mencuri sapi warga yang tidak divaksin. Karena itu, bupati harus menyampaikan klarifikasi langsung kepada masyarakat.

”Untuk menepis kesan bahwa pemerintah tidak melindungi masyarakat. Jangan karena berada di lingkaran kekuasaan lalu berbuat semena-mena. Termasuk memerintahkan mencuri sapi warga yang tidak divaksin. Jelaskan langsung kepada kami, jangan melalui media,” pintanya.

Baca Juga :  Selamatkan Motor, Terobos Hadangan Polisi

Nur juga mengecam camat Batang-Batang yang mengeluarkan pernyatan tersebut. Meskipun telah beredar video lanjutan berisi klarifikasi sang camat yang menegaskan apa yang disampaikan pada video sebelumnya sebuah guyonan. ”Semuanya sudah telanjur terjadi dan meresahkan masyarakat. Sebab, warga khawatir kehilangan sapi,” jelasnya.

Meski lebih satu jam berorasi, bupati belum bisa menemui para pedemo. Sebab, Bupati Achmad Fauzi ada kegiatan. Bupati menugaskan Plt Asisten II Setkab Sumenep Agus Dwi Saputra dan Kepala BKPSDM Sumenep Abdul Majid menemui massa.

Mendengar penjelasan kedua pejabat tersebut, massa tidak puas. Massa terkesan tidak percaya dengan penjelasan utusan bupati. Karena itu, pedemo terkesan mengabaikan kehadiran kedua pejabat tersebut dan tetap mengotot minta penjelasan langsung dari bupati. Tapi, tuntutan pedemo tetap tidak bisa dipenuhi karena bupati sedang ada kegiatan.

Baca Juga :  Pantau Peredaran Rokok Bodong Tiga Kecamatan

Sementara itu, usai menemui massa, Abdul Majid menyampaikan, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti. Buktinya, pihaknya langsung memanggil dan meminta keterangan camat melalui majelis kode etik sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2017.

”Hasil pemeriksaan sementara, Camat Batang-Batang Joko Suwarno menegaskan pernyataan itu bukan atas instruksi bupati. Yang bersangkutan menyadari bahwa pernyataan tersebut meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Madjid mengungkapkan, Joko Suwarno telah mengundurkan diri sebagai camat Batang-Batang sejak Jumat (20/8). ”Berarti dia gentle (karena mengundurkan diri). Bapak bupati nanti menunjuk pejabat baru sebagai Plt camat Batang-Batang,” pungkasnya. 

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan mahasiswa dan pemuda mendatangi kantor Pemkab Sumenep kemarin (23/8). Kedatangan massa untuk meminta klarifikasi Bupati Sumenep Achmad Fauzi perihal video berisi pernyataan kontroversial Camat Batang-Batang Joko Suwarno yang viral beberapa waktu lalu.

Salah satu alasan massa meminta penjelasan Bupati Achmad Fauzi adalah karena dalam video pertama berdurasi 30 detik itu, nama bupati dicatut camat untuk mengarahkan kepala desa (Kades) mencuri sapi warga yang enggan divaksin. Video tersebut meresahkan masyarakat Batang-Batang. Warga juga kecewa karena statement itu muncul dari oknum pejabat.

Koordinator Aksi Nur Muhammad mengatakan, dalam video camat Batang-Batang menyebut nama bupati yang mengarahkan Kades mencuri sapi warga yang tidak divaksin. Karena itu, bupati harus menyampaikan klarifikasi langsung kepada masyarakat.


”Untuk menepis kesan bahwa pemerintah tidak melindungi masyarakat. Jangan karena berada di lingkaran kekuasaan lalu berbuat semena-mena. Termasuk memerintahkan mencuri sapi warga yang tidak divaksin. Jelaskan langsung kepada kami, jangan melalui media,” pintanya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Bakal Bangun Jalan Tembus Masjid-Keraton

Nur juga mengecam camat Batang-Batang yang mengeluarkan pernyatan tersebut. Meskipun telah beredar video lanjutan berisi klarifikasi sang camat yang menegaskan apa yang disampaikan pada video sebelumnya sebuah guyonan. ”Semuanya sudah telanjur terjadi dan meresahkan masyarakat. Sebab, warga khawatir kehilangan sapi,” jelasnya.

Meski lebih satu jam berorasi, bupati belum bisa menemui para pedemo. Sebab, Bupati Achmad Fauzi ada kegiatan. Bupati menugaskan Plt Asisten II Setkab Sumenep Agus Dwi Saputra dan Kepala BKPSDM Sumenep Abdul Majid menemui massa.

Mendengar penjelasan kedua pejabat tersebut, massa tidak puas. Massa terkesan tidak percaya dengan penjelasan utusan bupati. Karena itu, pedemo terkesan mengabaikan kehadiran kedua pejabat tersebut dan tetap mengotot minta penjelasan langsung dari bupati. Tapi, tuntutan pedemo tetap tidak bisa dipenuhi karena bupati sedang ada kegiatan.

Baca Juga :  Pantau Peredaran Rokok Bodong Tiga Kecamatan
- Advertisement -

Sementara itu, usai menemui massa, Abdul Majid menyampaikan, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti. Buktinya, pihaknya langsung memanggil dan meminta keterangan camat melalui majelis kode etik sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Bupati Nomor 31 Tahun 2017.

”Hasil pemeriksaan sementara, Camat Batang-Batang Joko Suwarno menegaskan pernyataan itu bukan atas instruksi bupati. Yang bersangkutan menyadari bahwa pernyataan tersebut meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Madjid mengungkapkan, Joko Suwarno telah mengundurkan diri sebagai camat Batang-Batang sejak Jumat (20/8). ”Berarti dia gentle (karena mengundurkan diri). Bapak bupati nanti menunjuk pejabat baru sebagai Plt camat Batang-Batang,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/