alexametrics
21.8 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Bawa Kayu Ilegal, Lima Warga Sapeken Diringkus

SUMENEP – Polsek Sapeken berhasil menangkap lima pelaku dugaan illegal logging. Mereka adalah Sunaryo bin Adnan, 35; Suharsono, 32; Hendra Kurniawan bin Rusli, 20; Sukardi, 23; dan Mohari bin Dangdang, 42. Mereka merupakan warga Dusun Pajan Barat, Desa Sepanjang, kecamatan setempat.

Lima pelaku beserta barang bukti (BB) ditangkap di perairan Pulau Sapeken. Mereka kedapatan mengangkut kayu dengan perahu tanpa dilengkapi izin.    

Upaya penggelapan kayu ilegal tercium aparat setelah adanya laporan dari masyarakat. Sekitar pukul 04.30, polisi mendapat informasi bahwa ada perahu mengakut kayu tanpa izin di perairan Sapeken. Tepatnya di antara perairan Desa Saur Saebus dan Desa Saseel, Kecamatan Raas.

Baca Juga :  Diduga Bocor, Operasi Gabungan Minim Temuan

Dua jam kemudian, tepatnya pukul 06.30, perahu terlacak. Polisi langsung melakukan pengejaran. Ketika didapat, petugas memeriksa surat-surat. Namun, saat diperiksa, awak perahu tidak bisa menunjukkan izin pengangkutan kayu. Dengan demikian, lima orang tersebut digelandang ke mapolsek setempat.

Kuat dugaan, kayu tersebut diangkut dari Pulau Sepanjang. Direncanakan, kayu diangkut menuju Pulau Saebus. Kasubbaghumas Polres Sumenep menyatakan akan menindaklanjuti dan mengembangkan kasus itu. ”Polisi sudah melakukan langkah-langkah. Antara lain, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pelaku,” ucapnya.

Kayu yang disita dari lima tersangka merupakan kayu jadi. Jumlahnya sekitar empat kodi. Saat ini seluruh tersangka masih diamankan di Mapolsek Sapeken untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mencurigai masih ada pelaku lain dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Satpol PP Bisa Tindak Tambang Ilegal

 

SUMENEP – Polsek Sapeken berhasil menangkap lima pelaku dugaan illegal logging. Mereka adalah Sunaryo bin Adnan, 35; Suharsono, 32; Hendra Kurniawan bin Rusli, 20; Sukardi, 23; dan Mohari bin Dangdang, 42. Mereka merupakan warga Dusun Pajan Barat, Desa Sepanjang, kecamatan setempat.

Lima pelaku beserta barang bukti (BB) ditangkap di perairan Pulau Sapeken. Mereka kedapatan mengangkut kayu dengan perahu tanpa dilengkapi izin.    

Upaya penggelapan kayu ilegal tercium aparat setelah adanya laporan dari masyarakat. Sekitar pukul 04.30, polisi mendapat informasi bahwa ada perahu mengakut kayu tanpa izin di perairan Sapeken. Tepatnya di antara perairan Desa Saur Saebus dan Desa Saseel, Kecamatan Raas.

Baca Juga :  BPBD Prediksi Tak Ada Gempa Susulan

Dua jam kemudian, tepatnya pukul 06.30, perahu terlacak. Polisi langsung melakukan pengejaran. Ketika didapat, petugas memeriksa surat-surat. Namun, saat diperiksa, awak perahu tidak bisa menunjukkan izin pengangkutan kayu. Dengan demikian, lima orang tersebut digelandang ke mapolsek setempat.

Kuat dugaan, kayu tersebut diangkut dari Pulau Sepanjang. Direncanakan, kayu diangkut menuju Pulau Saebus. Kasubbaghumas Polres Sumenep menyatakan akan menindaklanjuti dan mengembangkan kasus itu. ”Polisi sudah melakukan langkah-langkah. Antara lain, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa pelaku,” ucapnya.

Kayu yang disita dari lima tersangka merupakan kayu jadi. Jumlahnya sekitar empat kodi. Saat ini seluruh tersangka masih diamankan di Mapolsek Sapeken untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi mencurigai masih ada pelaku lain dalam kasus tersebut.

Baca Juga :  Diduga Bocor, Operasi Gabungan Minim Temuan

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/