29.4 C
Madura
Thursday, March 30, 2023

Patuhi Undang-Undang, PT Garam Rekrut Tiga Karyawan Penyandang Difabel

SUMENEP – Penyandang disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak boleh ada diskriminatif. PT Garam (Persero) selama tahun 2019 membuktikan kepeduliannya terhadap para penyandang disabilitas.

Buktinya, PT Garam (Persero) kembali memberi kesempatan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berkarya di perusahaan plat merah tersebut. Termasuk kaum difabel.

Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyyum mengatakan, korporasi sangat mendukung program pemerintah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di sektor formal.

Itu diwujudkan melalui program rekrutmen bersama melalui wadah Forum Human Capital Kementerian BUMN. Tentunya, dalam rangka mewujudkan tagline BUMN Hadir untuk Negeri.

Program rekrutmen karyawan PT Garam (Persero) tahun 2019 memang sudah ada dalam program Divisi SDM & Umum.

Baca Juga :  PT Taspen (Persero) Cabang Pamekasan Berikan Pelayanan Berbasis Digital

Persyaratan pelamar disabilitas adalah mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir.

Ditegaskan, bukan ketidakmampuan intelektual dan mental serta ketentuan lain. Pelamar disabilitas harus mampu menganalisa, mengetik, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi.

Dalam pasal 53 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 2016 ditegaskan, “Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja”.

“Saat ini PT Garam (Persero) memiliki tiga karyawan penyandang disabilitas,” papar Anang Abdul Qoyyum.

Moh Rofiqi, salah satu karyawan penyandang disabilitas mengaku tertarik bekerja di PT Garam (Persero) karena kecintaannya kepada perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Diserang Kera, Lahan Pertanian┬áSepuluh Desa Rusak

Selama tiga bulan bekerja, lingkungan kantor sangat mendukung. “Teman-teman sudah seperti kelurga saya. Saya pernah bekerja di perusahaan lain. Tapi, lebih menyukai bekerja di BUMN ini yakni PT Garam (Persero),” pungkasnya. (Fathorrahman/*)

SUMENEP – Penyandang disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak boleh ada diskriminatif. PT Garam (Persero) selama tahun 2019 membuktikan kepeduliannya terhadap para penyandang disabilitas.

Buktinya, PT Garam (Persero) kembali memberi kesempatan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berkarya di perusahaan plat merah tersebut. Termasuk kaum difabel.

Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyyum mengatakan, korporasi sangat mendukung program pemerintah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di sektor formal.


Itu diwujudkan melalui program rekrutmen bersama melalui wadah Forum Human Capital Kementerian BUMN. Tentunya, dalam rangka mewujudkan tagline BUMN Hadir untuk Negeri.

Program rekrutmen karyawan PT Garam (Persero) tahun 2019 memang sudah ada dalam program Divisi SDM & Umum.

Baca Juga :  Luar Biasa! Forbes Tetapkan BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia

Persyaratan pelamar disabilitas adalah mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir.

Ditegaskan, bukan ketidakmampuan intelektual dan mental serta ketentuan lain. Pelamar disabilitas harus mampu menganalisa, mengetik, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi.

- Advertisement -

Dalam pasal 53 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 2016 ditegaskan, “Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja”.

“Saat ini PT Garam (Persero) memiliki tiga karyawan penyandang disabilitas,” papar Anang Abdul Qoyyum.

Moh Rofiqi, salah satu karyawan penyandang disabilitas mengaku tertarik bekerja di PT Garam (Persero) karena kecintaannya kepada perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Diserang Kera, Lahan Pertanian┬áSepuluh Desa Rusak

Selama tiga bulan bekerja, lingkungan kantor sangat mendukung. “Teman-teman sudah seperti kelurga saya. Saya pernah bekerja di perusahaan lain. Tapi, lebih menyukai bekerja di BUMN ini yakni PT Garam (Persero),” pungkasnya. (Fathorrahman/*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/