alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Isak Tangis Keluarga Iringi Evakuasi 89 Korban KM Santika Nusantara

SUMENEP – Proses evakuasi terhadap korban KM Santika Nusantara yang mengalami kebakaran pada Kamis lalu (22/8) terus dilakukan. Sebagian korban dievakuasi ke Surabaya dan sebagian lagi dibawa ke Pelabuhan Kalianget.

Untuk memperlancar proses evakuasi korban di Pelabuhan Kalianget Sumenep, polisi menyiagakan 20 mobil ambulan dari dinas kesehatan. Ditambah satu unit ambulan dari polres dan beberapa mobil pengangkut lainnya.

89 korban selamat berhasil dibawa ke Pelabuhan Kalianget pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23:30. Isak tangis keluarga korban mewarnai proses evakuasi. Sebagian korban dibopong karena kelelahan dan lainnya pingsan.

Ibrahim, warga Kecamatan Pasongsongan mengaku sejak sore menunggu di Pelabuhan kalianget. Dia khawatir dengan kondisi Heriyanto (anaknya, Red). Sebab, merupakan salah satu penumpang KM Santika Nusantara.

Baca Juga :  Cipta Karya Bekerja Out of The Box

“Kemarin, setelah kebakaran anak saya telepon. Katanya, kapal yang ditumpangi kebakaran. Beruntung, dia (Heriyanto, Red) menggunakan pelampung dan loncat ke laut,” ungkap pria 40 tahun itu.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menilai proses evakuasi berjalan baik. “Ada 89 korban. Mulai dewasa, anak-anak dan balita dievakuasi menggunakan KM Putra Tunggal 8. Untuk sementara, ditempatkan di rumah penampungan Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep,” katanya.

Muslimin menegaskan, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jumlah korban selamat, meninggal atau hilang. “Informasi selalu berubah. Korban yang meninggal, ada tiga atau empat orang. Masih diidentifikasi,” paparnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

SUMENEP – Proses evakuasi terhadap korban KM Santika Nusantara yang mengalami kebakaran pada Kamis lalu (22/8) terus dilakukan. Sebagian korban dievakuasi ke Surabaya dan sebagian lagi dibawa ke Pelabuhan Kalianget.

Untuk memperlancar proses evakuasi korban di Pelabuhan Kalianget Sumenep, polisi menyiagakan 20 mobil ambulan dari dinas kesehatan. Ditambah satu unit ambulan dari polres dan beberapa mobil pengangkut lainnya.

89 korban selamat berhasil dibawa ke Pelabuhan Kalianget pada Jumat (23/8) sekitar pukul 23:30. Isak tangis keluarga korban mewarnai proses evakuasi. Sebagian korban dibopong karena kelelahan dan lainnya pingsan.


Ibrahim, warga Kecamatan Pasongsongan mengaku sejak sore menunggu di Pelabuhan kalianget. Dia khawatir dengan kondisi Heriyanto (anaknya, Red). Sebab, merupakan salah satu penumpang KM Santika Nusantara.

Baca Juga :  Pungut Sampah ala WWF dan Bank Sampah Tunggak Jati

“Kemarin, setelah kebakaran anak saya telepon. Katanya, kapal yang ditumpangi kebakaran. Beruntung, dia (Heriyanto, Red) menggunakan pelampung dan loncat ke laut,” ungkap pria 40 tahun itu.

Kapolres Sumenep AKBP Muslimin menilai proses evakuasi berjalan baik. “Ada 89 korban. Mulai dewasa, anak-anak dan balita dievakuasi menggunakan KM Putra Tunggal 8. Untuk sementara, ditempatkan di rumah penampungan Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep,” katanya.

Muslimin menegaskan, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jumlah korban selamat, meninggal atau hilang. “Informasi selalu berubah. Korban yang meninggal, ada tiga atau empat orang. Masih diidentifikasi,” paparnya. (Rofiqi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/