SUMENEP – Penyandang disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak boleh ada diskriminatif. PT Garam (Persero) selama tahun 2019 membuktikan kepeduliannya terhadap para penyandang disabilitas.
Buktinya, PT Garam (Persero) kembali memberi kesempatan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berkarya di perusahaan plat merah tersebut. Termasuk kaum difabel.
Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyyum mengatakan, korporasi sangat mendukung program pemerintah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di sektor formal.
Itu diwujudkan melalui program rekrutmen bersama melalui wadah Forum Human Capital Kementerian BUMN. Tentunya, dalam rangka mewujudkan tagline BUMN Hadir untuk Negeri.
Program rekrutmen karyawan PT Garam (Persero) tahun 2019 memang sudah ada dalam program Divisi SDM & Umum.
Persyaratan pelamar disabilitas adalah mengalami keterbatasan fisik, kelainan, kerusakan pada fungsi gerak yang diakibatkan oleh kecelakaan atau pembawaan sejak lahir.
Ditegaskan, bukan ketidakmampuan intelektual dan mental serta ketentuan lain. Pelamar disabilitas harus mampu menganalisa, mengetik, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi.
Dalam pasal 53 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 2016 ditegaskan, “Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja”.
“Saat ini PT Garam (Persero) memiliki tiga karyawan penyandang disabilitas,” papar Anang Abdul Qoyyum.
Moh Rofiqi, salah satu karyawan penyandang disabilitas mengaku tertarik bekerja di PT Garam (Persero) karena kecintaannya kepada perusahaan tersebut.
Selama tiga bulan bekerja, lingkungan kantor sangat mendukung. “Teman-teman sudah seperti kelurga saya. Saya pernah bekerja di perusahaan lain. Tapi, lebih menyukai bekerja di BUMN ini yakni PT Garam (Persero),” pungkasnya. (Fathorrahman/*)