alexametrics
29.9 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Pendamping PKH Masalembu Bolos

SUMENEP – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan 231 personel program keluarga harapan (PKH). Ratusan tenaga itu bertugas membantu dan mendampingi 43.804 keluarga penerima manfaat (KPM). Sayang, tidak semua sumber daya manusia (SDM) itu bekerja dengan baik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep R. Aminullah mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tentang seorang petugas pendamping PKH Kecamatan Masalembu. Petugas itu dilaporkan sering bolos kerja. Di kecamatan ini ada dua pendamping PKH. Satu orang putra daerah, satu lagi warga Kota Sumenep.

”Nah petugas yang dari kota ini dikabarkan sering tidak berada di lokasi kerja. Tetapi malah pulang ke kota,” jelasnya tanpa menyebut nama Kamis (24/8).

Setelah dikroscek, kabar tersebut memang benar. Amin mendapati petugas tersebut sedang berada di rumahnya di Kota Sumenep. ”Saya sangat menyayangkan hal ini. Kami sudah memberi peringatan dan meminta petugas tersebut segera berangkat ke Masalembu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hendak ke Gua Soekarno di Sumenep, Pengunjung Harus Mengenakan Ini

Menurut Amin, selain ketidakdisiplinan, penyebab lain karena kesalahan perekrutan dan penempatan petugas. Selama ini perekrutan pendamping PKH dilakukan secara online dan ditentukan langsung oleh Kemensos. Akibatnya, perekrutan dan penempatan petugas menjadi tidak efektif.

”Harapan saya kepada Kemensos, pengambilan perekrutan pendamping jangan dilakukan secara online, karena bisa saja seperti yang terjadi sekarang, orang dari kota ditempatkan di kepulauan, akhirnya tidak efektif,” katanya.

Dia mengusulkan agar perekrutan dilakukan secara manual oleh dinsos sendiri. Kalau ada putra daerah yang memenuhi syarat, itu yang diambil. ”Lagi pula sekarang sudah banyak warga kepulauan yang pendidikannya tinggi, sampai kuliah ke mana-mana,” tuturnya.

Data dari Kemensos menunjukkan, saat ini di Sumenep terdapat 231 SDM PKH. Perinciannya, 212 pendamping, 18 operator, dan seorang koordinator kabupaten.

Baca Juga :  Sembilan Materi Tes Menanti Bacakades

Camat Masalembu Heru Cahyono mengaku, di daerah yang dipimpin memang ada dua pendamping PKH. Mereka Albar dan Hendra. ”Albar ini asli Masalembu. Kalau yang asli kota Sumenep Hendra,” jelasnya.

Namun, Heru tidak sepakat dengan pernyataan Aminullah. Menurut dia, kedua pendamping PKH tersebut rajin menjalankan tugas. ”Hari Senin kemarin saya ketemu dengan Hendra. Dia ada kok di Masalembu,” jelas Heru. 

- Advertisement -

SUMENEP – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan 231 personel program keluarga harapan (PKH). Ratusan tenaga itu bertugas membantu dan mendampingi 43.804 keluarga penerima manfaat (KPM). Sayang, tidak semua sumber daya manusia (SDM) itu bekerja dengan baik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep R. Aminullah mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tentang seorang petugas pendamping PKH Kecamatan Masalembu. Petugas itu dilaporkan sering bolos kerja. Di kecamatan ini ada dua pendamping PKH. Satu orang putra daerah, satu lagi warga Kota Sumenep.

”Nah petugas yang dari kota ini dikabarkan sering tidak berada di lokasi kerja. Tetapi malah pulang ke kota,” jelasnya tanpa menyebut nama Kamis (24/8).


Setelah dikroscek, kabar tersebut memang benar. Amin mendapati petugas tersebut sedang berada di rumahnya di Kota Sumenep. ”Saya sangat menyayangkan hal ini. Kami sudah memberi peringatan dan meminta petugas tersebut segera berangkat ke Masalembu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bantu 1.250 Sambungan Listrik Gratis

Menurut Amin, selain ketidakdisiplinan, penyebab lain karena kesalahan perekrutan dan penempatan petugas. Selama ini perekrutan pendamping PKH dilakukan secara online dan ditentukan langsung oleh Kemensos. Akibatnya, perekrutan dan penempatan petugas menjadi tidak efektif.

”Harapan saya kepada Kemensos, pengambilan perekrutan pendamping jangan dilakukan secara online, karena bisa saja seperti yang terjadi sekarang, orang dari kota ditempatkan di kepulauan, akhirnya tidak efektif,” katanya.

Dia mengusulkan agar perekrutan dilakukan secara manual oleh dinsos sendiri. Kalau ada putra daerah yang memenuhi syarat, itu yang diambil. ”Lagi pula sekarang sudah banyak warga kepulauan yang pendidikannya tinggi, sampai kuliah ke mana-mana,” tuturnya.

Data dari Kemensos menunjukkan, saat ini di Sumenep terdapat 231 SDM PKH. Perinciannya, 212 pendamping, 18 operator, dan seorang koordinator kabupaten.

Baca Juga :  Peringati Hari Guru Nasional, Disdik Sumenep Launching Smart Card

Camat Masalembu Heru Cahyono mengaku, di daerah yang dipimpin memang ada dua pendamping PKH. Mereka Albar dan Hendra. ”Albar ini asli Masalembu. Kalau yang asli kota Sumenep Hendra,” jelasnya.

Namun, Heru tidak sepakat dengan pernyataan Aminullah. Menurut dia, kedua pendamping PKH tersebut rajin menjalankan tugas. ”Hari Senin kemarin saya ketemu dengan Hendra. Dia ada kok di Masalembu,” jelas Heru. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Kejari Kembalikan Tanah Percaton

Artikel Terbaru

/