alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pabrik Briket Batok Kelapa Terbakar

SUMENEP – Meski musim hujan, kebakaran tetap terjadi di Kabupaten Sumenep. Selasa malam (22/1) pabrik briket batok kelapa milik PT Panda Coco Charcoal di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi membenarkan peristiwa tersebut. Namun, kebakaran itu tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar.

”Pukul 17.30 kami mendapat laporan bahwa ada kebakaran di pabrik itu. Lalu, kami mengirimkan satu unit damkar ke lokasi,” jelasnya kemarin (23/1).

Dari pengakuan para pekerja, api diketahui berasal dari bara batok kelapa yang dipindah dari dalam oven yang akan dipindah ke oven pemanas. Karena tertiup angin kencang, bara tersebut membakar tumpukan kayu yang lokasinya tidak jauh dari oven.

Baca Juga :  Penumpang Membeludak di Pelabuhan Batu Guluk

Sekitar pukul 22.00, api baru bisa dipadamkan. Menurut Rahman, pemadaman cukup sulit dilakukan karena kebakaran tersebut terjadi di tempat penyimpanan bahan produksi yang terdiri atas kayu bakar kering.

”Ada sebagian gudang penyimpanan yang ikut terbakar, tapi akibatnya tidak begitu besar. Kemudian juga ada bahan bakar produksi yang terbakar,” terangnya.

Akibat kejadian itu, PT Panda Coco Charcoal mengalami kerugian sekitar Rp 10.000.000. 

 

 

SUMENEP – Meski musim hujan, kebakaran tetap terjadi di Kabupaten Sumenep. Selasa malam (22/1) pabrik briket batok kelapa milik PT Panda Coco Charcoal di Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Abd. Rahman Riadi membenarkan peristiwa tersebut. Namun, kebakaran itu tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar.

”Pukul 17.30 kami mendapat laporan bahwa ada kebakaran di pabrik itu. Lalu, kami mengirimkan satu unit damkar ke lokasi,” jelasnya kemarin (23/1).


Dari pengakuan para pekerja, api diketahui berasal dari bara batok kelapa yang dipindah dari dalam oven yang akan dipindah ke oven pemanas. Karena tertiup angin kencang, bara tersebut membakar tumpukan kayu yang lokasinya tidak jauh dari oven.

Baca Juga :  Sepuluh CJH Tertahan di Asrama Haji

Sekitar pukul 22.00, api baru bisa dipadamkan. Menurut Rahman, pemadaman cukup sulit dilakukan karena kebakaran tersebut terjadi di tempat penyimpanan bahan produksi yang terdiri atas kayu bakar kering.

”Ada sebagian gudang penyimpanan yang ikut terbakar, tapi akibatnya tidak begitu besar. Kemudian juga ada bahan bakar produksi yang terbakar,” terangnya.

Akibat kejadian itu, PT Panda Coco Charcoal mengalami kerugian sekitar Rp 10.000.000. 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/