alexametrics
20 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Gedung SMK Ambruk, Kerugian Rp 150 Juta

SUMENEP – Aktivitas belajar mengajar di SMK Islam Aswaja, Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang terhenti. Pemicunya, ruang kelas belajar mereka ambruk hingga rata dengan tanah lantaran terkena angin puting beliung.

Ditemui di lokasi, Babinsa Legung Barat Koramil 14 Batang-Batang Sertu Asmoni mengatakan, pagi hari kemarin pihaknya mendapatkan informasi jika ruang kelas SMK Islam Aswaja ambruk karena terkena puting beliung. ”Benar, ada dua kelas yang ambruk,” kata dia.

Menurut Asmoni, diperkirakan ruang kelas itu ambruk pada malam hari. Warga sekitar tidak ada yang tahu. ”Diketahui pagi hari. Untung tidak ambruk saat ada aktivitas belajar,” ucapnya.

Kepala SMK Aswaja Saiful Anwar mengatakan, gedung ruang kelas ambruk pada malam hari. Dia tidak langsung ke lokasi karena saat itu lampu padam akibat hujan deras disertai angin kencang. ”Baru pagi hari saya ke sekolah, sudah ambruk tidak ada sisa,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan Lanjutan Gedung Dewan Usai Dipangkas Sisa Rp 20,4 M

Saiful menyampaikan, gedung ruang kelas itu dibangun Januari 2018. Pembiayaannya hasil swadaya masyarakat setempat. Ditaksir kerugian Rp 150 juta. ”Untuk sementara siswa digabung dengan MI karena tidak punya ruangan lagi,” ucapnya.

Dia berharap, atas musibah ini dapat perhatian dari pemerintah. Sebab, dari awal, pembangunan gedung ini tidak tersentuh bantuan pemerintah. Dia sangat senang apabila ada pihak yang mau membangun gedung tempat siswa belajar. ”Supaya anak-anak semangat lagi belajar,” katanya.

SUMENEP – Aktivitas belajar mengajar di SMK Islam Aswaja, Desa Legung Barat, Kecamatan Batang-Batang terhenti. Pemicunya, ruang kelas belajar mereka ambruk hingga rata dengan tanah lantaran terkena angin puting beliung.

Ditemui di lokasi, Babinsa Legung Barat Koramil 14 Batang-Batang Sertu Asmoni mengatakan, pagi hari kemarin pihaknya mendapatkan informasi jika ruang kelas SMK Islam Aswaja ambruk karena terkena puting beliung. ”Benar, ada dua kelas yang ambruk,” kata dia.

Menurut Asmoni, diperkirakan ruang kelas itu ambruk pada malam hari. Warga sekitar tidak ada yang tahu. ”Diketahui pagi hari. Untung tidak ambruk saat ada aktivitas belajar,” ucapnya.


Kepala SMK Aswaja Saiful Anwar mengatakan, gedung ruang kelas ambruk pada malam hari. Dia tidak langsung ke lokasi karena saat itu lampu padam akibat hujan deras disertai angin kencang. ”Baru pagi hari saya ke sekolah, sudah ambruk tidak ada sisa,” katanya.

Baca Juga :  KSOP Kalianget Tambah Armada Rute Kangean

Saiful menyampaikan, gedung ruang kelas itu dibangun Januari 2018. Pembiayaannya hasil swadaya masyarakat setempat. Ditaksir kerugian Rp 150 juta. ”Untuk sementara siswa digabung dengan MI karena tidak punya ruangan lagi,” ucapnya.

Dia berharap, atas musibah ini dapat perhatian dari pemerintah. Sebab, dari awal, pembangunan gedung ini tidak tersentuh bantuan pemerintah. Dia sangat senang apabila ada pihak yang mau membangun gedung tempat siswa belajar. ”Supaya anak-anak semangat lagi belajar,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/