alexametrics
20.7 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Puluhan Ribu Penduduk Belum Melakukan Perekaman

SUMENEP – Kesadaran masyarakat untuk memiliki administrasi kependudukan (adminduk) masih minim. Buktinya, sampai saat ini puluhan ribu warga Sumenep belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Peran pemerintah mendorong masyarakat agar memiliki dokumen tersebut juga sangat kurang.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Wahasah menyatakan, ada 895.236 penduduk yang semestinya merekam e-KTP. Namun kenyataannya, yang melakukan perekaman hanya 802.742 penduduk. Dengan begitu, ada 92.494 penduduk yang belum merekam e-KTP.

”Memang belum semua melakukan perekaman,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (23/5).

Wahasah mengatakan, ada beberapa alasan masyarakat enggan melakukan perekaman e-KTP. Yaitu, rata-rata sudah lanjut usia (lansia). Mereka baru mengurus saat dibutuhkan. ”Yang ngurus kalau sudah sakit biasanya. Jadi, kalau butuh saja mereka membuat,” tutur Wahasah

Baca Juga :  KMP DBS III Belum Layani Sapeken

Alasan lainnya, banyak warga Sumenep yang merantau ke luar kota sehingga tidak sempat melakukan perekaman. Jarak tempuh masyarakat cukup jauh. Terlebih Sumenep memiliki puluhan pulau. ”Paling banyak yang belum melakukan perekaman itu dari kepulauan,” tambahnya.

Pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mendorong masyarakat agar memiliki andminduk. Yaitu, melakukan perekaman e-KTP dengan cara door-to-door. Warga yang belum melakukan perekaman langsung didatangi. ”Kami lakukan jemput bola, yaitu dengan mendatangi lokasi,” klaimnya.

Sayangnya, upaya jemput bola yang dilaksanakan dispendukcapil belum maksimal. Pasalnya, pelayanan keliling di kepulauan hanya dilakukan sekali dalam setahun.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Munir meminta, pemerintah desa juga perlu proaktif mendorong masyarakat untuk memiliki e-KTP. Dispendukcapil harus lebih proaktif melakukan pelayanan keliling. ”Sekarang kesadaran masyarakatnya sendiri juga perlu ditingkatkan,” imbuhnya. (jup)

Baca Juga :  Kejari Sita Dua Unit Rumah Milik Tersangka Penyalahgunaan Rekening

 

SUMENEP – Kesadaran masyarakat untuk memiliki administrasi kependudukan (adminduk) masih minim. Buktinya, sampai saat ini puluhan ribu warga Sumenep belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Peran pemerintah mendorong masyarakat agar memiliki dokumen tersebut juga sangat kurang.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Wahasah menyatakan, ada 895.236 penduduk yang semestinya merekam e-KTP. Namun kenyataannya, yang melakukan perekaman hanya 802.742 penduduk. Dengan begitu, ada 92.494 penduduk yang belum merekam e-KTP.

”Memang belum semua melakukan perekaman,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (23/5).


Wahasah mengatakan, ada beberapa alasan masyarakat enggan melakukan perekaman e-KTP. Yaitu, rata-rata sudah lanjut usia (lansia). Mereka baru mengurus saat dibutuhkan. ”Yang ngurus kalau sudah sakit biasanya. Jadi, kalau butuh saja mereka membuat,” tutur Wahasah

Baca Juga :  Komisi II Lindungi Lahan Pertanian dengan LP2B

Alasan lainnya, banyak warga Sumenep yang merantau ke luar kota sehingga tidak sempat melakukan perekaman. Jarak tempuh masyarakat cukup jauh. Terlebih Sumenep memiliki puluhan pulau. ”Paling banyak yang belum melakukan perekaman itu dari kepulauan,” tambahnya.

Pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mendorong masyarakat agar memiliki andminduk. Yaitu, melakukan perekaman e-KTP dengan cara door-to-door. Warga yang belum melakukan perekaman langsung didatangi. ”Kami lakukan jemput bola, yaitu dengan mendatangi lokasi,” klaimnya.

Sayangnya, upaya jemput bola yang dilaksanakan dispendukcapil belum maksimal. Pasalnya, pelayanan keliling di kepulauan hanya dilakukan sekali dalam setahun.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep Abdul Hamid Munir meminta, pemerintah desa juga perlu proaktif mendorong masyarakat untuk memiliki e-KTP. Dispendukcapil harus lebih proaktif melakukan pelayanan keliling. ”Sekarang kesadaran masyarakatnya sendiri juga perlu ditingkatkan,” imbuhnya. (jup)

Baca Juga :  Nelayan Luruk Kantor UPT Pelabuhan Pasongsongan

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/