alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Satpol PP Temukan Warung Makan Buka Siang Hari

SUMENEP – Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep tentang larangan warung makan buka di siang hari tidak berjalan maksimal. Buktinya, saat gelar razia, satpol PP menemukan warung makan buka siang hari Rabu (23/5). Warung tersebut terletak di selatan Pasar Anom Baru, Kota Sumenep.

Kasi Sumber Daya Aparatur (SDA) Dinas Satpol PP Sumenep A. Subiyakto mengatakan bahwa razia kemarin merupakan yang kedua selama Ramadan 2018. Pada razia pertama, satpol PP tidak menemukan pelanggaran. Akan tetapi, razia kedua mendapati sebuah warung buka di siang hari.

Warung yang buka tersebut tidak terlalu tampak jika dilihat dari jauh. Sebab, meski buka, pintu warung ditutup dengan kain. Meski demikian, petugas tetap tidak mau terkecoh dengan segera mendatangi warung tersebut.

Baca Juga :  Ingin Temui Bupati, Ditolak, Bibir Korlap FAM'S Luka Kena Pukul Aparat

”Saat kami datangi, ada pembeli yang sedang berada di warung itu,” kata Subiyakto. Meski ditemukan warung buka siang hari, pemilik warung tidak mendapatkan sanksi. Alasannya, saat ini satpol PP masih dalam taraf pembinaan. Kepada pemilik warung, penegak perda itu hanya memberikan imbauan dan peringatan agar tidak buka kembali.

”Razia ini masih bersifat teguran. Apabila nanti masih tetap buka, akan ditindak sesuai dengan arutan yang ada,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua MUI Sumenep KH Syafraji meminta satpol PP terus memantau warung yang kedapatan buka di siang hari. Manakala ditemukan hingga ketiga kalinya, petugas harus bertindak tegas. Sebab, mereka yang buka di siang hari sudah tidak menghormati kesucian Ramadan.

Baca Juga :  Miris, Pengunjung Taman Adipura Tak Malu Makan dan Minum di Siang Hari

”Kalau teguran pertama dan kedua tidak diindahkan, sapol PP harus tegas. Harus ditutup paksa,” pintanya.

Syafraji juga mengimbau para pemilik warung agar mengejar keberkahan rezeki. Sebab, meskipun bisa mendapat keuntungan dari menjual makanan dan minuman di siang hari selama Ramadan, belum tentu berkah. Apalagi tindakan tersebut masuk dalam kategori memfasilitasi orang lain untuk berbuat dosa.

Menurut dia, orang yang menyediakan makanan di siang hari selama Ramadan sama berdosanya dengan yang tidak berpuasa. ”Makanya, saya mengimbau sebaiknya buka di sore hari saja. Ini dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

 

 

 

SUMENEP – Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep tentang larangan warung makan buka di siang hari tidak berjalan maksimal. Buktinya, saat gelar razia, satpol PP menemukan warung makan buka siang hari Rabu (23/5). Warung tersebut terletak di selatan Pasar Anom Baru, Kota Sumenep.

Kasi Sumber Daya Aparatur (SDA) Dinas Satpol PP Sumenep A. Subiyakto mengatakan bahwa razia kemarin merupakan yang kedua selama Ramadan 2018. Pada razia pertama, satpol PP tidak menemukan pelanggaran. Akan tetapi, razia kedua mendapati sebuah warung buka di siang hari.

Warung yang buka tersebut tidak terlalu tampak jika dilihat dari jauh. Sebab, meski buka, pintu warung ditutup dengan kain. Meski demikian, petugas tetap tidak mau terkecoh dengan segera mendatangi warung tersebut.

Baca Juga :  Fauzi-Eva Langsung Tancap Gas

”Saat kami datangi, ada pembeli yang sedang berada di warung itu,” kata Subiyakto. Meski ditemukan warung buka siang hari, pemilik warung tidak mendapatkan sanksi. Alasannya, saat ini satpol PP masih dalam taraf pembinaan. Kepada pemilik warung, penegak perda itu hanya memberikan imbauan dan peringatan agar tidak buka kembali.

”Razia ini masih bersifat teguran. Apabila nanti masih tetap buka, akan ditindak sesuai dengan arutan yang ada,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua MUI Sumenep KH Syafraji meminta satpol PP terus memantau warung yang kedapatan buka di siang hari. Manakala ditemukan hingga ketiga kalinya, petugas harus bertindak tegas. Sebab, mereka yang buka di siang hari sudah tidak menghormati kesucian Ramadan.

Baca Juga :  Peminat Layanan SIM Online Seminggu Hanya Satu Orang

”Kalau teguran pertama dan kedua tidak diindahkan, sapol PP harus tegas. Harus ditutup paksa,” pintanya.

Syafraji juga mengimbau para pemilik warung agar mengejar keberkahan rezeki. Sebab, meskipun bisa mendapat keuntungan dari menjual makanan dan minuman di siang hari selama Ramadan, belum tentu berkah. Apalagi tindakan tersebut masuk dalam kategori memfasilitasi orang lain untuk berbuat dosa.

Menurut dia, orang yang menyediakan makanan di siang hari selama Ramadan sama berdosanya dengan yang tidak berpuasa. ”Makanya, saya mengimbau sebaiknya buka di sore hari saja. Ini dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/