21.4 C
Madura
Monday, March 27, 2023

Puskesmas Pragaan Sediakan Ruangan Khusus bagi Pasien Gejala Covid-19

SUMENEP – Posko mudik dan pelayanan Covid-19 di perbatasan Sumenep-Pamekasan masih dijaga ketat. Salah satunya di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Pragaan terlibat aktif sejak posko itu didirikan.

Kepala Puskesmas Pragaan Khairul Anwar mengatakan, semua tenaga kesehatan proaktif menjaga posko. Khususnya, para perawat dengan komposisi enam orang sesuai jumlah yang ditentukan pemerintah kabupaten. Namun, selama ini disiapkan sembilan perawat agar bisa berbagi waktu dan pelayanan tetap maksimal.

Di sana juga disiagakan petugas on call untuk menjembatani komunikasi cepat dengan dokter di puskesmas. Misalnya, ada pemudik yang terindikasi mengalami gejala. Petugas akan menindaklanjuti sesuai petunjuk dokter. Termasuk, misalnya harus dirujuk ke puskesmas agar mendapat perawatan lebih maksimal.

Baca Juga :  Satu Orang Meninggal sebelum Diumumkan Positif

Puskesmas Pragaan menyiapkan ruangan khusus bagi pasien gejala Covid-19. Ruangan tersebut dipastikan aman. Dengan fasilitas kamar mandi di dalam dan berjauhan dengan ruang inap lain. ”Sudah disiapkan ruangan khusus di bagian belakang. Pasien rawat inap tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Langkah antisipasi juga dilakukan bersama jajaran forkopimka dan pemerintah desa. Dengan demikian, warga Pragaan yang pulang dari perantauan akan terus terpantau.  Terutama pada masa inkubasi selama 14 hari. Sosialisasi tentang hidup sehat juga telah dilakukan di berbagai tempat. Misalnya, di pasar, masjid, dan wilayah pondok pesantren.

Apalagi, 14 desa di Kecamatan Pragaan sudah memiliki satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 masing-masing. ”Di puskesmas itu ada grup untuk warga Pragaan yang baru datang dari perantauan,” jelasnya. (jun/luq)

Baca Juga :  KPU Jatim: PSU Harus Sesuai Regulasi

SUMENEP – Posko mudik dan pelayanan Covid-19 di perbatasan Sumenep-Pamekasan masih dijaga ketat. Salah satunya di Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Pragaan terlibat aktif sejak posko itu didirikan.

Kepala Puskesmas Pragaan Khairul Anwar mengatakan, semua tenaga kesehatan proaktif menjaga posko. Khususnya, para perawat dengan komposisi enam orang sesuai jumlah yang ditentukan pemerintah kabupaten. Namun, selama ini disiapkan sembilan perawat agar bisa berbagi waktu dan pelayanan tetap maksimal.

Di sana juga disiagakan petugas on call untuk menjembatani komunikasi cepat dengan dokter di puskesmas. Misalnya, ada pemudik yang terindikasi mengalami gejala. Petugas akan menindaklanjuti sesuai petunjuk dokter. Termasuk, misalnya harus dirujuk ke puskesmas agar mendapat perawatan lebih maksimal.

Baca Juga :  Anggap Rusak Lingkungan, Warga Gapura, Sumenep Tolak Pembangunan Tambak Garam


Puskesmas Pragaan menyiapkan ruangan khusus bagi pasien gejala Covid-19. Ruangan tersebut dipastikan aman. Dengan fasilitas kamar mandi di dalam dan berjauhan dengan ruang inap lain. ”Sudah disiapkan ruangan khusus di bagian belakang. Pasien rawat inap tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Langkah antisipasi juga dilakukan bersama jajaran forkopimka dan pemerintah desa. Dengan demikian, warga Pragaan yang pulang dari perantauan akan terus terpantau.  Terutama pada masa inkubasi selama 14 hari. Sosialisasi tentang hidup sehat juga telah dilakukan di berbagai tempat. Misalnya, di pasar, masjid, dan wilayah pondok pesantren.

Apalagi, 14 desa di Kecamatan Pragaan sudah memiliki satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 masing-masing. ”Di puskesmas itu ada grup untuk warga Pragaan yang baru datang dari perantauan,” jelasnya. (jun/luq)

Baca Juga :  Perahu Hilang, 3 Nelayan Selamat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/