alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Penumpang KMP DBS III Telantar

RATUSAN penumpang KMP DBS III telantar pada Rabu (22/7). Penumpang yang menunggu sejak siang akhirnya geram. Mereka kemudian meluruk KSOP Kalianget saat petang. Sekitar pukul 21.35 di Pelabuhan Kalianget banyak penumpang selonjoran hingga tiduran.

Mereka keluar kapal karena belum ada kepastian keberangkatan. Tak sedikit penumpang yang membatalkan pelayaran bersama KMP DBS III. Mereka yang memiliki tempat tinggal di Kota Sumenep dan sekitarnya memilih balik kanan.

Sebagian lagi memilih bertahan di pelabuhan dan di dalam kapal sembari menunggu kepastian pelayanan. Sedangkan puluhan penumpang lainnya mendatangi KSOP Kalianget untuk meminta penjelasan. Terutama kepada PT Sumekar (Line) selaku operator kapal.

Rahman, 47, penumpang, mengaku sejak pukul 11.00 berada di pelabuhan. Sebab informasi yang diterima, kapal akan berlayar pukul 13.00 atau pukul 14.00. Namun hingga pukul 17.00, kapal tak kunjung angkat jangkar. Dari situ para penumpang mempertanyakan kejelasan jadwal keberangkatan.

”Kami dapat informasi lagi kalau kapal baru bisa berangkat habis Isya. Sekitar pukul 19.00. Tapi, kami tunggu tetap tidak berangkat,” ujar pria asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, itu.

Ketidakpastian pihak operator kapal menyulut emosi penumpang. Hingga pukul 23.30, puluhan penumpang bertahan menunggu kepastian. Penumpang meminta kapal tetap diberangkatkan. Namun, KSOP Kalianget tetap tidak bisa mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) karena dokumen syarat pelayaran KMP DBS III tidak lengkap.

Menurut Rahman, jika belum memiliki dokumen lengkap, PT Sumekar (Line) semestinya tidak membuka loket penjualan tiket. Penumpang tujuan Kangean dan Sapeken sudah kadung membeli tiket dengan harapan bisa pulang kampung hari itu juga. ”Jelas kami dirugikan,” keluh Rahman.

Baca Juga :  Belum Dibantu Pemkab Sumenep, Perbaiki Rumah, Warga Rogoh Rp 4 Juta

Direktur PT Sumekar (Line) Akhmad Zainal Arifin mengakui KMP DBS III batal berlayar karena KSOP Kalianget tidak mengeluarkan SIB. Alasannya, masa berlaku dokumen persyaratan berupa SKKP habis. Namun karena desakan penumpang, pihaknya berupaya meminta kebijakan KSOP mengeluarkan toleransi SIB untuk satu hari dan satu rute pelayaran. Akan tetapi, permintaan itu tidak dikabulkan.

Upaya membuat surat pernyataan bertanggung jawab atas keselamatan penumpang juga tidak bisa membuat KSOP berubah pikirian. SKKP sedang diurus. Agen menjanjikan Rabu pagi (22/7) selesai. Karena itu, pihaknya menaikkan penumpang. ”Tapi, sampai petang, agen ini malah bilang berkasnya belum selesai,” ungkap Zainal.

Zainal mengakui, pihaknya melakukan kesalahan dengan tidak menyertakan SKKP. Namun, kesalahan itu bukan karena unsur kesengajaan. ”Karena miskomunikasi saja antara kami dan agen yang mengurus dokumen ini. Kami minta maaf kepada penumpang,” kata pria asal Pulau Kangean itu.

Petugas KSOP Kalianget Fathorrahman menegaskan, tanpa SKKP, pihaknya tidak bisa mengeluarkan SIB. Jika pihaknya mengeluarkan SIB tanpa SKKP, ada sanksi secara institusional yang harus ditanggung. Keselamatan penumpang selama pelayaran juga tidak terjamin. ”Bagaimanapun, kami menjalankan tugas sesuai prosedur,” jelasnya.

KSOP Kalianget sudah memperingatkan PT Sumekar jika masa berlaku SKKP KMP DBS III berakhir 20 Juli 2020. Peringatan itu sudah disampaikan pertengahan Juli. Namun setelah dicek, PT Sumekar (Line) baru mengajukan perpanjangan SKKP pada 20 Juli 2020.

Baca Juga :  Warga Raas Segera Nikmati Listrik

”Pukul 10.00, kami juga sudah beritahukan, jangan naikkan penumpang. Sebab, berkas persyaratan berlayarnya kurang,” ujar pria yang akrab disapa Pa’ong itu. ”Kalau kami keluarkan surat izin tanpa dokumen lengkap dari operator, itu menyalahi aturan. Karena SKKP itu harus ada di atas kapal,” imbuhnya.

Mediasi di KSOP Kalianget berlangsung alot. Polisi juga turun ke lokasi untuk mengamankan massa. Beberapa opsi PT Sumekar (Line) tidak disepakati penumpang. Para pengguna jasa penyeberangan itu memaksa operator untuk tetap berlayar.

Akhirnya, PT Sumekar (Line) sepakat dengan dua opsi. Pertama, penumpang KMP DBS III akan diberangkatkan menggunakan KMP DBS I. Armada kapal yang juga aset PT Sumekar (Line) itu diperkirakan tiba di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 02.00 dari Kangean.

Kemudian, kapal tersebut akan kembali diberangkatkan sekitar pukul 05.00 dari Pelabuhan Kalianget untuk membawa penumpang KMP DBS III. Mengenai tiket, penumpang dibebaskan dengan menunjukkan bukti tiket KMP DBS III.

Opsi kedua, penumpang tetap diberangkatkan menggunakan KMP DBS III dengan ketentuan berangkat maksimal sekitar pukul 16.00. Sebab, masih menunggu SKKP diterima dan diberikan kepada KSOP sebagai syarat mengeluarkan SIB. Termasuk siap menyiapkan konsumsi bagi penumpang selama tertahan di pelabuhan.

Dua opsi itu disepakati melalui surat pernyataan yang ditandatangani pihak PT Sumekar (Line) dengan perwakilan penumpang. Surat pernyataan bermaterai itu menjadi bukti komitmen pihak operator kapal.

RATUSAN penumpang KMP DBS III telantar pada Rabu (22/7). Penumpang yang menunggu sejak siang akhirnya geram. Mereka kemudian meluruk KSOP Kalianget saat petang. Sekitar pukul 21.35 di Pelabuhan Kalianget banyak penumpang selonjoran hingga tiduran.

Mereka keluar kapal karena belum ada kepastian keberangkatan. Tak sedikit penumpang yang membatalkan pelayaran bersama KMP DBS III. Mereka yang memiliki tempat tinggal di Kota Sumenep dan sekitarnya memilih balik kanan.

Sebagian lagi memilih bertahan di pelabuhan dan di dalam kapal sembari menunggu kepastian pelayanan. Sedangkan puluhan penumpang lainnya mendatangi KSOP Kalianget untuk meminta penjelasan. Terutama kepada PT Sumekar (Line) selaku operator kapal.


Rahman, 47, penumpang, mengaku sejak pukul 11.00 berada di pelabuhan. Sebab informasi yang diterima, kapal akan berlayar pukul 13.00 atau pukul 14.00. Namun hingga pukul 17.00, kapal tak kunjung angkat jangkar. Dari situ para penumpang mempertanyakan kejelasan jadwal keberangkatan.

”Kami dapat informasi lagi kalau kapal baru bisa berangkat habis Isya. Sekitar pukul 19.00. Tapi, kami tunggu tetap tidak berangkat,” ujar pria asal Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, itu.

Ketidakpastian pihak operator kapal menyulut emosi penumpang. Hingga pukul 23.30, puluhan penumpang bertahan menunggu kepastian. Penumpang meminta kapal tetap diberangkatkan. Namun, KSOP Kalianget tetap tidak bisa mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) karena dokumen syarat pelayaran KMP DBS III tidak lengkap.

Menurut Rahman, jika belum memiliki dokumen lengkap, PT Sumekar (Line) semestinya tidak membuka loket penjualan tiket. Penumpang tujuan Kangean dan Sapeken sudah kadung membeli tiket dengan harapan bisa pulang kampung hari itu juga. ”Jelas kami dirugikan,” keluh Rahman.

Baca Juga :  Penumpang Berkurang, Terminal Sepi

Direktur PT Sumekar (Line) Akhmad Zainal Arifin mengakui KMP DBS III batal berlayar karena KSOP Kalianget tidak mengeluarkan SIB. Alasannya, masa berlaku dokumen persyaratan berupa SKKP habis. Namun karena desakan penumpang, pihaknya berupaya meminta kebijakan KSOP mengeluarkan toleransi SIB untuk satu hari dan satu rute pelayaran. Akan tetapi, permintaan itu tidak dikabulkan.

Upaya membuat surat pernyataan bertanggung jawab atas keselamatan penumpang juga tidak bisa membuat KSOP berubah pikirian. SKKP sedang diurus. Agen menjanjikan Rabu pagi (22/7) selesai. Karena itu, pihaknya menaikkan penumpang. ”Tapi, sampai petang, agen ini malah bilang berkasnya belum selesai,” ungkap Zainal.

Zainal mengakui, pihaknya melakukan kesalahan dengan tidak menyertakan SKKP. Namun, kesalahan itu bukan karena unsur kesengajaan. ”Karena miskomunikasi saja antara kami dan agen yang mengurus dokumen ini. Kami minta maaf kepada penumpang,” kata pria asal Pulau Kangean itu.

Petugas KSOP Kalianget Fathorrahman menegaskan, tanpa SKKP, pihaknya tidak bisa mengeluarkan SIB. Jika pihaknya mengeluarkan SIB tanpa SKKP, ada sanksi secara institusional yang harus ditanggung. Keselamatan penumpang selama pelayaran juga tidak terjamin. ”Bagaimanapun, kami menjalankan tugas sesuai prosedur,” jelasnya.

KSOP Kalianget sudah memperingatkan PT Sumekar jika masa berlaku SKKP KMP DBS III berakhir 20 Juli 2020. Peringatan itu sudah disampaikan pertengahan Juli. Namun setelah dicek, PT Sumekar (Line) baru mengajukan perpanjangan SKKP pada 20 Juli 2020.

Baca Juga :  Rencana Pelayaran Perintis Batal Akibat Pandemi

”Pukul 10.00, kami juga sudah beritahukan, jangan naikkan penumpang. Sebab, berkas persyaratan berlayarnya kurang,” ujar pria yang akrab disapa Pa’ong itu. ”Kalau kami keluarkan surat izin tanpa dokumen lengkap dari operator, itu menyalahi aturan. Karena SKKP itu harus ada di atas kapal,” imbuhnya.

Mediasi di KSOP Kalianget berlangsung alot. Polisi juga turun ke lokasi untuk mengamankan massa. Beberapa opsi PT Sumekar (Line) tidak disepakati penumpang. Para pengguna jasa penyeberangan itu memaksa operator untuk tetap berlayar.

Akhirnya, PT Sumekar (Line) sepakat dengan dua opsi. Pertama, penumpang KMP DBS III akan diberangkatkan menggunakan KMP DBS I. Armada kapal yang juga aset PT Sumekar (Line) itu diperkirakan tiba di Pelabuhan Kalianget sekitar pukul 02.00 dari Kangean.

Kemudian, kapal tersebut akan kembali diberangkatkan sekitar pukul 05.00 dari Pelabuhan Kalianget untuk membawa penumpang KMP DBS III. Mengenai tiket, penumpang dibebaskan dengan menunjukkan bukti tiket KMP DBS III.

Opsi kedua, penumpang tetap diberangkatkan menggunakan KMP DBS III dengan ketentuan berangkat maksimal sekitar pukul 16.00. Sebab, masih menunggu SKKP diterima dan diberikan kepada KSOP sebagai syarat mengeluarkan SIB. Termasuk siap menyiapkan konsumsi bagi penumpang selama tertahan di pelabuhan.

Dua opsi itu disepakati melalui surat pernyataan yang ditandatangani pihak PT Sumekar (Line) dengan perwakilan penumpang. Surat pernyataan bermaterai itu menjadi bukti komitmen pihak operator kapal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/