alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Biaya ICU Azril Telan Rp 30 Juta

SUMENEP – Kondisi kesehatan Ajin Masitum Akhram alias Azril, 7 bulan, salah satu korban perahu oleng di perairan Sapeken, Sumenep, mulai membaik. Setelah melewati perawatan intensif selama kurang lebih dua pekan, Azril sudah diperbolehkan keluar dari ruang ICU RS Kertha Usada, Bali. Tetapi saat ini dia harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

Ustad Nur Asyur, anggota keluarga Pondok Pesantren Abu Hurairah Sapeken mengatakan, sudah dua hari Azril keluar dari ruang ICU. Azril dirawat di ruang inap pasien. Menurut keterangan tim dokter, pria yang kini tinggal di Bali itu, kondisi kesehatan Azril sudah ada kemajuan.

”Anaknya sudah respons, sudah bisa gerak,” kata Nur Asyur melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Madura Jumat (23/3). ”Jadi sejak dua hari ini, Azril sudah lepas dari selang oksigen,” tegasnya.

Baca Juga :  Laurensia Imeilda Sudiatna, Perempuan Inspiratif II Madura Awards 2019

Untuk biaya perawatan Azril di ruang ICU cukup besar. Menurutnya, dua hari yang lalu pihaknya harus membayar Rp 30 juta ke rumah sakit. Mayoritas pembiayaan Azril berasal dari swadaya masyarakat, alumni, dan keluarga besar dari pondok pesantren.

Biaya Rp 30 juta itu hanya untuk pengobatan selama di ruang ICU. Jika ditambah dengan biaya di ruang inap, diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Tetapi baginya, biaya tinggi tidaklah terlalu diperhitungkan. Yang terpenting Azril terus membaik dan semakin sehat.

”Menurut keterangan dokter, dua atau tiga hari ke depan sudah bisa dibawa pulang ke Sapeken,” tambahnya.

Azril merupakan putra pasangan Muhjiruddin dan Iis Nur Jannah. Ketiganya menjadi korban perahu oleng di perairan Sapeken pada 8 Maret lalu. Mereka termasuk dari 34 penumpang Perahu Kota Baru yang oleng akibat kelebihan penumpang. Akibat tragedi itu, lima orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Inilah Nama-Nama Korban Tragedi Perahu Kota Baru

SUMENEP – Kondisi kesehatan Ajin Masitum Akhram alias Azril, 7 bulan, salah satu korban perahu oleng di perairan Sapeken, Sumenep, mulai membaik. Setelah melewati perawatan intensif selama kurang lebih dua pekan, Azril sudah diperbolehkan keluar dari ruang ICU RS Kertha Usada, Bali. Tetapi saat ini dia harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

Ustad Nur Asyur, anggota keluarga Pondok Pesantren Abu Hurairah Sapeken mengatakan, sudah dua hari Azril keluar dari ruang ICU. Azril dirawat di ruang inap pasien. Menurut keterangan tim dokter, pria yang kini tinggal di Bali itu, kondisi kesehatan Azril sudah ada kemajuan.

”Anaknya sudah respons, sudah bisa gerak,” kata Nur Asyur melalui sambungan telepon kepada Jawa Pos Radar Madura Jumat (23/3). ”Jadi sejak dua hari ini, Azril sudah lepas dari selang oksigen,” tegasnya.

Baca Juga :  UTM Kembali Gelar Panen Raya Jagung Madura

Untuk biaya perawatan Azril di ruang ICU cukup besar. Menurutnya, dua hari yang lalu pihaknya harus membayar Rp 30 juta ke rumah sakit. Mayoritas pembiayaan Azril berasal dari swadaya masyarakat, alumni, dan keluarga besar dari pondok pesantren.

Biaya Rp 30 juta itu hanya untuk pengobatan selama di ruang ICU. Jika ditambah dengan biaya di ruang inap, diperkirakan mencapai Rp 40 juta. Tetapi baginya, biaya tinggi tidaklah terlalu diperhitungkan. Yang terpenting Azril terus membaik dan semakin sehat.

”Menurut keterangan dokter, dua atau tiga hari ke depan sudah bisa dibawa pulang ke Sapeken,” tambahnya.

Azril merupakan putra pasangan Muhjiruddin dan Iis Nur Jannah. Ketiganya menjadi korban perahu oleng di perairan Sapeken pada 8 Maret lalu. Mereka termasuk dari 34 penumpang Perahu Kota Baru yang oleng akibat kelebihan penumpang. Akibat tragedi itu, lima orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Ketua DPRD: Pandemi Covid-19 Ajarkan PHBS
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Bantuan Balai Desa Diduga Bermasalah

Cabup-Cawabup Siap Wujudkan Pilkada Damai

Blangko Kosong, Tunggu Smart SIM

Artikel Terbaru

/