alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Selesai Dibangun, SPAM Tak Difungsikan

SUMENEP – Fasilitas sistem pengelolaan air minum (SPAM) yang dibangun di wilayah Kecamatan Dungkek sejak 2015 hingga 2017 dinilai sia-sia. Sebab, meski selesai dibangun, semua fasilitas tak kunjung difungsikan.

Pengeboran air dipusatkan di Desa Candi, Kecamatan Dungkek. Pembangunan fasilitas seperti pemasangan pipa dan pembangunan tandon sudah selesai. Bahkan pipa bawah laut di perairan Dungkek telah dipasang.

Masdawi, anggota DPRD Sumenep, asal Dungkek, mengatakan, masyarakat bertanya-tanya mengenai fungsi SPAM yang sudah tuntas dibangun. Harapan masyarakat Pulau Giliyang, air bersih segera terdistribusi.

”Kelompok pengelola dari masyarakat telah terbentuk. Kini menunggu penyerahan SPAM dari pemprov ke Pemkab Sumenep. Kalau sudah ada penyerahan, pengelola bisa mengoperasikan SPAM,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Baca Juga :  Jaga Kelsetarian Lingkungan Mulai dari Diri Sendiri

Dua tandon sudah lama berdiri di Desa Banraas dan Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek. Namun, hingga kini fasilitas yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu tak berguna. Masadawi mendesak, pihak yang bertanggung jawab mempercepat pengoperasian SPAM.

Gazali, warga Pulau Giliyang, mengharapkan pengoperasian SPAM. Kata dia, air bersih merupakan kebutuhan masyarakat. Pengeboran air yang dipusatkan di Desa Candi diharapkan segera dinikmati masyarakat Pulau Giliyang.

- Advertisement -

SUMENEP – Fasilitas sistem pengelolaan air minum (SPAM) yang dibangun di wilayah Kecamatan Dungkek sejak 2015 hingga 2017 dinilai sia-sia. Sebab, meski selesai dibangun, semua fasilitas tak kunjung difungsikan.

Pengeboran air dipusatkan di Desa Candi, Kecamatan Dungkek. Pembangunan fasilitas seperti pemasangan pipa dan pembangunan tandon sudah selesai. Bahkan pipa bawah laut di perairan Dungkek telah dipasang.

Masdawi, anggota DPRD Sumenep, asal Dungkek, mengatakan, masyarakat bertanya-tanya mengenai fungsi SPAM yang sudah tuntas dibangun. Harapan masyarakat Pulau Giliyang, air bersih segera terdistribusi.


”Kelompok pengelola dari masyarakat telah terbentuk. Kini menunggu penyerahan SPAM dari pemprov ke Pemkab Sumenep. Kalau sudah ada penyerahan, pengelola bisa mengoperasikan SPAM,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Baca Juga :  Disparbudpora: Ada Mafia di Karapan Sapi

Dua tandon sudah lama berdiri di Desa Banraas dan Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek. Namun, hingga kini fasilitas yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu tak berguna. Masadawi mendesak, pihak yang bertanggung jawab mempercepat pengoperasian SPAM.

Gazali, warga Pulau Giliyang, mengharapkan pengoperasian SPAM. Kata dia, air bersih merupakan kebutuhan masyarakat. Pengeboran air yang dipusatkan di Desa Candi diharapkan segera dinikmati masyarakat Pulau Giliyang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/